Gambar yang diambil oleh satelit Mars menunjukkan formasi yang terlihat seperti titik-titik besar mirip kacang merah. Namun, kacang merah tersebut sebenarnya adalah gundukan pasir beku yang terletak di bagian utara Mars.

Foto-foto ini dirilis oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), sebuah satelit milik NASA yang dirancang untuk mengorbit Mars. Tujuan dari pengambilan gambar ini adalah untuk membantu ilmuwan dalam mempelajari kondisi di Planet Merah tersebut. Dengan informasi ini, mereka berusaha untuk menentukan apakah Mars pernah memiliki kondisi yang memungkinkan adanya kehidupan, atau apakah kondisi tersebut masih bisa mendukung kehidupan pada masa lalu atau di masa depan.
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) adalah satelit yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2005 dengan misi utama untuk mempelajari atmosfer Mars, permukaannya, dan mencari tanda-tanda kehidupan atau jejak kehidupan yang pernah ada. Gambar-gambar yang diambil oleh MRO memberikan wawasan yang sangat penting tentang Mars dan membantu memperdalam pemahaman kita tentang planet yang satu ini.
Baca juga artikel tentang https://warstek.com/bulu-dinosaurus/
Dalam foto yang diambil pada September 2022 dan dirilis untuk umum pada Desember 2024, tampak sebuah bukit pasir di Mars yang sepertinya tidak bergerak. Biasanya, bukit pasir di Bumi dan Mars mengalami perpindahan atau migrasi karena angin yang mengangkat butiran pasir dari satu sisi dan menjatuhkannya di sisi lainnya. Proses ini membuat gurun tampak seperti lautan yang bergerak perlahan.
Namun, dalam foto tersebut, bukit pasir itu tertutup oleh lapisan es karbon dioksida selama musim dingin di belahan utara Mars. Lapisan es ini menghalangi angin untuk menggerakkan pasir, sehingga bukit pasir tidak bergerak hingga musim semi tiba, ketika es tersebut mencair.
Jejak Air Purba di Mars?

Gambar bukit pasir yang tertutup es ini memberikan wawasan berharga bagi ilmuwan yang berusaha memahami apakah Mars pernah memiliki udara di permukaannya cukup lama untuk mendukung kehidupan. Meskipun terdiri dari karbon dioksida dan bukan udara, penemuan ini masih memiliki relevansi dalam menggali kemungkinan bahwa Mars memiliki udara cair dalam jangka waktu yang cukup panjang di masa lalu, yang bisa sehingga mendukung kehidupan.
Jumlah karbon dioksida di Mars bervariasi tergantung pada kemiringan poros planet terhadap Matahari. Seperti halnya Bumi, Mars juga memiliki kemiringan sumbu yang menyebabkan perubahan musim. Namun, perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa kemiringan poros Mars bervariasi lebih drastis selama jutaan tahun. Ketika kemiringan ini mencapai tingkat tertentu, karbon dioksida di Mars berubah menjadi gas dalam jumlah besar, yang cukup untuk menciptakan atmosfer yang lebih tebal. Atmosfer yang lebih padat ini mungkin cukup untuk menjaga agar air tetap cair dalam jangka waktu yang lama.
Dengan memahami bagaimana embun beku karbon dioksida terbentuk dan menghilang di Mars, para ilmuwan dapat lebih baik memprediksi kondisi iklim masa lalu planet ini.
Studi tentang perubahan embun beku ini sepanjang musim juga memungkinkan ilmuwan untuk mengidentifikasi formasi geologi yang dihasilkan oleh karbon dioksida, memberikan lebih banyak informasi tentang perubahan iklim Mars dari waktu ke waktu. Jika ada periode ketika iklim Mars mendukung keberadaan air cair yang stabil, kemungkinan besar planet ini dapat mendukung kehidupan mikroba. Bahkan, mungkin ada kehidupan mikroba yang masih bertahan di suatu tempat di bawah permukaan Mars hingga saat ini.
Karbon dioksida adalah gas yang menyusun sebagian besar atmosfer Mars, dan keberadaannya dalam bentuk es atau gas memainkan peran penting dalam mempengaruhi suhu dan atmosfer Mars. Atmosfer yang lebih tebal mungkin dapat mengatur suhu lebih stabil, memungkinkan air untuk tetap cair di permukaan dalam kondisi yang mendukung kehidupan.
Baca juga artikel tentang https://warstek.com/laut-purba/
REFERENSI:
Hashmeh, N Abu dkk. 2024. Karakteristik redaman radar pada zona reflektivitas rendah di endapan lapisan kutub selatan Mars. Jurnal Penelitian Geofisika: Planet 129 (2), e2023JE008154.
Waldek, Stefanie. 2024.
Pengorbit Mars menyaksikan ‘keajaiban musim dingin’ di Planet Merah (foto). Space.com:
https://www.space.com/the-universe/mars/mars-orbiters-witness-a-winter-wonderland-on-the-red-planet-photos
Pengorbit Pengintai Mars . NASA: https://science.nasa.gov/mission/mars-reconnaissance-orbiter/
