Lompat ke konten

R. Andika Putra Dwijayanto

Alumni S1 Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, mahasiswa S2 Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Peneliti Fisika Reaktor, Keselamatan Reaktor, dan Sistem Energi. Kadang menjadi diseminator teknologi energi nuklir.

Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 2

Teknologi reaktor nuklir telah berkembang pesat sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1940-an. Reaktor daya nuklir yang digunakan di seluruh dunia saat ini adalah reaktor nuklir Generasi II dan III. Tidak lama lagi, pada dekade 2020-an, era reaktor nuklir Generasi IV (reaktor maju) akan menyambut kita. Baca juga: Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan Kemandulan? Pada Bagian 1 (silahkan baca Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1), telah dibahas tiga dari enam teknologi reaktor… Selengkapnya »Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 2

blank

Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1

Teknologi reaktor nuklir kontemporer menyumbangkan 11,5% bauran listrik dunia[1] dan merupakan bauran energi bersih kedua terbesar setelah energi hidro[2]. Rekam jejak keselamatan dan performa PLTN selama lebih dari 50 tahun operasinya sangat baik, tidak tertandingi oleh moda energi lain. Terbukti dari angka kematian per TWh energi yang paling rendah dibandingkan moda energi lain[3], seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Tingkat keselamatan sangat baik tersebut tidak lepas dari standar keselamatan reaktor yang… Selengkapnya »Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1

blank

Mengenal Teknologi Reaktor Nuklir Kontemporer

Teknologi reaktor nuklir telah mengalami beberapa fase pengembangan. Reaktor nuklir yang pertama dibangun yakni Chicago Pile-1, masih sangat sederhana. Reaktornya terdiri dari susunan grafit dan uranium. Dibawah pengawasan Enrico Fermi dan Leo Szilard, Chicago Pile-1 berhasil menghasilkan reaksi fisi berantai. Seiring riset untuk keperluan nuklir sipil yang semakin berkembang, muncullah berbagai desain reaktor nuklir yang kelak menjadi acuan pembangunan PLTN di berbagai belahan dunia. Baca juga Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan… Selengkapnya »Mengenal Teknologi Reaktor Nuklir Kontemporer

blank

Molten Salt Reactor – Reaktor Nuklir dengan Tingkat Keselamatan Tinggi

Energi nuklir adalah moda energi paling selamat (safe) dibandingkan moda energi lainnya. Death footprint energi nuklir hanya 0,04 kematian per TWh energi yang dibangkitkan[1]. Sebagai perbandingan, death footprint batubara sebesar 161 kematian per TWh energi, gas alam 4 kematian per TWh energi dan energi bayu 0,15 kematian per TWh energi[1]. Tingkat keselamatan tinggi ini merupakan hasil dari standar keselamatan tinggi dan sistem keselamatan yang relatif kompleks. Standar dan kompleksitas yang tinggi ditetapkan demi mencegah terjadinya kecelakaan parah pada proses… Selengkapnya »Molten Salt Reactor – Reaktor Nuklir dengan Tingkat Keselamatan Tinggi

blank

Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan Kemandulan?

Kesalahpahaman tentang sains dan rekayasa nuklir di tengah masyarakat Indonesia sudah relatif akut. Salah satunya terkait dengan radiasi nuklir, yang dalam hal ini adalah radiasi gamma. Seolah-olah radiasi gamma dalam dosis berapapun dapat menimbulkan kemandulan sampai cacat genetik. Untuk membuktikan pernyataan tersebut, Warstek melakukan polling melalui Instagram story dengan pertanyaan “Apakah radiasi nuklir dapat menyebabkan kemandulan?”. Didapatkan data 254 orang (82%) menjawab “Ya” dan 57 orang (18%) menjawab “Tidak”. Apabila digeneralisasi, dari 5… Selengkapnya »Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan Kemandulan?