Bagi kebanyakan orang, angin hanya terasa sebagai hembusan lembut di wajah atau tiupan kencang yang membuat pepohonan bergoyang. Namun bagi para insinyur dan ilmuwan fisika fluida, angin adalah sesuatu yang jauh lebih rumit dan kadang, sangat berbahaya.
Setiap kali udara bergerak melewati permukaan benda, seperti kabel jembatan, tiang pancang, atau menara, angin tidak sekadar lewat begitu saja. Ia meninggalkan jejak pusaran arus udara berputar kecil yang disebut vortex. Dan pusaran ini bisa membuat struktur bergetar.
Fenomena ini dikenal sebagai Vortex-Induced Vibration (VIV), atau getaran akibat pusaran angin. Dalam skala kecil, getaran ini tidak berbahaya. Tapi dalam kondisi tertentu, pusaran-pusaran ini bisa saling beresonansi dengan struktur hingga menimbulkan getaran besar yang bisa merusak.
Baca juga artikel tentang: Ilmuwan Temukan Bukti Kuat Kehidupan Di Planet K2-18b
Ketika Struktur “Menari” di Tengah Angin
Kamu mungkin pernah mendengar kisah runtuhnya Jembatan Tacoma Narrows di Amerika Serikat pada tahun 1940. Dalam video legendarisnya, jembatan itu tampak seperti pita karet yang menari-nari di tengah badai sebelum akhirnya roboh.
Fenomena ini bukan karena kesalahan bahan, tapi karena interaksi kompleks antara angin dan struktur. Angin memicu pusaran di sekitar jembatan, pusaran itu menciptakan getaran, getaran memperkuat pusaran baru dan siklus itu berulang sampai jembatan tak mampu lagi menahan tarian maut itu.
Itulah inti dari penelitian yang dilakukan oleh Zhaolie Tang dan timnya. Mereka ingin memahami lebih dalam bagaimana dan kapan getaran seperti itu bisa muncul, berubah, atau saling memengaruhi khususnya ketika dua jenis getaran yang berbeda muncul bersamaan: vortex-induced vibration (VIV) dan galloping (jenis getaran lain akibat gaya aerodinamis tidak stabil).
Dua Jenis “Tarian” yang Saling Mengganggu
Secara sederhana:
- VIV terjadi ketika pusaran angin membentuk pola berulang, seperti ritme “hempasan kiri, hempasan kanan” yang membuat struktur ikut bergoyang secara periodik.
- Galloping, di sisi lain, lebih kacau. Ia muncul ketika tekanan udara di sekitar permukaan benda berubah-ubah secara liar, membuat struktur bergerak naik-turun atau maju-mundur tanpa pola tetap.
Keduanya bisa terjadi pada struktur ringan seperti kabel jembatan, pipa di ladang minyak lepas pantai, atau bahkan menara transmisi tinggi.
Masalahnya: kadang dua fenomena ini terjadi bersamaan, dan bukannya saling membatalkan, justru bisa saling memperkuat atau menimbulkan getaran campuran yang sangat kompleks.
Tim peneliti menyebut interaksi ini sebagai VIV–galloping interference semacam duet tak terduga antara dua “tarian angin”.
Eksperimen Virtual: Menyelam ke Dunia Pusaran
Untuk meneliti hal ini, Tang dan timnya tidak menggantung jembatan sungguhan di laboratorium, tentu saja. Mereka menggunakan simulasi numerik tiga dimensi model komputer canggih yang bisa “memutar ulang” bagaimana udara mengalir dan bagaimana struktur bereaksi terhadapnya.
Dengan mengatur bentuk benda (tiga jenis penampang prisma) dan parameter fisika seperti rasio massa serta kecepatan aliran udara, mereka bisa memaksa sistem untuk bergerak disebut forced motion simulation.
Tujuannya adalah memisahkan dan mengenali jenis getaran yang muncul, sama seperti ilmuwan forensik yang membedakan dua suara dalam rekaman: mana getaran akibat pusaran, mana akibat galloping.
Tiga Pola Getaran yang Ditemukan
Dari simulasi tersebut, tim menemukan tiga mode utama dalam interaksi antara VIV dan galloping:
- Mode dominan VIV
Di sini, getaran utamanya berasal dari pusaran. Galloping hampir tidak muncul, karena struktur terlalu berat untuk terpengaruh oleh gaya aerodinamis tambahan. - Mode campuran
Kedua efek (VIV dan galloping) saling memengaruhi. Struktur bergetar secara tidak teratur, dengan amplitudo (besarnya getaran) yang berubah-ubah.
Mode ini paling sulit diprediksi dan paling berbahaya dalam desain rekayasa. - Mode dominan galloping
Ketika massa struktur cukup kecil dan kecepatan angin tinggi, galloping mengambil alih. Getaran menjadi besar dan tak stabil, sering kali menyebabkan osilasi ekstrem.
Setiap mode memiliki ciri khas dalam hubungan antara kecepatan, massa, dan amplitudo getaran, seperti sidik jari unik dalam dunia fisika fluida.
Mengapa Penelitian Ini Penting
Penelitian ini bukan sekadar teori di laboratorium. Dalam praktiknya, hasilnya bisa menyelamatkan struktur besar dari kehancuran.
- Di bidang rekayasa sipil, temuan ini membantu merancang kabel jembatan gantung, menara listrik, dan pipa lepas pantai agar tidak mudah bergetar akibat angin.
- Dalam energi terbarukan, memahami pusaran membantu mengoptimalkan baling-baling turbin angin agar lebih efisien dan tahan lama.
- Bahkan dalam mikro-skala, fenomena serupa bisa terjadi di sensor kecil dan komponen robotik, di mana udara mengalir dalam ruang sempit.
Dengan memahami kapan dan bagaimana “tarian angin” ini terjadi, para insinyur dapat memprediksi titik bahaya dan merancang sistem peredam yang sesuai.
Menjinakkan Tarian Alam
Fenomena pusaran dan getaran ini menunjukkan betapa alam sering beroperasi seperti orkestra yang kompleks. Satu aliran udara kecil bisa memicu simfoni getaran yang memengaruhi struktur besar.
Namun, berkat kemajuan simulasi numerik dan fisika fluida modern, kita kini memiliki “mikroskop digital” untuk melihat dinamika ini dengan presisi tinggi.
Zhaolie Tang dan rekan-rekannya tidak hanya memisahkan dua jenis getaran, mereka membantu dunia memahami bagaimana angin dan struktur berkomunikasi, dan bagaimana “percakapan” itu bisa diubah dari bencana menjadi harmoni.
Di balik jembatan yang kokoh, menara yang menjulang, dan pipa bawah laut yang tersembunyi, selalu ada gerakan halus yang tak terlihat, hasil dari dialog abadi antara udara dan benda padat. Getaran itu bisa berbahaya, tapi juga indah, seperti tarian yang mengikuti irama alam.
Dan berkat penelitian seperti ini, manusia semakin dekat untuk mengerti ritme angin, bukan sekadar menahannya tapi juga menari bersamanya, dengan langkah yang lebih aman dan selaras.
Baca juga artikel tentang: Anders’ Earthrise: Dari Simbol Perdamaian ke Laboratorium Eksplorasi Antariksa
REFERENSI:
Tang, Zhaolie dkk. 2025. The different types of vortex-induced vibration and galloping interference and distinguish them through forced motion. Physics of Fluids 37 (9).

