Pada tahun 2022, para arkeolog di County Londonderry, Irlandia Utara, menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan—kerangka manusia yang sudah terkubur selama ribuan tahun. Setelah dilakukan berbagai analisis ilmiah, para peneliti menyimpulkan bahwa kerangka tersebut milik seorang perempuan muda. Ia diyakini telah meninggal dalam keadaan tragis dan penuh kekerasan lebih dari 2.000 tahun yang lalu, yaitu jauh sebelum zaman modern, kemungkinan pada era Zaman Besi. Penemuan ini tidak hanya menarik karena usianya yang sangat tua, tetapi juga karena dapat memberi petunjuk penting tentang kehidupan, kematian, dan praktik budaya masyarakat kuno di wilayah tersebut.
Menurut laporan dari BBC, para ahli menduga bahwa perempuan yang ditemukan ini bukan meninggal karena sebab alami, melainkan menjadi korban pembunuhan yang terjadi dalam konteks ritual—yaitu tindakan yang dilakukan sebagai bagian dari upacara keagamaan atau kepercayaan pada masa lampau. Kemungkinan besar peristiwa ini terjadi pada Zaman Besi, sebuah periode sejarah yang berlangsung sekitar 2.500 hingga 1.500 tahun yang lalu, ketika masyarakat mulai menggunakan besi untuk membuat alat dan senjata.
Awalnya, para peneliti mengira jasad tersebut adalah milik seorang remaja laki-laki. Namun, setelah dilakukan analisis lebih mendalam oleh tim ilmuwan dari Ulster Museum dan sejumlah institusi akademik, termasuk Queen’s University Belfast, diketahui bahwa kerangka tersebut sebenarnya milik seorang perempuan muda. Temuan ini memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat mengoreksi pemahaman awal melalui penelitian yang lebih teliti, termasuk dengan teknik forensik dan analisis DNA.
Perempuan yang ditemukan ini diperkirakan meninggal di usia yang masih sangat muda, antara 17 hingga 22 tahun, dan memiliki tinggi badan sekitar 1,7 meter—tinggi yang tergolong cukup untuk ukuran zaman dahulu. Kini, jasadnya dikenal dengan sebutan “Ballymacombs More Woman,” yang merujuk pada lokasi penemuan jasad tersebut di daerah Ballymacombs More, Irlandia Utara.
Yang membuat penemuan ini begitu mencengangkan adalah kondisi jasad saat ditemukan: kepala korban telah terpisah dari tubuhnya. Niamh Baker, seorang peneliti dari National Museums, menjelaskan bahwa terdapat tanda-tanda luka potong pada bagian leher, yang menunjukkan bahwa kepala korban kemungkinan besar dipenggal dengan sengaja.
Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami kebiasaan dan kepercayaan masyarakat pada Zaman Besi. Dalam beberapa kebudayaan kuno, pengorbanan manusia bisa jadi merupakan bagian dari ritual penting yang dipercayai dapat menyenangkan dewa atau menjaga keseimbangan alam. Temuan seperti ini membantu para arkeolog dan sejarawan menggali lebih dalam mengenai sisi gelap sejarah manusia yang jarang terekam dalam tulisan.
Baca juga artikel tentang: Misteri Stonehenge Terungkap: Tujuan Asli Pembangunannya Setelah 5.000 Tahun
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa pemenggalan kepala pada perempuan ini bukanlah kebetulan, melainkan dilakukan secara sengaja di tempat ia ditemukan—sebuah daerah rawa. Rawa merupakan lahan basah yang tergenang air dan sering kali bersifat asam, sehingga bisa secara alami mengawetkan jasad manusia selama ribuan tahun. Inilah mengapa sisa-sisa tubuh seperti milik “Ballymacombs More Woman” bisa tetap terjaga dalam kondisi cukup baik meskipun telah lama terkubur.
Ketika jasadnya ditemukan, kepalanya sudah tidak ada. Menurut Niamh Baker, salah satu peneliti dari tim yang mempelajari kasus ini, kemungkinan besar kepala perempuan tersebut memang sengaja dibawa pergi oleh seseorang pada masa itu. Ini mengarah pada dugaan bahwa pemenggalan ini bisa jadi merupakan bagian dari ritual atau tradisi tertentu—mungkin sebagai bentuk persembahan, simbol kekuasaan, atau bahkan sebagai hukuman. Dengan memahami konteks ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana masyarakat kuno memperlakukan tubuh manusia dalam praktik spiritual atau sosial mereka.
Baker juga menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini kemungkinan besar merupakan bagian dari praktik pembunuhan ritual, yaitu pembunuhan yang dilakukan bukan karena dendam pribadi atau kejahatan biasa, melainkan sebagai bagian dari upacara keagamaan atau kepercayaan spiritual. Dalam banyak kebudayaan kuno, termasuk di wilayah Eropa Barat Laut dan Irlandia pada masa Zaman Besi, ada tradisi yang mempercayai bahwa mengorbankan manusia bisa menyenangkan para dewa, membawa keberuntungan, atau menenangkan alam.
Pola pengorbanan semacam ini telah ditemukan dalam berbagai penemuan arkeologi di kawasan tersebut. Biasanya, korban dikubur di tempat-tempat khusus seperti rawa, yang dianggap suci atau memiliki makna spiritual. Praktik ini memberi kita wawasan tentang cara berpikir masyarakat kuno—bagaimana mereka memaknai kehidupan, kematian, dan hubungan mereka dengan kekuatan alam atau dunia gaib. Meskipun terdengar mengerikan bagi kita saat ini, bagi mereka tindakan ini bisa jadi merupakan bagian penting dari menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan.
Profesor arkeologi dari Queen’s University Belfast (QUB), Eileen Murphy, juga memberikan penilaian terhadap jasad ini. Menurutnya, nasib wanita muda tersebut tidak berbeda dengan temuan-temuan lainnya dari era yang sama. “Seperti banyak jasad rawa dari Zaman Besi, wanita muda ini mengalami kematian yang sangat kejam, yang melibatkan keluarnya darah dari tenggorokannya sebelum akhirnya dilakukan pemenggalan kepala,” jelasnya.
Pengorbanan semacam ini kemungkinan besar diperintahkan oleh seorang pemimpin atau raja pada masa-masa sulit, dengan tujuan untuk memohon agar tanah menjadi subur. Korban mungkin dipersembahkan kepada dewa-dewa Celtic yang dihormati pada waktu itu.
Kepalanya mungkin diambil sebagai bagian dari ritual tersebut, sementara tubuhnya dibiarkan di tempatnya dan baru ditemukan sekitar 2.000 tahun kemudian. Penemuan ini diharapkan bisa memberikan wawasan baru tentang kehidupan manusia pada Zaman Besi dan bagaimana praktik pengorbanan dilakukan dalam budaya kuno tersebut.
Baca juga artikel tentang: Kuwait Diguncang Penemuan Patung Mirip Alien, Membuka Teka-Teki Sejarah 7.000 Tahun
REFERENSI:
Gundersen, Ingar Mørkestøl. 2022. Iron Age Vulnerability. The Fimbulwinter hypothesis and the archaeology of the inlands of eastern Norway. Faculty of Humanities, University of Oslo.
Henriques, Martha. 2022. The mystery of the human sacrifices buried in Europe’s bogs. BBC: https://www.bbc.com/future/article/20220907-the-mystery-of-the-human-sacrifices-buried-in-europes-bogs diakses pada tanggal 14 Mei 2025.
Patay-Horváth, András. 2024. Pelops: The Emergence Of A Mythical Personality From Folktale, Ritual and Geography. Acta Classica Universitatis Scientiarum Debreceniensis 60.

