Aplikasi Komputer yang Mampu Membedakan Senyum Tulus dan Senyum Palsu

Aplikasi Komputer yang Mampu Membedakan Senyum Tulus dan Senyum Palsu

Tersenyum merupakan salah satu aktivitas yang paling mudah untuk dilakukan. Memberikan senyuman kepada seseorang faktanya bisa membuat hati menjadi lebih bahagia dan tentu saja dengan tersenyum juga dapat membuat wajah seseorang terlihat lebih cantik, awet muda, dan panjang umur. Hal ini terbukti dengan dilakukannya penelitian pada tahun 2010 kepada para pemain Baseball Major League. Penelitian tersebut didasarkan pada 150 foto dari tahun 1952. Mereka yang tersenyum dengan tulus atau asli atau istilah lainnya senyum Duchenne memiliki usia yang lebih panjang yakni hampir 80 tahun, yang tersenyum dengan setengah hati, hidup hingga usia 75, dan sisanya yang tidak tersenyum sama sekali hanya hidup sampai usia 72 tahun [1]. Akan tetapi penelitian tersebut bukan menjadi faktor utama lama hidupnya seseorang, melainkan dari melihat senyuman yang diberikan seseorang dapat dilihat bagaimana dia menjalani kehidupannya.

Selain menunjukkan bentuk kebahagiaan, senyuman juga dapat menunjukkan tanda bahwa seseorang dalam keadaan emosional yang tidak baik. Biasanya orang yang sedang mengalami suatu masalah akan tersenyum dengan terpaksa atau istilah lainnya tersenyum palsu. Dalam jurnal Advanced Engineering Informatics yang berjudul “A genuine smile is indeed in eyes – The computer aided non-invasive analysis of the exact weight distribution of human smiles across the face” membahas tentang cara mengidentifikasi senyuman tulus atau palsu berdasarkan pendekatan komputasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan penelitian mengenai senyum dengan analisis komputasi dengan menentukan distribusi dari ekspresi senyuman pada wajah. Selain itu, hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa senyum tulus dapat dilihat di area sekitar mata seperti halnya penelitian pada bidang psikologi.

Penelitian pada Bidang Psikologi dan Sosial

Mendeteksi dan menganalisis ekspresi wajah merupakan salah satu penelitian yang dilakukan dalam ilmu psikologi. Terdapat dua metode yang digunakan, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan sensor (facial electromyography) atau EMG dan eksperimen sosial. Facial electromyography (EMG) digunakan untuk mendiagnosis aktivias otot wajah dengan menggunakan elektroda. Cara tersebut terbukti efektif untuk membedakan senyum Duchenne (tulus) dan non-Duchenne (palsu). Hasilnya juga menunjukkan bahwa senyuman tulus terjadi secara spontan sedangkan senyum palsu tidak dan terjadi perbedaan pergerakan pada otot-otot wajah.

Metode eksperimen sosial dilakukan dengan menganalisis reaksi para responden dan mempengaruhi mereka agar menunjukkan senyuman tulus dan senyuman palsu. Eksperimen tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bernstein dan rekan [2] dengan mempertanyakan ketertarikan seseorang (individu) terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Para responden diberikan tugas untuk menuliskan essay mengenai pekerjaan yang disukai dan tidak disukai. Setelah itu para responden diberikan kesempatan untuk melakukan 16 poin level penilaian mengenai kepunyaan, kontrol diri, menghargai diri sendiri, dan arti dari eksistensi berdasarkan pengalaman yang pernah dialami. Hasilnya menunjukkan bahwa para responden yang menyukai pekerjaan bersifat individu lebih sering menunjukkan senyum yang tulus dibandingkan secara berkelompok.

Penelitian juga dilakukan di Negara China dimana Mai dan rekan melakukan eksperimen sosial untuk menunjukkan kemampuan orang-orang China mengidentifikasi senyuman tulus atau palsu. Penelitian ini melibatkan 100 partisipan yang ditanya tentang 20 video untuk mengidentifikasi senyum asli atau palsu. Setelah menonton video tersebut, partisipan diberikan satu pertanyaan,”Bagian manakah dari wajah yang menunjukkan bahwa senyum itu tulus atau palsu?” Survey tertinggi menunujukkan bahwa mata adalah bagian paling akurat dari wajah yang mampu memberikan informasi bahwa senyuman yang terbentuk pada wajah tulus atau palsu.

Identifikasi Bentuk Senyuman dengan Analisis Komputasi

Selain dalam bidang psikologi dan sosial, penelitian mengenai senyuman juga dilakukan dalam bidang komputasi.  Terdapat tiga tahapan yang digunakan, pertama objek penelitian yang digunakan berdasarkan video yang menjadikan wajah sebagai pusat identifikasi. Tiga bagian wajah yang paling utama adalah mata, pipi, dan mulut. Kedua, untuk mendeteksi perubahan di area utama wajah (mata, pipi, dan mulut) dengan cara menggunakan algoritma untuk mengukur perpindahan di area wajah. Dan tahap terakhir, dengan menggunakan algoritma optical atau optical flow algorithm diperoleh hasil pengukuran antara gerakan yang terjadi di area sekitar dan seluruh pergerakan yang terjadi di wajah. Berikut ini adalah bentuk flowchart yang memperlihatkan deteksi sekitar wajah dan area utama yang menjadi pusat identifikasi penelitian.

Flowchart dari analisis komputasi untuk mendeteksi perubahan bentuk senyuman [5]

Digunakan dua dataset yang berbeda, masing-masing memiliki tipe spesifikasi antara senyuman tulus dan senyuman palsu yaitu CK+ dataset dan MUG dataset.

CK+ dataset mengandung metadata yang diidentifikasi dengan AUs, hal yang ingin difokuskan pada dataset ini adalah enam bentuk emosi dasar – bahagia, terkejut, marah, khawatir, memberontak, dan sedih.   Digunakan 82 subjek yang menunjukkan ekspresi senyum palsu yang diperoleh dari foto yang dipotret dari kamera dengan penggunaan flash light [3]. Sedangkan, MUG dataset memiliki 52 subjek yang diambil dari suku Caucasian yang berusia antara 20 sampai 35 tahun yang dipengaruhi untuk menunjukkan bentuk-bentuk emosi pada wajah mereka [4]. Subjek direkam ketika mereka menonton suatu video dengan tujuan mengetahui ekspresi emosional mereka. Kamera tersebut mampu merekam 19 frame per detik dengan ukuran 896 pixels. Berikut adalah gambar yang menunjukkan hasil dari CK+ dataset dan MUG dataset.

Sample Gambar berdasarkan dataset. (a) Gambar dari CK+ dataset, (b) Gambar dari MUG dataset [5]

Hasil utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk weight distribution pada wajah yang berkespresi antara senyum tulus dan senyum palsu. Eksprimen yang dilakukan juga bertujuan untuk  menunjukkan perbedaan antara weight distribution yang dihitung secara komputasi dengan optical flow algorithm dan menentukan perhitungan pasti dari weight distribution pada wajah secara individu untuk menunjukkan bentuk senyum tulus atau palsu.

Untuk memahami lebih lanjut dari hasil tersebut, pada percobaan kedua diperoleh bentuk dari hasil teratas berdasarkan rata-rata dan standard deviasi untuk setiap sampel senyuman pada subjek dari kedua dataset untuk bentuk mulut, pipi, dan mata adalah  . Berikut adalah diagram yang menunjukkan rata-rata dan standard deviasi yang diperoleh berdasarkan gerakan mata, pipi, dan mulut pada CK+ dataset dan MUG dataset.

Rata-rata dan Standard Deviasi berdasarkan gerakan mata, pipi, dan mulut pada CK+ dan MUG dataset [5]

Diperoleh perbedaan pada area mulut dan pipi pada CK+ dataset dan MUG dataset. Pada MUG dataset, area sekitar mulut mengalami kenaikan hingga 79% dan di pipi mengalami kenaikan 53% dibandingkan dari hasil yang diperoleh pada CK+ dataset. Untuk area mata, dibandingkan pada CK+ dataset, kenaikan pada MUG dataset adalah 122%.

Untuk mengidentifikasi senyuman tulus atau palsu dapat dilihat dari hasil weight distribution berdasarkan pengamatan pada area spesifik seyum (mulut, pipi, dan mata). Berikut adalah bentuk dari weight distribution baik dari CK+ dataset maupun MUG dataset.

Diagram Weight Distribution pada CK+ dan MUG dataset [5]
Weight Distribution dari Area yang dipilih dalam MUG dan CK+ dataset [5]

Berdasarkan grafik weight distribution diatas, dapat disimpulkan bahwa bentuk senyuman tulus atau palsu pada wajah dapat dideteksi dengan melihat pada bagian mulut dan pipi. Selanjutnya, berdasarkan flow distribution diperoleh bahwa mata menjadi bagian paling akurat untuk mendeteksi apakah senyuman tersebut tulus atau palsu. Diperoleh hingga 10% aktifitas sekitar mata mengidentifikasi senyuman tersebut adalah senyum tulus. Sehingga dapat disimpulkan area pada wajah yang paling utama untuk mengidentifikasi ketulusan atau kepalsuan dari senyuman adalah pada bagian mata.

Referensi:

[1] Tempo.co. 2013. “13 Fakta Menarik tentang Senyuman”. Kecantikan, 11 Mei 2013 (https://gaya.tempo.co/read/479514/13-fakta-menarik-tentang-senyuman) diakses pada tanggal 22 September 2019.

[2] M.J.Bernstein, et al. 2010. “A Preference for Genuine Smiles Following Social Exclusion”. J. Exp. Soc. Psychol. DOI: 10.1016/j.jesp.2009.08.010.

[3] P. Lucey, et al. 2010. “The Extended Cohn-kanade Dataset (ck+); a Complete Dataset for Action Unit and Emotion Specified Expression”. IEEE Computer Society Conference and Computer Vision and Pattern Recognition-Workshops. DOI: 10.1109/CVPRW.2010.5543262.

[4] N. Aifanti, et al. 2010. “The Mug Facial Expression Database”. 11th International Workshop on Image Analysis for Multimedia Interactive Services WIAMIS 10, 2010.

[5] Ugail.H, Al-dahoud A. 2019. “A Genuine Smile is Indeed in the Eyes – The Computer Aided non-Invasive Analysis of The Exact Weight Distribution of Human Smiles Across The Face”. Advanced Engineering Informatics, July 19, 2019. DOI: 10.1016/j.aei.2019.100967.

Ternyata Para Pelaku Bullying di Sosial Media Memiliki Gangguan Psikologis lho! Yuk Kenali Faktor Penyebabnya

Bullying Cara Baru, Bullying via Online

Di era kemjuan teknologi saat ini tidak sah rasanya jika tidak melengkapi gadget-gadget yang dimiliki dengan berbagai fitur sosial media, seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, WhatsApp, Line, dan lainnya. Sosial media merupakan fitur yang digunakan penggunanya untuk berbagai macam aktivitas, seperti bertukar kabar, berbisnis, atau hanya untuk mencari informasi atau menghilangkan kebosanan.

Akan tetapi, selain memiliki sisi positif sosial media juga memiliki sisi negatif. Salah satu dampak negatif dari penggunaan sosial media adalah semakin bebasnya seseorang mengakses apapun yang dia inginkan. Misalnya saja para pengguna Instagram. Terdapat ribuan bahkan jutaan postingan yang dapat dilihat pada laman instagram, konsekuensinya akan semakin banyak orang yang akan memberikan komentar terhadap apa yang kita posting, seperti halnya postingan para influencer atau yang lebih dikenal dengan selebgram.

Penelitian dari We Are Social bekerja sama dengan Hootsuite, menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan orang Indonesia dalam menggunakan sosial media adalah 3 jam 23 menit dalam sehari. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada tanggal 30 Januari 2018 dengan judul “ Essential Insight Into Internet, Social Media, and E-Commerce Around The World” , diperoleh bahwa pengguna sosial media aktif di Indonesia mencapai 130 juta dengan presentasi 49% dari total 265,4 juta jiwa penduduk Indonesia. Sebagian besar pengguna sosial media adalah remaja dalam rentang usia 14-24 tahun. Aplikasi sosial media yang paling banyak digunakan oleh kalangan remaja adalah WhatsApp, Facebook, Instagram, dan disusul oleh Line diurutan keempat.

Usia remaja merupakan usia yang sangat mudah mendapatkan pengaruh dari berbagai macam aspek, salah satunya dari aktivitas yang mereka lakukan di sosial media. Hasil survey terbaru menunjukkan bahwa 11.000 remaja perempuan dan laki-laki di Inggris menujukkan gejala depresi terkait aktifitas mereka di sosial media. Berdasarkan riset tersebut remaja perempuan memiliki tingkat depresi dua kali lipat dibandingkan remaja laki-laki, hal ini disebabkan beberapa faktor seperti cyber bullying (body shaming) dan pelecehan seksual.

Banyak faktor yang menyebabkan adanya komentar negatif di sosial media. Salah satunya kurangnya kesadaran pengguna dalam memahami makna berinteraksi di dunia nyata dengan dunia maya. Sosial media merupakan fitur yang disediakan di dunia maya. Berbagai macam manusia dari berbagai kalangan dengan mudah mengakses sosial media dan memberikan komentar terhadap postingan dari satu orang di Negara A kepada orang di Negara B tanpa perlu mengenal terlebih dahulu. Dalam dunia maya seseorang menjadi ‘anonymous’ yang berarti setiap orang bisa menjadi siapa pun dan apapun yang diinginkan. Hal ini menimbulkan kurangnya sifat bertanggung jawab pada diri terutama dalam berbicara di sosial media. Setelah berkomentar negatif, kita tidak peduli apakah kata-kata tersebut menyakiti hati orang yang kita komentari atau tidak.

Akhir-akhir ini semakin banyak akun ‘anonymous’ yang menjamur di sosial media. Hal ini menyebabkan munculnya akun-akun yang bersifat shitposting. Shitposting merupakan postingan di sosial media yang sifatnya mengejutkan, ofensif, unfaedah dan disebut juga postingan sampah.

Dampak yang ditimbulkan dari shitposting beragam. Terkadang postingan yang terlihat “unfaedah” memiliki dampak yang postitif dan terkadang juga negatif. Seperti halnya akun pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden sosial media, Nurhadi-Aldo. Akun ini dibuat oleh komunitas yang resah karena banyaknya tindakan black campaign yang muncul di sosial media. Banyak netizen yang merasa terhibur dengan postingan berupa meme.

sumber: instagram

Selain menghibur, akun ini juga mengedukasi masyarakat tentang politik. Akan tetapi, akun ini juga mengandung unsur ‘mesum’ sehingga banyak menimbulkan kontroversial dari warganet.

sumber: twitter.com

Postingan ini memunculkan beragam komentar yang juga mengandung unsur pornografi. Hal inilah yang menjadikan akun ‘anonymous‘ bebas memposting apapun yang dia inginkan. Seperti pada akun Nurhadi-Aldo tersebut, mungkin niat dari pemilik akun ingin menghibur akan tetapi pemilihan kata yang digunakan mengandung unsur pornografi dan berbahaya jika “dikonsumsi” oleh anak dibawah umur.

Dalam ilmu psikologi, kita dapat mengetahui kondisi psikologis orang-orang yang suka berkomentar negatif maupun melakukan cyber bullying. Terdapat lima faktor utama yaitu:

1. Adanya pemisahan identitas diri (Identify Disorder)
Cara berkomunikasi dalam dunia nyata dan dunia maya sangat berbeda. Di kehidupan nyata seseorang yang berkomunikasi secara langsung dapat melihat interaksi dari lawan bicaranya, sehingga kalimat yang akan diucapkan dapat dikontrol agar lebih sopan. Berbeda halnya apabila kita berkomunikasi di dunia maya, kita bermaksud untuk menulis kalimat A tetapi orang memahami maksud kita dengan pengertian B (miskonsepsi).

Selain itu, di dunia maya pula setiap orang bebas menjadi siapapun. Seperti halnya akhir-akhir ini media sosial di Indonesia dipenuhi dengan postingan mengenai keunggulan dan kekurangan dari masing-masing paslon capres dan cawapres. Seharusnya akan lebih afdhol jika status mengenai politik dibahas oleh Ahli di bidang politik, akan tetapi di zaman sekarang semua orang bebas berkomentar dan membuat postingan mengenai politik demi mengunggulkan capres dan cawapres yang mereka dukung tanpa mempedulikan latar belakang mereka. Sehingga timbullah banyak sekali kalimat-kalimat singgungan yang bisa menjerat penulisnya dalam UU ITE.

Dalam ilmu psikologi, fenomena ini disebut dissociative anonymity. Seseorang akan melepaskan identitas aslinya ketika mereka sedang menjelajahi dunia sosial media. Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak orang yang suka berkata tidak baik di sosial media (dikenal dengan istilah bad word), hal ini pulalah yang membuat para pelakunya enggan untuk mengakui perbuatannya di dunia nyata.

2. Invisibility
Apabila kita berkomunikasi dengan seseorang di dunia maya, orang yang kita ajak berbicara tidak mengetahui bagaimana ekspresi wajah kita. Dan memang dalam menggugah postingan di sosial media tidak ada aturan untuk meminta izin kepada teman-teman atau para followers kita di akun yang kita miliki. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesalah pahaman antara yang memposting dengan pengkomen postingan kita.

3. Memberikan komentar pada postingan lama
Istilah lainnya adalah umpan balik yang lambat. Misalkan ada seorang yang baru saja viral karena salah satu postingannya di sosial media. Karena keterkenalannya banyak orang yang menjadi ingin tahu lebih banyak mengenai unggahan yang sering diuploadnya atau istilah zaman now nya ‘stalker’-in postingan si orang viral tadi sampai akhir. Di tengah stalkingannya dia melihat ada unggahan yang menunjukkan tentang fisik si pemilik akun yang dirasa si stalker jelek di matanya. Kemudian, dia berkomentar buruk tentang fisik si orang viral tersebut. Karena komentar negatifnya tersebut, si orang viral merasa sakit hati. Lantas apakah dengan berkometar negatif kamu merasa lebih lega?

4. Terlalu terlena dengan dunia maya
Zaman sekarang, untuk menjadi terkenal terutama di dunia maya sangatlah mudah. Cukup membuat unggahan yang ‘anti main stream’ lalu dilihat oleh banyak orang dan terus disebarkan ke berbagai sosial media maka siapapun bisa terkenal dan bahkan dalam sekejap langsung mendapatkan jutaan followers, masuk TV, dan mendadak banjir endors-an.

Internet dan sosial media memang menawarkan segala kenikmatan di dunia maya. Akan tetapi, tidak semua postingan yang viral tersebut bermuatan positif. Banyak kita jumpai seseorang yang memposting mengenai ujaran kebencian, menghina suatu tokoh atau agama tertentu. Apakah hanya dengan cara seperti ini Anda ingin terkenal? Atau apakah dengan Anda menguggah segala kemewahan yang Anda miliki akan banyak orang yang semakin mengelu-elukan Anda? Ingatlah, sosial media hanyalah dunia maya yang hanya menawarkan kesenanga tipuan. Jadi, janganlah terlalu terlena dengan keviralan Anda di sosial media.

5. Cyber Bullying
Berbicara atau bersikap dengan tujuan menghina atau merendahkan orang lain bisa dikatakan dalam sikap bullying. Akhir-akhir ini, banyak sekali komentar orang-orang yang mengarah pada sikap bullying, terutama berkomentar tentang fisik. Sebagian orang merasa bahwa dirinya hanya bercanda dengan ucapannya akan tetapi, apakah Anda tidak memikirkan bagaimana perasaan orang yang Anda ejek? Apakah dengan mengatakan keburukan fisiknya , dia langsung berubah menjadi lebih kurus, gemuk, atau cantik seperti yang Anda mau?

Berhentilah bersikap seperti itu, keadaan psikologis setiap orang berbeda-beda. Bisa saja orang yang Anda ejek sedang mengalami stress berat dalam hidupnya. Karena Anda mengejeknya dia merasa lebih tertekan dan bahkan sampai ingin mengakhiri hidupnya.

Itulah 5 faktor utama yang menyebabkan seseorang suka membully di sosial media. Untuk mengurangi tindakan bullying dan sejenisnya di sosial media akan lebih efektif apabila menjadikan identitias diri kita di sosial media sebagai seorang yang berkepribadian lebih baik, misalnya saja jika kita memiliki hobi membaca buku-buku motivasi, maka akan lebih baik nilai-nilai yang disampaikan dari buku yang kita baca kita jadikan postingan untuk memotivasi orang banyak terutama para warganet di sosial media. Bisa jadi dengan postingan tersebut banyak orang yang membagikan dan kita yang memposting juga bisa menjadi terkenal karena kebaikan kita dan bukan sebagai sosok ‘anonymous‘ yang menebarkan kebencian.

Alangkah lebih bijaknya di tahun 2019 ini, kita memposting segala sesuatu yang bermanfaat dan dapat menjadikan pelajaran untuk orang banyak. Bukan malah menimbulkan konflik yang berujung kerugian bagi kedua belah pihak. Yuk, bijak dalam bersosmed!

Referensi:

Olahraga adalah Aktifitas Menyehatkan Mental bagi Penyandang Disabilitas

Olahraga adalah Aktifitas Menyehatkan Mental bagi Penyandang Disabilitas

Di tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah bagi pesta olahraga terbesar se-Asia bagi atlet-atlet berkebutuhan khusus (disabilitas), yaitu Asian Para Games 2018 yang diadakan 6-13 Oktober 2018. Indonesia menurunkan 425 kontingen terdiri atas 300 atlet dan 125 official [5]. Semoga diakhir event besar tersebut Indonesia dapat masuk ke juara 5 besar ya.

Pesta olahraga terbesar di Asia untuk atlet-atlet yang berkebutuhan khusus. Sumber: liputan6

Nah, sebelum membahas manfaat olahraga bagi kesehatan mental penyandang disabilitas, tahukah sahabat Warstek tentang segudang manfaat dari aktivitas berolahraga?

Olahraga merupakan salah satu aktifitas yang dapat menyehatkan tubuh. Selain menyehatkan, olahraga juga memiliki manfaat yang sangat baik  bagi psikologi manusia[1]. Diantara manfaat olahraga bagi psikologi atau mental adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi Depresi

Apabila kita melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga, otak akan mengaktifkan tiga hormon utama yaitu norepinephrine, dopamine dan serotonin. Peneliti mengungkapkan apabila otak kekurangan ketiga hormon tersebut maka sangat berpengaruh pada peningkatan depresi dan skizofernia. Sehingga, dengan berolahraga otak dapat terhindar dari rasa stress dan menjadi lebih rileks.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Rajin berolahraga dapat membentuk fisik yang kuat dan mental yang sehat. Dengan keadaan seperti itu, maka psikologis seseorang akan merasa lebih percaya diri. Studi di Amerika mengungkapkan bahwa seseorang yang beroahraga walaupun tidak berpenampilan ‘menarik’ merasa lebih percaya diri seperti orang lainnya yang memiliki fisik lebih sempurna.

  1. Mengurangi Stress

Berbagai macam aktifitas yang dilakukan dan banyaknya tuntutan pekerjaan menjadikan emosi naik turun sehingga akan lebih mudah stress. Untuk mengurangi tingkat stress, olahraga merupakan aktifitas yang paling efektif. Dengan berolahraga, pikiran-pikiran negatif dapat teralihkan untuk lebih rileks.

  1. Meningkatkan Kemampuan Otak

Berolahraga dapat menjadikan pikiran lebih fokus, sehingga pikiran, sehingga orang yang rajin berolahraga memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dibandingkan yang tidak berolahraga. Dengan berolahraga, darah mengalir lebih baik hingga ke otak. Dengan banyaknya aliran darah ke otak, maka kebutuhan oksigen di otak terpenuhi sehingga otak dapat lebih optimal untuk berfikir.

  1. Membuat Tubuh Rileks

Di dalam otak, terdapat gelombang alfa yang memiliki hubungan dengan tingkat rileks. Berolahraga merupakan cara yang paling efektif untuk meningkatkan aktifitas gelombang alfa, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan terhindar dari depresi.

  1. Menumbuhkan Rasa Bahagia

Hormon adrenalin, serotonin, dopamin, dan endorphin merupakan hormone-hormon yang dapat terangsang apabila seseorang melakukan aktifitas fisik, salah satunya berolahraga. Studi yang dilakukan di Inggris menyatakan sebanyak 83% penderita depresi, menjadi lebih tenang dan bahagia apabila melakukan aktifitas fisik.

  1. Membangun Karakter

Dalam berolahraga dikenal istilah fair play  dimana para pelaku olahraga diharuskan untuk memahami setiap peraturan dalam berolahraga, terutama olahraga kategori permainan. Dengan dikenalnya istilah tersebut, maka secara tidak langsung orang-orang yang suka berolahraga dapat membangun karakter yang baik pada dirinya.

Aktiiftas berolahraga tidak hanya diminati oleh orang tanpa kebutuhan khusus, akan tetapi banyak di antara kaum disabilitas (berkebutuhan khusus) meminati aktifitas berolahraga. Telah kita ketahui bahwa olahraga sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental. Menjadi seorang disabilitas bukanlah hal yang mudah, akan banyak hal-hal yang dapat mempengaruhi keadaan mental mereka. Oleh karena itu, berolahraga sangat baik untuk membantu kaum disabilitas, selain untuk menjaga kesehatan fisik juga sangat membantu untuk kesehatan mental dan psikologi mereka.

Menurut atlit  South African Sports Association for Physically Disabled dan International Paralympic Committee dan ahli okupasi, Hillary Beeton, bahwa dengan berolahraga dapat menyediakan wadah untuk keterampilan hidup. Menurutnya, berolahraga sangat bermanfaat untuk keadaan psikologi penyandang disabilitas. Mereka merasa mendapatkan harga diri, kepercayaan diri, dan meningkatnya kemampuan diri [2].

Secara umum, berolahraga dapat menjadi terapi fisik bagi penyandang disabilitas. Akan tetapi, sebagian dari mereka ada yang menjadikan olahraga sebagai hobi (gaya hidup) bahkan samapai ada yang menjadi atlit.. Bahkan sudah banyak para atlit seluruh dunia yang berprestasi gemilang tidak kalah dengan mereka yang ‘ability’ .

Pada tahun 1968, seorang penyandang disabilitas Eunice Kennedy Shriver mendirikan sebuah gerakan global yang dinamakan Special Olympics yang sudah diakui oleh International Olympics Committee (IOC) sebagai satu-satunya olimpiade olahraga khusus disabilitas intelektual dunia. Sekitar 170 negara ikut berpartisipasi menjadi bagian dari gerakan ini, salah satunya Indonesia dan resmi bergabung pada 9 Agustus 1989 dalam Special Olympics  ke-79. Terdapat 11 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu Atletik, Renang, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Sepak Bola, Bowling, Bola Basket, Bocce, Voli, Senam, dan Bola Tangan [3].

Selain ajang olahraga yang dinaungi Special Olympics, ada juga kompetisi olahraga bagi penyandang disabilitas lainnya, yaitu ajang Paralympic atau Paralimpiade, yaitu kompetisi olahraga yang diadakan setelah Sea Games dan Asian Games [4].

Menjadi disabilitas bukanlah keinginan bagi penyandangnya. Menjadi bagian dari kompetisi bergengsi di bidang olahraga merupakan salah satu dari sekian banyak cara bagi mereka untuk menunjukkan harga diri dan kepercayaan diri mereka. Mumpung masih suasana Asian Para Games 2018, Ayo dukung para Atlit Indonesia untuk meraih kemenangan dan mengharumkan bangsa. Semangat Para Inspirasi!

Referensi:

[1] Remaja. 2018. Manfaat Olahraga untuk Psikologis Remaja. http://www.sehatfresh.com/manfaat-olahraga-untuk-psikologis-remaja/ . (diakses pada 7 Oktober 2018)

[2] Sains. 2018. Studi: Olahraga Tingkatkan Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas. https://sains.kompas.com/read/2018/10/06/170000223/studi–olahraga-tingkatkan-kepercayaan-diri-penyandang-disabilitas. (diakses pada 7 Oktober 2018)

[3] Tentang Kami. 2018. Sejarah.http://www.soina.id/pages/about/www.safilo.com (diakses pada 8 Oktober 2018).

[4] Asian Para Games. 2017. Bagi Penyandang Disabiitas, Paralimpiade Bukan Sekedar Ajang Olahraga. https://kumparan.com/@kumparansport/bagi-peyandang-disabilitas-paralimpiade-bukan-sekadar-ajang-olahraga (diakses pada 8 Oktober 2018).

[5] Sport. 2018. Kontingen Indonesia Bidik Delapan Besar Asian Para Games 2018. https://indopos.co.id/read/2018/10/02/151256/kontingen-indonesia-bidik-delapan-besar-asian-para-games-2018 (diakses pada 8 Oktober 2018).

Mengenal Wiratni, Dosen UGM yang Dinobatkan Sebagai 39 Insinyur Perempuan Paling Powerful Tahun 2018

Mengenal Wiratni, Dosen UGM yang Dinobatkan Sebagai 39 Insinyur Perempuan Paling Powerful Tahun 2018

Indonesia patut berbangga dengan prestasi salah satu putri terbaik bangsa yaitu Wiratni Budhijanto, ST., M.T., Ph.D  yang berhasil menjadi salah satu dari 39 engineer perempuan yang berpengaruh di dunia. Beliau merupakan dosen dan Associcate Professor program studi Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Penghargaan yang diterima Wiratni adalah The 39 Most Powerful Female Engineers of 2018 yang dianugerahkan oleh salah satu media Belanda terkemuka yakni Business Insider (BI) pada 21 Juni 2018.  BI setiap tahunnya merilis nama-nama insinyur perempuan yang berpengaruh di dunia karena mereka berhasil menggerakkan industri IT dan manufaktur berkat kerja dan karya yang dilakukan.

Wiratni tidak menyangka namanya bisa bersanding dengan perempuan-perempuan berpengaruh lainnya, terlebih dari pihak Business Insider tidak menghubungi pihak Wiratni terkait dengan penghargaan tersebut. Dalam list 39 nama tersebut, Wiratni berada dalam urutan ke-33 dan bersanding dengan insinyur-insinyur perempuan terkemuka dari perusahaan AirBnB, Tesla, SpaceX, Microsoft, Google Cloud, Apple, NVIDIA, Pinterest, Adobe, General Motors, dan Intel. Anda bisa membaca list lengkapnya di business insider (klik).

Wiratni Budhijanto, ST., M.T., Ph.D, foto Wiratni di laman business insider dan satu-satunya perempuan berkerudung yang dianugerahkan penghargaan “The 39 Most Powerfull Female Engineers of 2018″.

BI menjelaskan bahwa Wiratni terpilih karena beliau mengembangkan teknologi pengolahan air limbah yang 10 kali lebih efisien dari metode konvensional, membutuhkan lebih sedikit lahan untuk pengolahan air limbah, dan tidak mengemisikan gas rumah kaca.  Kemudian BI juga menyatakan bahwa riset Wiratni dapat menjadi game-changer untuk negara berkembang seperti Indonesia dan hendaknya dijadikan role model bagi perempuan-perempuan di negara berkembang.

Passion Wiratni pada riset pengolahan air limbah berawal dari keprihatinan beliau akan semakin menipisnya kadar air bersih di dunia dan penelitian terbaru yang memprediksi bahwa delapan tahun kedepan ikan-ikan yang ada di seluruh lautan akan mati. Matinya ikan tersebut menurutnya terjadi akibat jumlah mikroorganisme yang mampu menyaring air semakin sedikit sedangkan volume limbah di lautan semakin besar. Metode yang digunakan Wiratni dalam penelitiannya adalah mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob  sebagai mikroorganisme yang berperan dalam proses penyaringan air. Bakteri anaerob digunakan karena mikroorganisme ini tidak membutuhkan oksigen untuk dapat hidup sehingga biaya yang diperlukan dapat terminimalisir dan tidak mengemisikan gas rumah kaca.

Selain fokus pada penelitian teknologi pengolahan air limbah, Wiratni juga menekuni bidang Science Journalism. Beliau memiliki pemikiran bahwa ilmu pengetahuan harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, disampaikan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Terkadang para Ilmuwan melakukan penelitian sederhana, akan tetapi bahasa yang disampaikan dalam penelitiannya sangat rumit untuk dipahami oleh kalangan non-ilmuwan. Hal ini berakibat pada inti sari penelitian tidak tersampaikan dengan optimal.  Ilmu baru dari penelitian terbaru yang seharusnya dapat diperoleh oleh masyarakat umum menjadi tidak tersalurkan dan hanya berguna untuk kalangan Ilmuwan itu sendiri. Semangat inilah yang juga melandasi Warstek.com, Warstek berkomitmen untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia dengan penyampaian berita sains dan teknologi yang mudah dimengerti.

Melihat track record Wiratni, memanglah pantas jika beliau dianugerahkan sebagai “The Most Powerfull Female Engineers of 2018” . Indonesia patut berbangga dengan adanya akademisi yang memiliki pemikiran cemerlang dan cerdas seperti Wiratni dan hendaknya para kartini Indonesia juga bisa menjadikan Wiratni sebagai role-model. Semoga kedepannya semakin banyak akademisi di Indonesia yang mendapatkan penghargaan Internasional dan dapat mengharumkan nama Indonesia. Selamat Ibu Wiratni dan semoga Ibu bisa segera menjadi profesor!

Referensi:

  1. Business Insider. 2018. The 39 most powerful female engineers of 2018.  Diakses pada 2 Agustus 2018.
  2. Hitekno.com. 2018. Wiratni, Dosen UGM Masuk ke The 39 Powerfull Female Engineers. Diakses pada 1 Agustus 2018.

Mempertahakan Esensi Puasa dengan Menjaga Gizi Seimbang

Bulan Ramadhan telah memasuki minggu ke dua. Biasanya di waktu menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, banyak di antara kita yang kualitas ibadahnya menurun atau lebih tepatnya semangat dalam menjalani ibadah menjadi menurun. Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya semangat berpuasa, di antaranya niat kurang di-upgrade, kurang banyak melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat, dan tidak memperhatikan gizi seimbang serta pola makan yang tepat selama berpuasa.

Puasa memiliki pengertian menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada umumnya waktu berpuasa adalah setengah hari (12 jam). Akan tetapi, banyak negara-negara di luar Indonesia yang memiliki waktu berpuasa lebih dari 12 jam, bahkan ada yang mencapai 22 jam. Seberapa lamanya waktu berpuasa, aktifitas harian kita tetap harus terlaksana seperti bekerja, sekolah, dan kegiatan lainnya. Banyaknya aktifitas yang kita lakukan dan asupan yang ada dalam tubuh semakin berkurang (dikarenakan berpuasa) megakibatkan timbulnya rasa lelah bahkan lapar dan haus. Oleh karena itu, penting bagi kita umat Muslim yang menjalani ibadah puasa Ramadhan untuk menjaga gizi dan pola makan pada saat berpuasa.

Menurut Sayyid (2012) terdapat dua aturan penting yang harus dijaga selama menjalani ibadah puasa, yaitu:

Sahur

Sahur merupakan salah satu sunnah yang utama dalam berpuasa. Rasulullah bersabda “Jadikanlah makan sahur sebagai penolong kalian berpuasa di siang hari, dan jadikanlah tidur qailullah sebagai penolong kalian bangun malam”. (HR. Ibnu Majah dari Ibnu Abbas). Dari hadist tersebut dapat diambil hikmah bahwa makan sahur dapat membantu kita untuk menjalani puasa di siang hari. Oleh karena itu, sahurlah walaupun dengan seteguk air putih karena dengan sahur puasa yang kita jalani akan mendapatkan keberkahan.

Berbuka Puasa

Berbuka puasa dilakukan pada saat matahari terbenam atau lebih tepatnya keika maghrib tiba. Menyegerakan berbuka merupakan hal yang sangat dianjurkan, seperti sabda Rasulullah berikut ini, “Manusia masih dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari Muslim).

Menu makanan yang disunnahkan dan sangat dianjurkan pada saat berbuka dalah makanan yang ringan. Salah satu contohnya menyantap tiga buah kurma. Atau apabila tidak ada kurma maka boleh hanya dengan segelas air. Biasanya menjelang bulan puasa penjual kurma sudah banyak kita temui di pinggir jalan, pasar ataupun supermarket. Di setiap acara berbuka bersama kurma merupakan menu utama yang selalu ada. Mengapa kurma begitu istimewa dan menjadi menu favorit dalam berbuka? Kurma memiliki sifat mudah dicerna. Kandungan Glukosa yang terkandung dalam kurma dapat langsung diserap tanpa harus dicerna oleh dinding usus halus.

Selama berpuasa, lambung tidak bekerja seperti biasanya. Keadaan lambung menjadi lunak dan longgar saat kita berpuasa. Sehingga, sangat dianjurkan untuk menyantap makanan yang ringan ketika berbuka karena apabila kita langsung memasukkan makanan yang berat maka lambung menjadi penuh yang berakibat lambung menjadi sulit dalam mencerna makanan. Akibatnya akan timbul rasa kantuk dan malas yang menghalangi aktifitas ibadah lainnya.

Makan Berlebihan (www.malangtoday.com)

Mengonsumsi makanan secara berlebihan pada saat berbuka sering terjadi. Padahal gizi yang dibutuhkan tubuh pada saat bulan puasa sama saja dengan bulan-bulan lainnya. Kebiasaan buruk ini sangat berdampak pada kinerja sistem pencernaan kita. Seperti mengonsumsi makanan dan minuman dalam kadar yang berlebihan. Sehingga berakibat berkurangnya esensi puasa untuk kesehatan tubuh kita.

Puasa dapat meghindari diri dari berbagai macam penyakit, yaitu:

  1. Penyakit liver, goncangan usus, dan radang lambung.
  2. Gangguan pada usus.
  3. Kegemukan.
  4. Pengerasan pada dinding pembuluh nadi (arterioklerosis).
  5. Rasa sakit pada persendian dan gangguan psikologis.
  6. Peradangan kulit.
  7. Diabetes

Menjaga keseimbangan gizi dan mengatur pola makan selama berpuasa sangatlah penting. Ubahlah mindset dari menganggap setelah berbuka puasa harus ‘balas dendam’ menjadi ‘melawan hawa nafsu’, yaitu membatasi diri dari mengonsumsi makanan secara berlebihan. Berpuasa sangatlah bermanfaat bagi kesehatan tubuh, konsumsilah makanan dan minuman pada saat sahur dan berbuka secara wajar dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Ada baiknya, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Hal ini akan menjadikan nafsu makan kita terkontrol. Seperti dalam sabda Rasulullah Muhammad SAW, “Tak ada bejana yang diisi manusia lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam mengisi beberapa suap, suapan yang dapat meneggakan tulanng belakangnya (menunaikan kewajibannya). Kalau dia ingin mengisi perutnya maka sepertiga untuk ruang makannya, sepertiga untuk ruang minumnya, dan sepertiga untuk ruang napasnya. (HR. Turmudzi)

Referensi:

  • Sayyid MBA., Ketika Rasulullah Tidak Pernah Sakit: Gaya Hidup Sehat Islami, Tiga Serangkai, Solo, 2012.