Lompat ke konten

Justin Bieber Mengalami Ramsay Hunt Syndrome: Yuk Intip Lebih Dekat Serba-serbi Ramsay Hunt Syndrome!

Print Friendly, PDF & Email
blank
Diambil dari instagram Justin Bieber (@justinbieber)

Dilansir dari CNN (11/06/2022), dunia hiburan digegerkan dengan adanya artis papan atas yang disebut-sebut mengalami facial paralysis. Artis tersebut adalah Justin Bieber.[1] Ia dikabarkan menderita Ramsay Hunt Syndrome yang bahkan sempat menjadi trending topic di twitter beberapa hari yang lalu. Nah, kemudian kalian pasti bertanya-tanya nih! Apa itu Ramsay Hunt Syndrome? Kenapa sih Justin Bieber bisa terkena penyakit ini?

Apa itu Ramsay Hunt Syndrome?

Ramsay Hunt Syndrome (RSH) juga disebut sebagai herpes zoster otikus. Ramsay Hunt Syndrome merupakan komplikasi jangka panjang dari infeksi varicella zoster virus. Infeksi virus ini menyebabkan terjadinya inflamasi di ganglion genikulatum dari nervus kranialis VII (nervus fasialis).[2] Penyakit ini ditemukan oleh James Ramsay Hunt pada tahun 1907. Selain itu, ia juga melaporkan adanya beberapa kasus yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan, yang disertai vesikel di daerah aurikula (telinga) atau di mukosa oral karena reaktivasi virus varicella zoster (VVZ) di ganglion genikulatum nervus fasialis. Bersamaan dengan itu, juga ditemukan adanya gangguan pada saraf terutama nervus kranialis yang sifatnya beragam.[3] Angka kejadian RSH sekitar 5 dari 100.000 orang per tahun.[2]

Ramsay Hunt Syndrome (RSH) juga disebut sebagai herpes zoster otikus, yang merupakan komplikasi jangka panjang dari infeksi varicella zoster virus yang menyebabkan terjadinya inflamasi di ganglion genikulatum dari nervus kranialis VII (nervus fasialis).

Gimana gejalanya?

Gejala dari Ramsay Hunt Syndrome dikenal dengan trias RSH yang terdiri dari kelumpuhan wajah satu sisi yang sesuai dengan sisi lesi (paralisis fasialis ipsilateral), nyeri telinga (otalgia), dan adanya plentingan dalam bahasa umumnya, yang dalam ilmu dermatologi disebut vesikel; yang ditemukan di dekat telinga dan kanalis auditorius.[2]

Bisa sembuh nggak sih?

Penyakit ini merupakan penyakit self-limiting, artinya dapat sembuh sendiri meskipun tanpa pengobatan. Lalu, apa tujuan diberikan terapi atau pengobatan? Tujuan diberikan pengobatan adalah untuk menurunkan lamanya nyeri dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Namun, kita perlu mengetahui bahwa kesembuhan tergantung derajat beratnya facial paralysis yang dialami. Derajat beratnya RSH diklasifikasikan menggunakan House-Brackmann.[2]

House-Brackmann merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menilai derajat beratnya paralisis nervus fasialis. Di dalam sistem klasifikasi ini, derajat I menandakan adanya fungsi nervus fasialis yang normal dan derajat 6 menunjukkan paralisis komplit. Derajat intermediate bervariasi tergantung fungsi nervus pada saat istirahat dan beraktivitas.[4]

Pengobatannya gimana?

Pengobatan RSH dengan cara mengkonsumsi kombinasi asiklovir dan prednison. Agen antivirus misalnya; asiklovir dan famsiklovir akan menurunkan nyeri akut dan mempercepat penyembuhan, serta mencegah terjadinya postherpetic neuralgia.[3]

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain: nyeri, ruam, facial paralysis, disgeusia (gangguan persepsi rasa yang menyebabkan perubahan rasa makanan menjadi tidak sesuai dengan rasa aslinya), kehilangan pendengaran, tinnitus (nyeri telinga), vertigo, hoarseness, disartria, dan komplikasi jangka pendeknya dapat terjadi abrasi kornea dan keratopati. Beberapa pasien mungkin dapat mengalami depresi, dan kecemasan sosial. Transmisi atau penularan ke orang-orang yang berkontak dekat dengan pasien akan lebih cepat, terutama orang-orang yang belum vaksin atau yang mengalami penurunan imunitas. Selain itu, komplikasi jangka panjang yang juga sering dialami pasien adalah synkinesis yaitu gerakan wajah yang abnormal. Komplikasi ini lebih umum terjadi dibandingkan dengan flaccid paralysis.[2]

Referensi:

  1. https://edition.cnn.com/2022/06/10/entertainment/justin-bieber-paralysis-ramsay-hunt/index.html
  2. Andrew E. Crouch; Marc H. Hohman; Claudio Andaloro, 2022, Ramsay Hunt Syndrome, StatPearls Publishing, diakses tanggal 13 Juni 2022 <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557409/>
  3. Jeon Y & Lee H, 2018, Ramsay Hunt Syndrome, Journal of Dental Anesthesia and Pain Medicine, Vol.18(6):333-337 <https://doi.org/10.17245/jdapm.2018.18.6.33>
  4. https://emedicine.medscape.com/article/2172449-overview

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Karunisa Kirana
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

1 tanggapan pada “Justin Bieber Mengalami Ramsay Hunt Syndrome: Yuk Intip Lebih Dekat Serba-serbi Ramsay Hunt Syndrome!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.