Lompat ke konten

Asam Basa: Pengertian, Asam-Basa Lewis, Asam-Basa BrØnsted, Asam-Basa Keras Lunak [Lengkap+ Sumber]

Print Friendly, PDF & Email

Istilah asam seperti nya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Kita kerap kali mengenalnya dengan sebutan rasa asam. Buah-buahan seperti Jeruk nipis atapun manga muda memiliki rasa asam. Kita selalu menaikkan jidat dan berdesis ketika memakan sesuatu yang asam. Sedangkan rasa yang pahit-pahit itu merupakan rasa basa. Contohnya sabun. Sabun termasuk salah satu contoh rasa basa.

Pengertian

Secara umum dalam pengertian secara kimia, asam adalah zat yang dapat menerima sepasang elektron dan basa adalah zat yang dapat memberikan sepasang elektron [1].  Sifat-sifat larutan asam adalah memiliki rasa asam yang khas, mengubah warna kertas lakmus dari biru menjadi merah, bereaksi dengan logam tertentu untuk menghasilkan gas H2, bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Selain itu, larutan asam memiliki pH kurang 7. Contoh umum asam adalah asam asetat (dalam cuka), asam sulfat (digunakan dalam aki mobil), dan asam tartrat (digunakan dalam memanggang). Sedangkan basa memiliki pH lebih dari 7, contoh umum basa adalah NaOH, KOH, NH4OH.

Pengertian asam menurut Arrhenius yaitu Asam Arrhenius jika berdiosiasi dalam air membentuk ion hidrogen. Dengan kata lain, asam meningkatkan konsentrasi ion H+ dalam larutan air. Protonasi air ini menghasilkan ion hydronium (H3O+). Di zaman modern, H+ digunakan sebagai kependekan dari H3O+ karena sekarang diketahui bahwa proton telanjang (H+) tidak ada sebagai spesies bebas dalam larutan air.  tesedangkan basa Arrhenius berdiosiasi dalam air membentuk ion hidroksida (OH). Dengan kata lain, basa meningkatkan konsentrasi ion OH dalam larutan air [2].

Asam-Basa Lewis

dalam teori lewis tentang reaksi asam-basa, basa menyumbangkan pasangan elektron dan asam menerima pasangan elektron. oleh karena itu, asam lewis adalah zat apapun, seperti ion H + yang dapat menerima elektron non-ikatan. Dengan kata lain, asam lewis adalah akseptor pasangan elektron. basa lewis adalah zat apapun seperti OH- yang dapat mendonasikan sepasang elektron non-ikatan. Oleh karena itu, basa lewis adalah donor pasangan elektron. Istilah “Asam Lewis” secara umum digunakan untuk zat yang dapat menerima pasangan elektron tetapi tidak mengandung atom hydrogen yang dapat terionisasi.

satu keuntungan dari teori lewis adalah caranya melengkapi model reaksi reduksi oksidasi. Reaksi reduksi oksidasi melibatkan transfer elektron dari satu atom ke atom yang lainnya, dengan perubahan bilangan oksidasi bersih dari satu atau lebih atom.

Teori lewis menyatakan bahwa asam bereaksi dengan basa untuk berbagi sepasang elektron, tanpa perubahan bilangan oksidasi atom manapun. Banyak reaksi kimia dapat disortir kedalam salah satu kelas ini. Entah elektron ditransfer dari satu atom ke atom yang lainnya ataupun atom berkumpul untuk berbagi sepasang elektron [3].

Contoh Soal:

Jelaskan dengan konsep lewis dari reaksi berikut:

CO2 (g) + H2O (l) → H2CO3 (aq)

Jawab:

reaksi diatas dapat dijelaskan dengan konsep lewis. Langkah pertama melibatkan pemberian sepasang elektron dari atom oksigen dalam H2O kepada atom karbon dalam CO2. Satu orbital dikosongkan pada atom C untuk menampung sepasang elektron dengan memindahkan pasangan elektron dalam ikatan pi C-O. jadi, H2O adalah basa lewis dan CO2 adalah asam lewis. Kemudian, sebuah proton dipindah ke atom O yang membawa muatan negatif untuk membentuk H2CO3.

Asam-Basa BrØnsted Lowry

Pengertian secara umum asam basa Bronsted adalah asam Bronsted dapat memberikan proton dan basa Bronsted dapat menerima proton. Untuk setiap asam Bronsted terdapat basa Bronsted konjugat dan sebaliknya. Basa konjugat dari suatu asam Bronsted adalah spesi yang tersisa ketika satu proton pindah dari asam tersebut. Sebaliknya suatu asam konjugat dihasilkan dari penambahan sebuah proton pada basa Bronsted [1].

Setiap asam Bronsted memiliki suatu basa konjugat, dan setiap basa Brosnted memiliki satu asam konjugat. Sebagai contoh, reaksi antara asam asetat dan air.

 CH3COOH(aq) + H2O(l) → CH3COO (aq) + H3O+ (aq)

Pada reaksi diatas asam asetat (CH3COOH) bertindak sebagai asam, sedangkan H2O bertindak sebagai basa. Sehingga spesi CH3COO- bertindak sebagai basa konjugat dari asam Bronsted karena memberikan proton. Sedangkan H3O+ bertindak sebagai asam konjugat dari basa Bronsted karena telah menerima proton.

            Jika kita telaah lagi dari pengertian asam-basa lewis maka, dapat dikatakan bahwa semua asam dan basa Bronsted adalah asam dan basa lewis. Hal ini dikarenakan asam lewis merupakan yang menerima pasangan elektron, sedangkan asam konjugat dari basa Bronsted merupakan spesi yang menerima proton. Begitu juga dengan basa lewis yang bertindak sebagai melepasakan pasangan elektron, sedangkan basa konjugat dari asam Bronsted merupakan spesi yang melepaskan proton.

Contoh Soal:

Tentukan pasangan asam-basa konjugat dalam reaksi antara amonia dan larutan asam hidrofluorat dalam air

NH3 (aq) + HF (aq) → NH4+ (aq) + F- (aq)

jawab :

NH3 mempunyai satu atom H lebih sedikit dan satu muatan positif lebih sedikit dibandingkan NH4+. F- memiliki satu atom H lebih sedikit dan satu muatan negatif lebih banyak daripada HF. Jadi, Pasangan asam-basa konjugatnya ialah

1. NH4+ dan NH3

2. HF dan F-

Asam-Basa Keras Lunak (Hard-Soft Acid Base)

Dikenal dengan teori HSAB Pearson, teori HSAB memungkinkan kita untuk memprediksi asam dan basa mana yang lebih suka berinteraksi. Bisa diingat bahwa teori asam-basa lewis dapat diterapkan untuk menjelaskan interaksi logam-ligan. Ion logam adalah akseptor pasangan elektron, dan karenanya disebut dengan asam lewis. Jadi, ketika kita membahasa “asam”keras atau lunak, yang akan kita bahas adalah ion logam. ligan adalah donor pasangan elektron yang merupakan basa lewis. Nah, saat kita membahasa “basa” keras atau lunak kita akan membahas ligan nya.

HSAB ini banyak digunakan dalam kimia untuk menjelaskan stabilitas senyawa, mekanisme dan jalur reaksi. Isitilah “keras” dan “lunak” adalah keras berlaku untuk spesies yang kecil, memiliki kondisi muatan tinggi (kriteria muatan terutama berlaku pada asam, pada tingkat yang lebih rendah pada basa), dan teerpolarisasi lemah. Sedangkan “lunak” berlaku untuk spesies yang besar, memiliki kondisi muatan rendah dan sangat terpolarisasi [4].

Perbandingan kecendrungan asam dan basa keras terhadap asam dan basa lunak

Contoh asam basa keras lunak

Referensi:

[1] Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta:
        Erlangga.

[2]  https://courses.lumenlearning.com/boundless-chemistry/chapter/acids-and-bases/ diakses pada 16 Januari 2021.

[3] https://chemed.chem.purdue.edu/genchem/topicreview/bp/ch11/lewis.php diakses pada 16 Januari 2021.

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_HSAB diakses pada 16 Januari 2021.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.