Asteroid Psyche, yang berada di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter, menjadi salah satu objek luar angkasa yang paling menarik perhatian para ilmuwan. Dengan estimasi nilai logam yang mencapai $100,000 quadriliun, Psyche bukan hanya sekadar batu luar angkasa biasa. Studi terbaru mengungkapkan bahwa asteroid ini mungkin memiliki sejarah unik berupa erupsi logam cair yang menghiasi permukaannya. Fenomena ini, yang disebut sebagai “ferrovolkanisme,” memberikan wawasan baru tentang asal-usul asteroid ini dan potensi materialnya.
Keunikan Asteroid Psyche
Psyche memiliki bentuk menyerupai kentang dengan diameter sekitar 140 mil (226 kilometer). Salah satu hal yang membuat asteroid ini begitu unik adalah permukaannya yang sangat mengilap. Berdasarkan pengukuran radar, permukaan Psyche memantulkan hampir sepertiga dari sinar matahari yang mengenainya, menjadikannya dua kali lebih reflektif dibandingkan kebanyakan asteroid lainnya. Para ilmuwan menduga bahwa kilauan ini berasal dari kandungan logam yang tinggi, terutama besi dan nikel.
Samuel Courville, seorang ilmuwan planet dari Arizona State University, menggambarkan Psyche sebagai “relik dari awal pembentukan tata surya.” Beberapa teori bahkan menyebutkan bahwa Psyche mungkin merupakan inti planetesimal—blok bangunan planet—yang terekspos akibat proses kosmik tertentu.
Namun, meskipun permukaan Psyche kaya akan logam, penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa massa dan volume asteroid ini tidak sepenuhnya terdiri dari logam. Kepadatan Psyche diperkirakan berada di antara 3.700 hingga 4.100 kilogram per meter kubik—lebih padat daripada kebanyakan asteroid, tetapi hanya setengah dari kepadatan yang diharapkan jika seluruhnya terbuat dari besi dan nikel. Hal ini menunjukkan bahwa sementara sebagian besar massa asteroid mungkin tidak berbahan logam, lapisan luar asteroid memiliki mantel kaya logam.
Teori Ferrovolkanisme
Salah satu teori yang paling menarik perhatian adalah kemungkinan adanya ferrovolkanisme pada asteroid Psyche. Ferrovolkanisme adalah proses vulkanisme yang melibatkan erupsi logam cair, bukan magma berbatu seperti yang terjadi di Bumi. Menurut Courville, fenomena ini mungkin terjadi pada masa awal pembentukan Psyche.
Pada tahap awal pembentukannya, inti logam Psyche diperkirakan mulai memadat dari bagian luar ke dalam. Proses ini menyebabkan bagian dalam inti menjadi lebih kaya akan elemen ringan, menciptakan perbedaan densitas antara bagian inti luar yang padat dan bagian dalam yang cair. Ketidakseimbangan tekanan ini memicu logam cair untuk menembus lapisan mantel dan keluar ke permukaan asteroid melalui ventilasi, menciptakan aliran logam mirip lava.

Studi Model Komputer
Untuk menguji kemungkinan terjadinya ferrovolkanisme di Psyche, Jaap Jorritsma dari Delft University of Technology dan Win van Westrenen dari Vrije University di Amsterdam melakukan simulasi komputer. Mereka menciptakan model kimia asteroid berdasarkan tiga jenis meteorit: EH-chondrites (meteorit berbatu langka dengan kandungan besi rendah), H-chondrites (meteorit berbatu umum dengan kandungan besi sedang), dan mesosiderites (meteorit langka dengan kandungan besi tinggi).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk ferrovolkanisme terjadi, Psyche harus memiliki kandungan logam yang tinggi, terutama besi. Kandungan besi yang rendah hanya menghasilkan inti kecil dengan tekanan internal yang tidak cukup untuk mendorong magma keluar ke permukaan. Dari ketiga jenis meteorit tersebut, mesosiderites dianggap paling mungkin menjadi komposisi kimia utama Psyche karena kandungan besinya yang tinggi. Sementara H-chondrites juga dapat mendukung ferrovolkanisme, hal ini hanya terjadi jika densitasnya cukup tinggi. Sebaliknya, EH-chondrites dianggap tidak mungkin menjadi bagian dari komposisi Psyche karena kandungan besinya yang sangat rendah.
Misi NASA: Harapan untuk Bukti Baru
NASA saat ini sedang menjalankan misi untuk mempelajari asteroid Psyche secara lebih mendalam. Pesawat ruang angkasa Psyche dijadwalkan tiba di asteroid tersebut pada Juli 2029 dan akan menghabiskan waktu dua tahun untuk memotret permukaan serta mengumpulkan data spektroskopi. Para ilmuwan berharap data ini akan memberikan bukti visual tentang keberadaan aliran logam cair atau endapan besar logam di permukaan asteroid, yang akan mendukung teori ferrovolkanisme.
Courville menyebutkan bahwa gambar-gambar close-up dari permukaan Psyche akan menjadi kunci untuk memahami sejarah geologisnya. Jika ditemukan aliran logam dalam jumlah besar atau endapan logam yang signifikan, maka hal itu akan menjadi indikasi kuat bahwa ferrovolkanisme pernah terjadi pada masa lalu asteroid tersebut.
Kesimpulan
Asteroid Psyche adalah salah satu misteri terbesar di tata surya kita. Dengan nilai material yang sangat besar dan sejarah geologi yang unik, objek ini menawarkan peluang luar biasa bagi para ilmuwan untuk memahami lebih dalam tentang proses pembentukan planetesimal dan dinamika awal tata surya. Studi terbaru tentang kemungkinan ferrovolkanisme memberikan wawasan baru tentang bagaimana asteroid ini memperoleh mantel logamnya yang mengilap.
Misi NASA ke Psyche pada tahun 2029 akan menjadi langkah penting berikutnya dalam mengungkap rahasia asteroid ini. Dengan teknologi canggih dan analisis mendalam, kita mungkin akan menemukan bukti nyata tentang fenomena vulkanisme logam dan memahami bagaimana proses tersebut membentuk salah satu harta karun kosmik terbesar di tata surya kita.
REFERENSI
Live Science. $100,000 quadrillion asteroid Psyche may be the product of metal volcanoes, study hints. Diakses 13 Januari 2026.
NASA Science. Asteroid Psyche overview. Diakses 13 Januari 2026.
NASA Psyche Mission Overview. NASA’s Psyche mission to metal-rich asteroid. Diakses 13 Januari 2026.
NASA JPL. NASA’s Psyche Mission Has a Metal World in Its Sights. Diakses 13 Januari 2026.

