Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan perubahan besar dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Bukan lagi sekadar robot atau sistem otomatisasi pabrik, kecerdasan buatan kini mampu menciptakan teks, gambar, suara, hingga kode program hanya dari perintah manusia. Teknologi ini disebut generative artificial intelligence atau Generative AI (GenAI). Kemunculannya menciptakan kegemparan besar di berbagai bidang, mulai dari bisnis, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan tahun 2025 dalam jurnal Information Systems Frontiers oleh Veda C Storey dan rekan-rekannya mencoba menjelaskan bagaimana teknologi ini berevolusi, apa saja dampaknya bagi masyarakat, dan peluang apa yang terbuka bagi penelitian di bidang sistem informasi. Mereka menekankan bahwa GenAI adalah gelombang baru kecerdasan buatan dengan karakter dan kemampuan yang jauh lebih maju dibanding generasi sebelumnya.
Baca juga artikel tentang: Masa Depan Ilmu Material: Cavity Elektro-Optik dan Pengaruhnya terhadap Teknologi Kuantum
Apa yang Membuat GenAI Berbeda
Teknologi AI sudah lama hadir dalam kehidupan manusia, contohnya rekomendasi film di platform streaming atau filter spam pada email. Namun GenAI memiliki kemampuan mendasar yang membedakannya. Ia tidak hanya memproses data, tetapi juga mampu menghasilkan sesuatu yang baru. Model bahasa besar (large language models) seperti yang menggerakkan ChatGPT adalah salah satu contohnya.
Menurut penelitian ini, GenAI berada pada tahap evolusi teknologi yang telah berkembang dari sekadar simbolisme dalam pemrograman ke arah koneksionisme, yang memungkinkan sistem belajar dan bertindak berdasarkan pola yang ia temukan sendiri dalam data. Itulah sebabnya teknologi ini dapat meniru kreativitas manusia, seperti menulis puisi, menggambar ilustrasi, atau menciptakan desain produk.
Kemampuan ini menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana teknologi seperti ini dapat mengubah cara kita bekerja. Apa yang terjadi ketika mesin dapat melakukan aktivitas kreatif yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia. Seberapa besar pengaruhnya bagi kehidupan sosial dan ekonomi.
Perubahan Besar di Dunia Bisnis
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dampak GenAI pada dunia bisnis akan sangat luas. Pada level operasional, perusahaan dapat memanfaatkan kemampuan AI untuk mempercepat pembuatan konten pemasaran, merancang produk baru, bahkan membuat keputusan bisnis berbasis data yang lebih cepat dan akurat. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi.
Tidak hanya itu, GenAI membuka peluang bisnis jenis baru. Kini perusahaan teknologi berlomba mengembangkan platform AI sebagai layanan, yang memungkinkan pelaku usaha dari berbagai skala memanfaatkan kecerdasan buatan tanpa harus membuat sistem sendiri dari awal. Transformasi bisnis semacam ini dapat meningkatkan daya saing global di industri apa pun.
Namun perubahan besar tidak selalu datang tanpa tantangan. Semakin banyak pekerjaan yang diambil alih oleh AI, semakin besar pula risiko perubahan struktur tenaga kerja. Pekerjaan yang berkaitan dengan administratif atau pengolahan data berpotensi berkurang. Maka penting bagi perusahaan dan pemerintah menyiapkan strategi pelatihan ulang keterampilan pekerja agar tidak tertinggal dalam persaingan teknologi.
Dampak Sosial yang Tidak Boleh Diabaikan
GenAI memberi banyak kemudahan, tetapi juga membawa konsekuensi sosial yang harus diperhatikan. Penulis penelitian ini memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat mengubah cara manusia berinteraksi dan mempengaruhi kualitas kehidupan pribadi.
Sebagai contoh, kemampuan AI dalam membuat konten sangat realistis dapat menimbulkan masalah etika. Munculnya informasi palsu atau manipulasi digital yang tidak dapat dibedakan dari kenyataan menjadi ancaman serius. Jika tidak diatur dengan baik, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap informasi yang beredar.
Selain itu, ketergantungan manusia pada AI dalam berbagai aktivitas dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas alami. Penelitian ini menekankan bahwa peran teknologi seharusnya bersifat mendukung, bukan menggantikan kreativitas manusia sepenuhnya.
Tantangan Riset bagi Akademisi
Satu hal penting yang disorot dalam publikasi ini adalah celah penelitian yang masih besar dalam bidang sistem informasi terkait GenAI. Banyak studi mengenai AI yang terlalu teknis, sehingga sulit dipahami dan diaplikasikan oleh para peneliti atau pejabat publik yang membidangi dampak sosial dan organisasi pada level makro.
Dengan kata lain, penelitian di bidang sistem informasi perlu lebih berfokus pada bagaimana teknologi baru ini memengaruhi ekosistem manusia. Ini mencakup regulasi, keamanan data, privasi, serta perkembangan kebijakan yang melibatkan penggunaan AI secara bijak.
Para peneliti juga menekankan perlunya pemahaman mendalam mengenai bagaimana AI akan berkembang di masa depan. Apakah teknologi ini akan terus menjadi alat bantu manusia yang memperkuat kemampuan kita, atau apakah kelak justru melampaui kontrol manusia. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini masih membutuhkan jawaban.
Menuju Konsep AI yang Lebih Manusiawi
Agar penggunaan GenAI berjalan dengan aman, penelitian ini menyarankan pendekatan yang lebih manusia-sentris dalam setiap pengembangan sistem teknologi. Artinya, inovasi AI harus mempertimbangkan dampaknya pada keadilan, aksesibilitas, dan tanggung jawab pengguna teknologi.
Teknologi yang inovatif akan bernilai jika memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi, bukan merusaknya. Oleh karena itu, kebijakan tentang AI harus melibatkan para ahli multidisiplin, mulai dari teknologi, psikologi, ekonomi hingga etika. Hanya dengan kolaborasi seperti itu, AI dapat menjadi kekuatan positif bagi umat manusia.
Gelombang yang Harus Disiapkan
Mengacu pada penelitian Storey dan koleganya, dapat disimpulkan bahwa generative AI bukan sekadar tren sesaat. Ia adalah simbol dari revolusi teknologi berikutnya. Dampaknya akan semakin besar seiring meningkatnya kemampuan perusahaan dan individu memanfaatkan teknologi tersebut.
Namun revolusi ini harus diiringi kesiapan masyarakat dalam menghadapinya. Pendidikan dan pelatihan perlu berkembang agar setiap orang mampu menggunakan AI sebagai alat yang membantu, bukan menggantikan kapasitas manusia. Pemerintah juga harus menyusun regulasi yang adil serta memastikan bahwa teknologi ini tidak menjadi alat yang memicu ketimpangan digital.
Jika semua pihak mampu bekerja sama, GenAI dapat menjadi peluang emas bagi kemajuan bangsa dan kualitas hidup manusia di masa depan.
Baca juga artikel tentang: Kabut Pintar dan Kelembapan Terkontrol: Teknologi Baru Menjaga Buah dan Sayur Segar dari Ladang ke Meja Makan
REFERENSI:
Storey, Veda C dkk. 2025. Generative artificial intelligence: Evolving technology, growing societal impact, and opportunities for information systems research. Information Systems Frontiers, 1-22.

