Arti Skripsi itu, Ada Manfaat Siap Wisuda!

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern”][vc_column][vc_column_text] Ditulis oleh Maghfira Daini – Universitas syiah Kuala   [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text] Menjadi mahasiswi […]

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern”][vc_column][vc_column_text]

Ditulis oleh Maghfira Daini – Universitas syiah Kuala

 

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Menjadi mahasiswi tingkat akhir merupakan suatu keadaan yang kadang sulit difikirkan, satu mata kuliah dengan bobot 6 sks dan sesuatu yang sering dianggap masalah besar dibangku kuliah S-1. Saat teman-teman ku telah menemukan judul bahkan sibuk konsul proposal malah aku belum menemukan titik terangnya,  bahkan aku belum memiliki judul yang akan diajukan.

“Eh fir, kapan naik seminar jangan banyak mikirlah cari mudah dan cepat aja” (komentar teman kampus).

Fenomena, sebagian mahasiswa ingin cepat siap sedangkan aku tidak ingin seperti itu, semester terus berputar sampai saat semester 7 semangat semakin membara menemukan jawaban akan arti jurusan, mencari jejak asaku, takdirku dan tujuanku kuliah rasanya hidupku hampa banget disaat itu pula aku berfikir hidup ini terlalu biasa saja mulai dari bangku SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, nikah, mati.

Begitu juga masalah skripsi kalau hanya ngejar cepat kelar kuliah, selanjutnya apa kalau kerja, berarti terlalu egois hidup mikirin diri sendiri aja. Sedangkan aku berharap beda dari level biasanya. Saat disemester 7 bukan berarti aku belum menemukan judul hanya saja manfaat akan penelitian ku terhadap masyarakat belum aku temukan. Akhirnya aku menjalani hariku beberapa bulan dengan mencari masalah karena jurusanku peternakan jadi, harapanku penyelesaiannya lebih ke masyarakat khususnya peternak dan petani.

Aku menemukan sosok dosen yang kugumi beliau alumni jepang setiap jam mata kuliahnya selalu kunanti, berharap ilmunya sedikit mengalir padaku. Sampai aku memutuskan aku memilih judul penelitian bidang yang sama, berbagai riset beliau kupelajari, buku-buku hasil penelitian beliau ku cari, aku semakin mantab. Berharap jalan penelitian skripsiku berjalan mulus sesuai anganku. Ternyata tidak, banyak yang meresahkan pilihanku dosen pembimbingku terkenal killer, sibuk,  arogant dalam mendidik mahasiswa/i bimbingannya dan satu lagi penelitian dengan beliau terkenal butuh waktu  lama. Inilah aku,  suka melakukan sesuatu yang diresahkan semakin orang lain berkata jangan maka aku semakin melakukan berawal dari pilihan jurusan, sampai judul skripsiku orang lain terus berkomentar. Tetapi hidup pilihan aku nikmati aja.

Sekretaris Prodi  VS Calon Dosen Pembimbing

Setelah diskus dengan dosen pembimbing yang lumayan susah ditemui karena jadwal beliau yang padat, hampir satu bulan rencana tertunda, waktu itu 13 agustus 2016 akhirnya aku diskusi dengan dosen pembimbing diskusi  judul yang cocok  untuk diajukan dan kesediaan beliau sebagai pembimbing, diskusi yang mengagumkan sebelum pengajuan itu dimulai beliau bertanya “apa yang kamu inginkan dari saya, sebelum kamu melangkah lebih jauh pastikan kamu tidak lembek, kamu harus rajin kalau tidak siap silahkan mundur”. Calon dosen pembimbing pilihan ku terkenal terstruktur malakukan sesuatu, mesti dengan alur yang jelas, didikan jepang melekat padanya. Setelah diskusi beberapa kali, judul yang aku ajukan ditanda tangani dan mesti dilapor ke sekretaris  prodi  harapanku cuman satu  saat itu, disetujui.Ternyata ditolak lantaran calon dosen pembimbingku terlalu banyak anak bimbingannya ”kamu yakin dengan pilihanmu, kakak kelasmu aja belum lulus kok kamu malah pilih pak Aman” (Saran sekretaris prodi).

Karena keyakinanku begitu kuat harus dengan pembimbing pilihanku, beberapa kali bolak balek prodi hasilnya tetap nihil, sampai ibu sekretaris binggung denganku yang sangat-sangat ingin dibimbing pak Aman. Ibu itu kasih saran aku bisa dibimbing beliau jika kakak leting sudah siap maka sebaiknya dengan dosen lain saja. Aku tersenyum dan mengatakan, terimakasih bu akan saya pertimbangkan. Waktu terus berlalu sepertinya semangatku jatuh tak bertepi, aku tak mau memikirkan penelitianku lagi.

Galau Judul

Saat teman seangkatan hampir semua seminar, galau dapat penguji yang kritis aku belum menemukan titik terang ceritaku, aku putuskan beralih judul bagian Nutrisi ternak  atau bagian mikrobiologi saat pilihan serasa tepat tiba-tiba fikranku goyah jika aku penelitian ini, dengan dosen pembimbing itu, kira-kira aku mampu dan apa manfaat yang aku lakukan untuk mereka (read petani peternak) penelitian mikrobiologi, nutrisi, sapi potong itu merupakan penelitian paforit ditingkatku alih-alih dosennya baik dan selesai cepat siapa yang tidak tergiur. Hal ini, tidak bisa disalahkan juga toh, hidupkan pilihan tapi aku tidak salah juga jika tujuanku adalah membantu orang lain, bermanfaatkah serta keuntungannya untuk  orang lain apa?itu saja keinginanku. Setidaknya ketika aku tamat, ada hal yang bisa kulakukan tentunya sesuai kemampuanku. Latar belakang penelitianku  semakin kuat  ketika hampir saja beralih judul tiba-tiba aku baca artikel melalui smartphoneku “Peternak Ayam Tak Berdaya” yang intinya adalah kondisi bisnis prunggasan yang dikuasai oleh kaum kapitalisme dimana rakyat hanya mampu memelihara ayam tetapi DOC (anak ayam umur sehari) masih dibeli dengan harga dan kondisi yang tidak sewajarnya. Kejam? Begitulah kapitalisme. Hal semacam ini sulit dipejuangkan dengan dialog-dialog, kecuali para sarjana muda langsung bertindak terjun kelapangan, karena pemerintah tak akan mampu pula membenahi jika bukan sarjana dan masyarakat tidak bergerak. Belum lagi daerah Aceh begitu konsuptif akan permintaan telur, ayam yang semakin meningkat, wong, Aceh itu luas. Masyarakatnya banyak tetapi anehnya untuk hal telur dan DOC saja belum terselesaikan. Kini saatnya Aceh menjadi produktif bukan terus-terusan menjadi penonton dan konsuptif.

Sahabat dekatku rata-rata ambil penelitian mikrobiologi, sapi perah, sapi potong. Toh, ilmu bagusnya bervariasi apa salahnya aku bersabar fikirku, keyakinanku semakin tepat, tetap dengan judul bidang perunggasan. Akan kuputar balikkan kata-kata orang yang menyepelekanku seberapa pun kecilnya usahaku untuk memperbaiki perekonomian daerah setidaknya tujuanku mulia demi peternak dan mengurangi pengangguran dengan membuka breeding di Aceh, penelitian skripsi ini salah satu jalan pembelajaranku.

Banyak yang jijik dengan ayam, tapi tidak ada yang menolak ayam goreng crispy apalagi KFC, telur yang merakyat tak kenal miskin kaya harga murah tapi tinggi akan gizi. Protein hewani penting untuk tubuh semua lengkap pada bidang peternakan susu, telur, daging justru tanpanya generasi tak akan cerdas. Lihat saja orang barat setiap hari wajib minum susu sedangkan indonesia hanya sebagian dan itupun untuk golongan atas, itu hanya masalah kecil bukan, belum lagi hasil riset mereka yang begitu mengagumkan ayam rata-rata 8kg bahkan hampir diusahakan mendekati kambing, lah kita indonesia BB ayam unggul 2 kg aja masih sulit, telur jumbonya, ± 95gram, lah Indonesia 35-65gram paling sering, sapinya dengan PBB (Pertambahan Berat Badan) 2kg / hari lah kita khususnya Aceh 0,8 kg aja sulit dan masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan.

Tuhan memberikan ku pilihan yang dibutuhkan bukan, yang ku inginkan

Jawaban jurusanku telah kutemukan, Karena aku yakin mampu berusaha melewati dan menyelesaikan persoalan peternakan Indonesia khususnya Aceh setelah penantian dua bulan kakak leting yang dengan dosen pembimbing pilihan ku selesai mereka peneilitian tim terdiri dari  empat orang, sebenarnya aku tidak tau arti penolakan oleh sekretaris prodi bulan lalu,  padahal setiap pembimbing diizinkan membimbing delapan mahasiswa artinya masih ada empat sisa qouta pak Aman membimbing mungkin inilah arti perjuangan. Aku hanya dituntut untuk sabar sebentar saja. Siapa yang sangka Dr. Ir. M. Aman Yaman. M. Agric. Sc dosen pembimbing pertamaku lolos proposal yang diadakan Ristekdikti Alhamdulillah aku mendapat tawaran melanjutkan proyek beliau. Aku dapat ilmu dari beliau dan tentunya keringanan biaya, riset yang dilakukan bidang Ayam Kampung Unggul yaitu ALPU (Ayam Lokal Pedaging Unggul) panen 6 minggu. Sedikit akan aku ceritakan ALPU ini merupakan nama yang dipopulerkan untuk membedakan antara ayam kampung pedaging asli lokal, dimana ALPU diturunkan melalui proses panjang dari induk dan pejantan yang telah melewati tahapan seleksi, dan memenuhi sebagai ayam yang lebih produktif dibandingkan ayam lokal asli ( Aman, 2010). Riset ini sudah dilakukan dari F1 – sekarang F11. Dan karena basic penelitian ini Ayam Kampung unggul maka aku lebih memilih judul bagian kualitas telur karena berhubungan juga dengan tujuanku bahwa kedepan tidak ada lagi inpor telur dari kota provinsi tetangga ke Aceh, dan menghemat pakan dengan memanfaakan hijauan, tetapi tetap mempertahankan kandungan gizinya. Maka aku ingin mendalami ilmunya dengan judul penelitianku  “Pemberian Pakan Fermentasi Berbasis Tepung Daun Indigofera Sp. Terhadap Produksi dan Kualitas Telur Ayam Kampung” akhirnya aku seminar proposal sedikit lega setidaknya, ada sedikit cahaya akan kemana arah profesiku.  Kini aku sedang penlitian tugas akhir dan aku semakin cinta dengan dunia penelitianku hampir berjalan 5 bulan lelah memang mulai belajar dilab sampai malam, karena jadwal pembimbing yang susah demi mendapatkan ilmu aku dan teman-teman satu tim tetap semangat, persiapan kandang, seleksi ayam yang menjadi indukan, kasih pakan minum secara adlibitum setiap hari, penelitian dilapangan rutin dan terakhir riset ini akan dilakukan di lab analisis kualitas telur walau aku sedikit telat wisuda tidak terkejar 3,5 tahun tetapi setidaknya siap kuliah ada hasil dari cerita perjuanganku mengapai Sarjana.  Karena sejatinya keberhasilan mahasiswa tidak diliat dari siapa cepat selesai skripsi tapi seberapa besar pemahaman akan arti manfaat skripsi itu terhadap masyarakat. Jadi, Kelarkan sarjanamu dengan mempertimbangkan manfaat yang aflikatif bukan hanya sekedar kejar cepet-cepetan kelar kuliah. Salam Sukses anak kandang.

Lampiran Perjuangan Penelitianku yang penuh suka dan duka, Alhamdulillah sekarang penelitianku hampir siap 85%, dan Insya Allah segera seminar hasil dan sidang. Aamin

Salah satu buku bapak pembimbing hasil riset sebelumnya ayam kampung unggul

 

Formulasi pakan perlakuan penelitian dengan dosen pembimbing pukul 19.30 – 22.00 wib

 

Pengambilan daun Indigofera Sp. Untuk dimanfaatkan sebagai pakan ayam Pengambilan daun Indigofera Sp. Untuk dimanfaatkan sebagai pakan ayam Penelitian Tugas Akhir Telur ayam kampung dengan memanfaatkan pakan hijauan Analisis Kualitas Telur dilab

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/4″ css=”.vc_custom_1494420872948{background-color: #f1f1f1 !important;}”][vc_widget_sidebar sidebar_id=”sidebar_page”][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern”][vc_column][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern”][vc_column][vc_column_text]

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *