Besaran Pokok: Pengertian dan Jenisnya [Lengkap+Referensi]

Sebelum memahami mengenai besaran pokok, konsep mengenai besaran dalam fisika itu harus diketahui dulu. Sebenarnya kita selalu berkecimpung dengan besaran dalam kehidupan kita sehari-hari. Nah, besaran itu sendiri merupakan peristiwa di alam atau sifat pada benda yang dapat kita ukur. Mengukur tentu tidak asing ditelinga kita.  Tinggi badan, berat badat, suhu badan, tegangan listrik, arus listrik yang mengalir dalam kabel dll merupakan contoh besaran fisika yang dapat kita ukur. 

Pengertian

Besaran itu terbagi menjadi dua jenis. Pertama, besaran pokok adalah kelompok besaran paling dasar dari besaran fisika yang dapat diturunkan sehingga menjadi besaran lain. Ada tujuh besaran pokok yang telah diterapkan para ahli yaitu: panjang, massa waktu, kuat arus listrik,  suhu, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Kedua, besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang selain dari tujuh besaran pokok tersebut.

Besaran pokok atau satuan dasar SI (Satuan Internasional)  diredefinisi pada 20 Mei 2019 oleh BIPM dan secara resmi memperkenalkan definisi baru yang menggantikan definisi sebelumnya dari satuan dasar SI.

Panjang  

Memiliki SI yaitu meter (m)

Definisi sebelumnya : Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam selang waktu 1/299.792.458 detik.

Definisi 2019 :  Panjang didefinisikan dengan mengambil nilai tetap numerik kecepatan cahaya dalam ruang hampa, c, menjadi 299 792 458 jika dinyatakan di unit m s−1, di mana detik didefinisikan dalam istilah frekuensi caesium ∆νCs.

Massa

Memiliki SI yaitu kilogram (Kg)

Definisi sebelumnya : Kilogram merupakan satuan massa yang sama dengan massa prototipe internasional kilogram.

Definisi 2019 : Massa didefinisikan dengan mengambil nilai tetap numerik konstanta Planck, h, menjadi 6.626.070 15 × 10−34 jika dinyatakan dalam satuan J s, yaitu sama dengan kg m2 s−1, di mana meter dan detik didefinisikan istilah dari c dan ∆ν Cs.

Waktu

Memiliki SI yaitu sekon (s)

Definisi sebelumnya : Satu sekon didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh atom cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali.

Definisi 2019 : Waktu didefinisikan dengan mengambil numerik tetap nilai frekuensi caesium, ∆ν Cs, hyperfine keadaan dasar yang tidak terganggu frekuensi transisi atom caesium 133, menjadi 9192 631770 jika dinyatakan dalam satuan Hz, yang sama dengan s − 1

Kuat Arus Listrik

Memiliki SI yaitu Ampere (A)

Defisini sebelumnya : Satu ampere merupakan kuat arus listrik yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik 1 couloumb selama 1 detik.

Definisi 2019 : Kuat Arus listrik ditentukan dengan mengambil nilai tetap numerik dari muatan dasar, e, menjadi 1,602 176634 × 10−19 saat dinyatakan dalam unit C, yang sama dengan A s, di mana yang kedua didefinisikan dalam ∆ν Cs.

Suhu

Memiliki SI yaitu Kelvin (K)

Defisini sebelumnya : Kelvin merupakan 1/273.16 dari suhu termodinamika titik tripel air.

Definisi 2019 : Suhu ditentukan dengan mengambil nilai numerik tetap dari konstanta Boltzmann, k, menjadi 1.380 649 × 10−23 jika dinyatakan dalam unit J K – 1 , yaitu sama dengan kg m2 s−2 K − 1, dimana kilogram, meter dan detik didefinisikan dalam istilah h, c dan ∆ν Cs.

Intensitas cahaya

Memiliki SI yaitu Candela (Cd)

Definisi sebelumnya : Intesitas cahaya merupakan pancaran radiasi monokromatik dalam suatu arah dari satu sumber cahaya dengan frekuensi 540 x 1012 Hz yang mempunyai intensitas radian 1/683 watt per radian.

Definisi 2019 : Intensitas Cahaya ditentukan dengan mengambil nilai numerik tetap dari khasiat cahaya frekuensi radiasi monokromatik 540 × 1012 Hz, Kcd, menjadi 683 bila dinyatakan dalam satuannya lm W − 1 , yang sama dengan cd sr W − 1 , atau cd sr kg − 1 m − 2 s 3 , dimana kilogram, meter dan detik didefinisikan dalam istilah h, c dan ∆νCs.

Jumlah zat

Memiliki SI yaitu mol (n)

Definisi sebelumnya : Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang banyak sama dengan banyaknya 12 gram atom karbon-12.

Definisi 2019 : Satu mol mengandung tepatnya 6.022 140 76 × 1023 entitas dasar. Angka ini adalah angka tetap nilai konstanta Avogadro, NA, jika dinyatakan dalam satuan mol − 1 dan disebut the Nomor Avogadro. Jumlah zat, lambang n, dari suatu sistem adalah ukuran dari banyaknya entitas dasar tertentu. Entitas elementer bisa berupa atom, molekul, dan ion, elektron, partikel lain atau kelompok partikel tertentu.

Alasan mengapa besaran pokok ada tujuh

Mengapa sih besaran pokok ada tujuh? Setelah para ahli fisika dari seluruh dunia berembuk dalam waktu yang lama, inilah alasan mengapa penetapan besaran pokok tersebut:

  1. Dari ketujuh besaran tersebut, ini merupakan jumlah yang paling minimal yang masih memungknkan besaran lain itu dapat diturunkan
  2. Dari ketujuh besaran pokok itu diukur dengan ketelitian yang sangat tinggi. Mengapa? Karena besaran poko itu akan menurunkan besaran lain
  3. Massa, panjang dan waktu merupakan besaran yang memiliki sejarah yang panjang dimana digunakan dalam mekanika, maka ketiga besaran tersebut dimasukkan

Kesimpulan: besaran pokok merupakan unit paling dasar dalam fisika yang paling harus dipelajari karena ke tujuh besaran tersebut akan digunakan untuk menurunkan besaran-besaran dalam fisika.

Referensi

1.  “The International System of Units (SI), 9th Edition” (PDF). Bureau International des Poids et Mesures. 2019

2. ABDULLAH, Mikrajuddin. Fisika Dasar I. Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2016.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
I. D. Sarungallo
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *