10 Tanda Unik Kecerdasan Ekstra, Mungkinkah Kamu Punya IQ Tinggi?

IQ (Intelligence Quotient) adalah sebuah skor yang digunakan untuk menilai kecerdasan mental seseorang. Skor IQ diperoleh melalui serangkaian tes yang […]

blank

IQ (Intelligence Quotient) adalah sebuah skor yang digunakan untuk menilai kecerdasan mental seseorang. Skor IQ diperoleh melalui serangkaian tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif individu dan membandingkannya dengan rata-rata populasi umum. Rentang skor IQ biasanya berada antara 60 hingga 160, dengan rata-rata sekitar 100. Skor IQ yang tinggi, seperti 130 atau lebih, sering disebut sebagai IQ tinggi atau tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa IQ hanya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang, dan tidak menjadi penentu utama kecerdasan individu. IQ tidak mencakup semua aspek kecerdasan, seperti kecerdasan emosional, kreativitas, dan keahlian sosial.

Orang dengan nilai intelligence quotient (IQ) tinggi tentunya memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Tapi tahukah kamu, mereka biasanya juga memiliki kebiasaan unik, bahkan terkadang dibilang aneh. Coba cek dulu 10 kebiasaan unik di bawah ini. Jika kamu punya kebiasaan serupa, mungkin kamu termasuk orang ber-IQ tinggi.

10 Kebiasaan Unik Orang Ber-IQ Tinggi

Berikut ini 10 kebiasaan unik yang biasa dimiliki orang ber-IQ tinggi, seperti dilansir dari situs Global English Editing dan HackSpirit:

1. Berbicara dengan Diri Sendiri

Orang yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi seringkali memiliki kebiasaan berbicara dengan diri sendiri, baik ketika mereka sendirian maupun saat berada di hadapan orang lain. Meskipun mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang, kebiasaan ini sebenarnya dianggap sebagai tanda fungsi kognitif yang tinggi oleh para ilmuwan. Berbicara dengan diri sendiri dapat membantu mengklarifikasi dan mengatur pikiran seseorang. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa ini juga bisa menjadi kritikus diri yang berbahaya jika tidak diatur dengan bijaksana.

Berbicara dengan diri sendiri, atau self-talk, adalah kegiatan berbicara sendiri yang dilakukan secara lisan atau dalam pikiran. Ini melibatkan mengungkapkan pemikiran, perasaan, atau instruksi kepada diri sendiri. Self-talk yang sehat dan produktif dapat membantu seseorang merencanakan tugas, memecahkan masalah, mengendalikan emosi, dan meningkatkan konsentrasi. Itu juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengingat hal-hal penting atau memperjelas pemahaman seseorang tentang suatu masalah.

Namun, perlu diingat bahwa self-talk yang negatif atau kritikus diri yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Jika self-talk digunakan untuk merendahkan diri sendiri atau memperkuat kekhawatiran dan ketidakpercayaan, itu bisa menjadi berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keseimbangan dan kesadaran diri dalam berbicara dengan diri sendiri, menggunakan self-talk yang konstruktif dan penuh empati.

2. Menikmati Waktu Sendirian

Suatu ciri khas individu yang cerdas adalah kecenderungannya untuk menikmati waktu sendirian. Tambahannya, semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin jarang mereka merasa puas saat bersosialisasi dengan orang lain. Mempelajari ketenangan secara individual telah menunjukkan bahwa orang yang cerdas cenderung merasa lebih nyaman dalam kesendirian. Bahkan, semakin cerdas seseorang, semakin tidak terpuas mereka yang sering bersosialisasi. Individu ini lebih cenderung fokus pada pikiran dan ide pribadi tanpa adanya gangguan. Selain itu, mereka juga lebih memilih melupakan kebisingan di dunia maya dan mendorong diri mereka sendiri dalam petualangan pribadi atau menikmati ketenangan malam.

3. Mencoret-coret

Terkadang, orang-orang cerdas memiliki kebiasaan mencoret-coret buku catatan dengan gambar-gambar lucu. Meskipun terlihat sepele, hal ini sebenarnya memiliki dasar ilmiah. Menurut sains, saat seseorang mencoret-coret, korteks prefrontal otak akan terstimulasi. Korteks prefrontal bertanggung jawab dalam memecahkan masalah, menggunakan logika, memori, dan mempertahankan fokus. Namun, perlu diingat bahwa mencoret-coret dinding bangunan orang lain merupakan tindakan vandalisme yang tidak dianjurkan.

4. Punya Meja Kerja Berantakan

Terkadang, jika meja kerja kita selalu berantakan, itu bisa jadi pembuktian bukan saja bahwa kita malas, tetapi juga bisa menjadi indikasi bahwa kita memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi! Keadaan berantakan di meja kerja dapat dianggap sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata. Salah satu alasan untuk ini adalah bahwa beberapa tokoh jenius, seperti Mark Twain, Thomas Alva Edison, dan Steve Jobs, yang dikenal karena prestasi dan kontribusinya yang luar biasa, cenderung memiliki meja kerja yang berantakan.

5. Suka Melamun

Tidak perlu meremehkan orang yang suka melamun. Kebiasaan ini tidak berarti bahwa mereka tidak peduli atau mengabaikan orang di sekitar mereka. Bahkan, melamun sering kali menjadi tanda tingkat kecerdasan yang di atas rata-rata. Orang yang sering melamun cenderung memiliki tingkat kecerdasan dan kreativitas yang tinggi. Mereka memberikan ruang untuk pikiran mereka menjelajah, sambil tetap berfokus pada gambaran keseluruhan. Melamun dapat memungkinkan seseorang untuk menghasilkan ide-ide kreatif atau memecahkan masalah dengan cara yang unik.

6. Suka Tidur Larut Malam

Individu yang cerdas seringkali memiliki kebiasaan tidur larut malam. Kebiasaan ini berkaitan dengan keinginan mereka yang suka menyendiri. Mereka mungkin menghabiskan waktu tengah malam sibuk dengan pikiran-pikiran mereka sendiri, sebagai bagian dari upaya mereka untuk menciptakan sesuatu yang kreatif. Sebagian orang bahkan menemukan diri mereka lebih produktif ketika mereka bekerja atau melakukan aktivitas lainnya di tengah malam. Hal ini bisa dianggap sebagai bukti bahwa mereka memiliki kecerdasan yang tinggi.

Tidur larut malam pada dasarnya merujuk pada kebiasaan mendasar untuk tidur di tengah malam atau lebih dari waktu tidur yang umumnya diterima oleh mayoritas orang. Bagi sebagian orang, tidur larut malam mungkin bukan hanya karena pola tidur yang terbalik, tetapi lebih disebabkan oleh preferensi nyaman untuk bekerja, merenung, atau bisa jadi bahkan berkegiatan kreatif pada periode tersebut. Hal ini berhubungan dengan ciri kepintaran karena kebiasaan ini sering kali diikuti oleh individu yang memiliki mampuan berpikir yang tinggi dan dapat menghasilkan hasil yang mengesankan dari aktivitas yang dilakukan di tengah malam.

7. Terus Mempertanyakan Sesuatu

Orang yang memiliki IQ tinggi umumnya memiliki kecenderungan untuk bertanya-tanya tentang segala hal. Mereka tidak mudah menerima sesuatu begitu saja dan selalu berusaha untuk memahami dengan lebih mendalam sebelum membuat kesimpulan. Perilaku ini tidak semata hanya karena rasa ingin tahu biasa, melainkan ini merupakan ciri khas dari kecerdasan yang dimiliki. Seperti yang pernah diungkapkan Albert Einstein, “Saya tidak memiliki bakat khusus.

8. Membaca untuk Kesenangan

Tidak semua orang merasakan hiburan saat membaca, namun bagi orang cerdas, membaca dapat memberikan kepuasan yang mendalam. Seseorang yang sering membaca buku di berbagai situasi mungkin juga merupakan individu yang sangat cerdas. Melalui membaca, mereka dapat memasuki dunia lain dengan segenap kreativitasnya. Mereka mampu melihat perspektif yang berbeda dari pemikiran mereka.

Membaca pada dasarnya merujuk pada kegiatan mengolah kata-kata tertulis dalam suatu teks untuk memperoleh pemahaman dan informasi. Bagi sejumlah orang, membaca mungkin hanyalah kegiatan sebatas mendapatkan informasi yang diperlukan atau sumber kesenangan yang biasa. Namun, dalam konteks ini, kegiatan membaca merupakan hal yang spesifik untuk orang yang memiliki kecerdasan tinggi. Orang-orang ini sering kali merasa gembira ketika membaca karena mereka memiliki selera intelektual yang tajam dan dapat mengekspresikan imajinasi mereka melalui dunia cerita atau gagasan yang tercipta di dalam buku. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan melihat dari perspektif yang berbeda, sehingga membaca menjadi suatu bentuk kesenangan intelektual bagi mereka.

9. Menjadi Pelupa

Orang yang memiliki kecenderungan untuk lupa bukan berarti mereka mengalami kepikunan. Sebenarnya, hal ini mungkin disebabkan oleh kecerdasan yang tinggi, di mana otak mereka secara alami menyaring informasi yang dianggap tidak penting, termasuk detail-detail kecil.

Seseorang yang sering mengalami pelupa dapat mengalami kesulitan dalam mengingat hal-hal kecil atau detail yang tampaknya tidak terlalu penting. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kemampuan intelektual mereka terganggu. Sebaliknya, mungkin hal itu menandakan bahwa mereka telah mengembangkan kemampuan otak yang mampu mengerahkan fokusnya pada aspek-aspek yang dianggap lebih signifikan atau relevan dari suatu situasi.

Dalam konteks ini, otak yang cerdas dapat secara otomatis menyaring informasi yang dianggap kurang penting. Hal ini merupakan tindakan defragmentasi informasi di otak, sehingga hanya informasi penting yang tersimpan dan mudah diakses. Dengan demikian, orang dengan kemampuan intelektual yang tinggi kemungkinan besar akan melupakan detail-detail kecil yang dianggap kurang relevan. Jadi, pelupaan ini bukanlah pertanda kepikunan, melainkan kemampuan otak yang efisien dalam mengolah informasi.

10. Menikmati Sarkasme

Jika kamu suka dengan lelucon yang sarkastik atau pernyataan yang ironis untuk membuat candaan, itu mungkin menunjukkan kecerdasanmu. Sebab, untuk memahami sarkasme, diperlukan kecekatan pikiran yang khusus. Sebuah penelitian menemukan bahwa terpapar dengan sarkasme dapat meningkatkan kemampuanmu dalam memecahkan masalah secara kreatif. Sarkasme bukan hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kecerdasan yang tajam.

Itulah tadi 10 kebiasaan unik yang sering dimiliki orang ber-IQ tinggi. Apakah kamu punya kebiasaan-kebiasaan di atas?

REFERENSI:

Aron, Elaine N. 1996. The Highly Sensitive Person: How to Thrive When the World Overwhelms You.

Jacobsen, Mary-Elaine. 2000. The Gifted Adult: A Guide for Those Who Create, Heal, Teach, or Lead

Johnson, Scott K. dan Colfax,David S. T. 2012. The Genius in All of Us: Unlocking the Power of Your Mind

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *