Kejadian mengejutkan terjadi di Ohio, Amerika Serikat, ketika 72 burung bangkai ditemukan mati di lingkungan Sekolah Dasar St. Bernadette, Locust Lake Road. Insiden ini terjadi setelah para siswa dan staf kembali dari libur Thanksgiving, memberikan pemandangan yang mengganggu di kampus sekolah tersebut. Dugaan awal mengarah pada wabah flu burung sebagai penyebab kematian massal ini. Namun, misteri ini tidak hanya berhenti di situ. Bagaimana kisah ini berkembang? Apa dampaknya bagi masyarakat sekitar?
Penemuan Mengejutkan di Kampus Sekolah
Pada awal Desember 2025, suasana kembali ke sekolah setelah liburan berubah menjadi mimpi buruk. Para siswa dan staf menemukan puluhan bangkai burung bangkai berserakan di area sekolah. Dengan jumlah yang tidak biasa—72 ekor—kematian massal ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan besar.
Sekolah segera menghubungi Kepala Pemadam Kebakaran Pierce Township, Craig Wright, untuk meminta bantuan. Namun, respons dari pihak berwenang, khususnya Departemen Sumber Daya Alam Ohio (Ohio Department of Natural Resources/ODNR), justru menambah kebingungan. ODNR awalnya menolak untuk membantu menangani masalah ini, bahkan menyarankan agar pihak sekolah sendiri yang membuang bangkai tersebut dengan cara membungkusnya dalam kantong plastik dan membuangnya ke tempat sampah.
Reaksi ODNR yang Memicu Kritik
Penolakan ODNR untuk segera turun tangan menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Craig Wright mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons ODNR yang dianggap tidak bertanggung jawab. Menurut Wright, karena ini melibatkan satwa liar, ODNR seharusnya langsung mengambil tindakan. “Ini adalah masalah satwa liar, dan mereka seharusnya menjadi pihak pertama yang hadir di lokasi,” kata Wright.
Setelah beberapa hari berlalu tanpa tindakan, ODNR akhirnya setuju untuk mengumpulkan bangkai burung pada 5 Desember 2025, setelah media mulai melaporkan insiden ini secara luas. Meski begitu, ODNR tetap menolak untuk melakukan pengujian terhadap burung-burung yang mati tersebut. Hal ini memaksa pihak lokal, termasuk Dinas Kesehatan Publik Clermont County, untuk mengambil inisiatif sendiri dalam mengatur pengujian.
Dugaan Penyebab: Flu Burung atau Keracunan?
Menurut pernyataan dari ODNR, burung-burung bangkai tersebut diduga terinfeksi HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) atau flu burung patogenik tinggi. Dugaan ini muncul karena kasus serupa sebelumnya telah ditemukan pada burung liar di wilayah Clermont County. Meski demikian, penyebab pasti masih harus ditentukan melalui pengujian laboratorium.
Dua bangkai burung dikirim ke laboratorium hewan negara bagian untuk diuji lebih lanjut. Hasil awal menunjukkan bahwa burung-burung tersebut positif terinfeksi HPAI, subtipe H5, yang dikenal sebagai flu burung. Para ahli menduga bahwa selain flu burung, kemungkinan lain adalah keracunan yang menyebabkan kematian massal ini.

Risiko Bagi Lingkungan dan Masyarakat
Insiden ini memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jika flu burung adalah penyebabnya, ada potensi penyebaran ke spesies lain seperti angsa atau ternak di wilayah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dan bahkan memengaruhi manusia.
Namun, para ahli menekankan bahwa risiko penularan flu burung ke manusia relatif rendah. Penyakit ini biasanya hanya menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau droplet dari burung yang terinfeksi. Krista Rose, juru bicara Dinas Kesehatan Publik Clermont County, menjelaskan bahwa transmisi flu burung lebih sering terjadi selama musim migrasi burung di musim semi dan gugur.
Meski demikian, warga tetap disarankan untuk menghindari kontak dengan satwa liar sebagai langkah pencegahan. “Orang-orang dapat terinfeksi flu burung jika mereka berinteraksi dengan burung atau hewan yang terinfeksi, tetapi kasus seperti ini sangat jarang terjadi di Amerika Serikat,” kata Rose.
Tindakan Lanjutan dan Pelajaran dari Insiden Ini
Insiden kematian massal burung bangkai di St. Bernadette School menjadi pengingat penting akan perlunya respons cepat dan koordinasi antarinstansi dalam menangani masalah satwa liar yang berpotensi berdampak pada kesehatan publik. Kritik terhadap ODNR menunjukkan adanya celah dalam sistem penanganan darurat satwa liar.
Craig Wright menyoroti betapa sulitnya menangani situasi seperti ini tanpa panduan atau keahlian khusus. “Ini adalah tugas besar untuk membersihkan begitu banyak bangkai hewan tanpa pengetahuan atau pelatihan yang memadai,” katanya.
Ke depan, diperlukan kebijakan yang lebih jelas tentang tanggung jawab organisasi terkait dalam menangani insiden serupa. Selain itu, pengawasan terhadap wabah penyakit pada satwa liar harus ditingkatkan untuk mencegah potensi dampak yang lebih luas.
Kematian massal 72 burung bangkai di Ohio membuka mata banyak pihak tentang pentingnya kolaborasi dalam menangani isu satwa liar dan kesehatan publik. Meski penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi lebih lanjut, peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dapat timbul dari interaksi antara manusia dan alam.
Bagi masyarakat umum, insiden ini juga mengajarkan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar dan penyakit zoonosis seperti flu burung. Dengan langkah pencegahan yang tepat dan respons cepat dari pihak berwenang, ancaman semacam ini dapat diminimalkan di masa depan.
Referensi
- WCPO Cincinnati – 72 dead buzzards found at St. Bernadette School in Clermont County; experts investigating cause. Diakses 4 Januari 2026.
- FOX19 Now – 72 dead vultures prompt investigation at Ohio school after Thanksgiving break. Diakses 4 Januari 2026.
- Ohio Department of Natural Resources (ODNR) – Avian influenza (HPAI) in Ohio wildlife and reporting guidance. Diakses 4 Januari 2026.
- Clermont County Public Health – Avian influenza updates and public health recommendations. Diakses 4 Januari 2026.
- The Enquirer – Dead buzzards found at Ohio school spark flu bird concerns, ODNR response criticized. Diakses 4 Januari 2026.

