Selama ini, pertanian dan peternakan identik dengan pekerjaan berat yang sangat bergantung pada tenaga manusia dan pengalaman turun-temurun. Namun, seiring berkembangnya teknologi, cara kita memelihara hewan pun ikut berubah dengan sangat cepat. Salah satu pendekatan modern yang sedang naik daun adalah Precision Livestock Farming atau PLF. Konsep ini menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia peternakan abad ke-21 karena menawarkan efisiensi yang lebih tinggi, pemantauan kesehatan hewan yang lebih akurat, serta pengelolaan sumber daya yang lebih baik.
Precision Livestock Farming mengacu pada pemanfaatan teknologi seperti sensor, kamera, perangkat pemantau lingkungan, hingga kecerdasan buatan untuk memonitor kondisi ternak secara real time. Artinya, kondisi hewan dapat dipantau kapan saja dan di mana saja sehingga peternak dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat dibandingkan hanya mengandalkan pengamatan manual.
Baca juga artikel tentang: Masa Depan Ilmu Material: Cavity Elektro-Optik dan Pengaruhnya terhadap Teknologi Kuantum
Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Italian Journal of Animal Science pada tahun 2025 menyoroti bahwa penerapan PLF tidak selalu mudah. Terutama pada sistem peternakan ekstensif, yaitu metode pemeliharaan hewan di area luas, biasanya di luar ruangan dan sering kali tidak memiliki pengawasan yang terus menerus. Sistem seperti ini umum ditemukan di daerah pedesaan atau peternakan yang mengandalkan padang rumput alami.
Mengapa peternakan ekstensif penting
Menurut penelitian tersebut, sekitar 67 persen lahan pertanian global digunakan untuk peternakan ekstensif. Artinya, sistem ini sangat mempengaruhi ketersediaan pangan dunia. Peternakan ekstensif juga berperan dalam menjaga ekosistem alam karena ternak biasanya hidup berdampingan dengan satwa liar dan lingkungan terbuka.
Namun sistem semacam ini memiliki tantangan besar. Hewan yang dibiarkan bebas di alam terbuka sulit dipantau. Risiko penyakit, kekurangan makanan, serangan predator, hingga stres pada hewan lebih tinggi dibanding peternakan intensif di dalam kandang. Di sinilah teknologi PLF hadir sebagai solusi.
Sensor dan kecerdasan buatan sebagai mata dan telinga baru bagi peternak
Bayangkan sapi yang memakai kalung pintar yang bisa mendeteksi detak jantung, suhu tubuh, lokasi, hingga kebiasaan makan. Jika sapi tersebut tiba-tiba mengalami demam, berjalan tidak normal, atau terpisah dari kelompoknya, sistem akan mengirim pemberitahuan langsung kepada peternak melalui ponsel. Dengan cara ini, masalah kesehatan dapat ditangani sebelum menjadi parah.
Teknologi lain seperti drone dan kamera termal dapat memantau pergerakan hewan dalam area yang luas. Sementara itu, alat pengukur kualitas udara dan tanah membantu memastikan lingkungan tempat hewan tinggal tetap sehat. Remote sensing atau pemantauan jarak jauh juga memudahkan peternak memeriksa area padang rumput yang sebelumnya sulit dijangkau.
Menurut hasil telaah terhadap 710 artikel ilmiah antara tahun 1980 hingga 2024, sebagian besar inovasi PLF berkembang pesat di Australia dan Amerika Serikat. Kedua negara ini memiliki banyak peternakan ekstensif sehingga kebutuhan akan teknologi yang dapat memantau ternak dari kejauhan menjadi sangat mendesak.
Manfaat besar bagi produktivitas dan kesejahteraan hewan
Salah satu tujuan utama PLF adalah memastikan hewan tetap sehat dan nyaman. Ketika kesejahteraan hewan meningkat, produktivitas pun akan mengikuti. Hewan yang stres cenderung makan lebih sedikit dan rentan terhadap penyakit. Sebaliknya, hewan yang dipantau dengan baik dapat mencapai pertumbuhan optimal.
Selain itu, PLF membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan air. Teknologi dapat memperkirakan kebutuhan ternak dengan tepat sehingga tidak ada pemborosan. Langkah ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dalam konteks produksi, kualitas produk seperti daging dan susu dapat meningkat karena faktor kesehatan dan nutrisi hewan lebih terjaga. Peternak pun mendapat keuntungan ekonomi yang lebih baik.
Masalah dan rintangan yang belum terselesaikan. Walaupun terlihat ideal, penerapan PLF menghadapi sejumlah hambatan besar.
Pertama, biaya investasi awal yang tinggi. Alat sensor dan sistem monitoring masih tergolong mahal untuk banyak peternak kecil hingga menengah.
Kedua, keterbatasan jaringan internet di wilayah pedesaan. Banyak peternakan ekstensif berada di daerah terpencil yang belum terjangkau layanan teknologi digital yang stabil.
Ketiga, pengelolaan data yang rumit. Teknologi ini menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar. Mengolah data agar menjadi informasi yang berguna membutuhkan keahlian khusus yang belum banyak dimiliki peternak.
Keempat, kekhawatiran etika dan privasi. Teknologi pemantauan hewan juga dapat mengumpulkan data tentang aktivitas peternak dan operasi bisnis mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan siapa pemilik data dan bagaimana data itu digunakan.
Kelima, interaksi antara hewan ternak dan satwa liar. Penerapan teknologi jangan sampai mengganggu keseimbangan alam yang selama ini menjadi keunggulan dari peternakan ekstensif.
Penelitian tersebut menegaskan bahwa masih banyak celah yang perlu ditutup dengan riset lanjutan, terutama dalam hal integrasi data dan pengembangan perangkat pemantauan yang lebih tahan terhadap kondisi alam terbuka.
Masa depan peternakan ada di tangan teknologi dan manusia
Precision Livestock Farming diprediksi akan menjadi bagian penting dari strategi global untuk mencukupi kebutuhan pangan dunia di tengah populasi yang terus meningkat. Teknologi ini tidak berfungsi untuk menggantikan peternak, melainkan membantu mereka bekerja lebih cerdas.
Namun, keberhasilan PLF sangat bergantung pada penerimaan dan kemampuan peternak itu sendiri. Pemerintah, akademisi, dan industri teknologi harus bekerja sama menyediakan pelatihan, dukungan finansial, dan infrastruktur digital yang memadai.
Dalam jangka panjang, integrasi teknologi cerdas dalam peternakan ekstensif bisa menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan, melindungi lingkungan, serta memastikan kesejahteraan hewan dan manusia.
Dengan kata lain, masa depan peternakan bukan hanya tentang memberi pakan dan memanen hasil. Ini tentang mengelola data, memahami perilaku hewan secara ilmiah, dan memanfaatkan teknologi demi terciptanya sistem pangan yang lebih aman dan efisien bagi semua.
Baca juga artikel tentang: Kabut Pintar dan Kelembapan Terkontrol: Teknologi Baru Menjaga Buah dan Sayur Segar dari Ladang ke Meja Makan
REFERENSI:
Bernabucci, Gloria dkk. 2025. Precision livestock farming: an overview on the application in extensive systems. Italian Journal of Animal Science 24 (1), 859-884.

