Kejutan dari Samudra: Hiu yang Bisa Menyala di Kegelapan

Bayangkan sedang berada di kedalaman samudra, di tempat yang begitu gelap hingga sinar matahari tak lagi menembus air. Tiba-tiba, seekor […]

Bayangkan sedang berada di kedalaman samudra, di tempat yang begitu gelap hingga sinar matahari tak lagi menembus air. Tiba-tiba, seekor makhluk besar melintas, tubuhnya menyala dengan cahaya biru kehijauan. Bukan adegan film fiksi ilmiah, melainkan kenyataan: seekor hiu yang bisa bercahaya dalam gelap.

Inilah kitefin shark (Dalatias licha), hiu bercahaya terbesar yang pernah diketahui. Penemuan ini memberi kita jendela baru untuk memahami dunia misterius di “zona senja” laut wilayah laut dalam yang hampir tak tersentuh cahaya matahari.

Baca juga artikel tentang: Kutu Laut Raksasa Berkaki 14, Musuh Tak Terduga bagi Hiu

Bioluminesensi: lampu alami hewan laut

Bioluminesensi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan cahaya dari tubuhnya. Proses ini terjadi lewat reaksi kimia yang melibatkan enzim bernama luciferase dan molekul bernama luciferin. Ketika keduanya bereaksi, energi yang dilepaskan dipancarkan dalam bentuk cahaya.

Banyak hewan laut memanfaatkan bioluminesensi:

  • Ubur-ubur yang bersinar untuk menakuti pemangsa.
  • Cumi-cumi yang bercahaya untuk berkomunikasi.
  • Ikan kecil yang memancarkan cahaya untuk menarik mangsa.

Namun, biasanya hewan bercahaya berukuran kecil. Penemuan bahwa seekor hiu besar juga bisa melakukannya benar-benar mengejutkan ilmuwan.

Bertemu dengan kitefin shark

Kitefin shark bukanlah hiu yang sering muncul di film-film. Ia hidup di laut dalam, biasanya pada kedalaman 200–1000 meter. Tubuhnya bisa mencapai lebih dari 1,8 meter ukuran yang membuatnya mendapat gelar sebagai vertebrata bercahaya terbesar yang diketahui sains.

Penelitian yang dilakukan di tangki laboratorium menunjukkan bahwa tubuh hiu ini bisa memancarkan cahaya lembut berwarna biru kehijauan. Cahaya ini dihasilkan dari ribuan sel khusus di kulitnya yang disebut fotofor.

Untuk apa hiu menyala?

Pertanyaan besar berikutnya: mengapa seekor hiu membutuhkan cahaya di dalam gelap? Ilmuwan menduga ada beberapa fungsi penting:

  1. Kamuflase dari bawah
    Di laut dalam, cahaya matahari yang masuk hanya samar. Dengan memancarkan cahaya dari perutnya, hiu bisa menyamarkan siluet tubuhnya agar tidak terlihat dari bawah. Teknik ini disebut counter-illumination.
  2. Komunikasi
    Cahaya bisa menjadi sinyal bagi sesama hiu. Mungkin mereka menggunakannya untuk mengenali pasangan atau berinteraksi dalam kelompok.
  3. Menakuti musuh
    Pancaran cahaya tiba-tiba bisa mengejutkan predator lain, memberi kesempatan hiu untuk kabur.
  4. Memburu mangsa
    Ada kemungkinan cahaya berfungsi menarik perhatian ikan-ikan kecil yang penasaran, sehingga memudahkan hiu berburu.

Zona senja: panggung bioluminesensi

Kitefin shark ditemukan di wilayah laut yang disebut twilight zone atau zona senja, yaitu kedalaman 200–1000 meter di bawah permukaan laut. Di sini, cahaya matahari hampir tidak ada. Suasana gelap ini membuat cahaya bioluminesensi menjadi alat penting untuk bertahan hidup.

Zona senja adalah salah satu wilayah paling misterius di bumi. Kita baru memahami sedikit saja tentang kehidupan di sana. Penemuan hiu bercahaya mempertegas betapa unik dan kaya strategi evolusi makhluk laut dalam.

Tantangan mempelajari makhluk bercahaya

Meneliti hewan laut dalam bukanlah hal mudah. Tekanan air yang tinggi, kegelapan total, dan kesulitan menangkap hewan tanpa melukai mereka membuat penelitian sangat terbatas.

Hiu kitefin jarang terlihat hidup-hidup. Oleh karena itu, penelitian di laboratorium dengan tangki khusus sangat penting untuk mengungkap rahasia cahaya mereka. Namun, tentu saja, kondisi tangki tidak sepenuhnya mewakili kehidupan nyata di laut dalam.

Apa yang membedakan hiu ini dari hewan bercahaya lain?

Perbedaan utamanya adalah ukuran. Sebagian besar hewan bercahaya relatif kecil, tetapi kitefin shark adalah predator besar. Fakta bahwa tubuh sebesar ini bisa menyala membuka pertanyaan baru:

  • Bagaimana mereka menghasilkan energi yang cukup untuk menyalakan tubuh?
  • Apakah cahaya ini memengaruhi cara mereka berburu?
  • Apakah cahaya bisa digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan?

Jawaban dari pertanyaan ini masih diteliti, tetapi jelas menunjukkan bahwa kemampuan bercahaya bukan sekadar “bonus” melainkan adaptasi penting bagi kehidupan mereka.

Kenapa penemuan ini penting bagi sains?

  1. Memahami evolusi
    Penemuan hiu bercahaya memberi kita wawasan tentang bagaimana sifat bioluminesensi bisa berkembang tidak hanya pada hewan kecil, tetapi juga predator besar.
  2. Konservasi laut dalam
    Dengan mengetahui betapa uniknya makhluk di laut dalam, kita punya alasan lebih kuat untuk melindungi ekosistemnya dari ancaman penangkapan ikan berlebihan dan perubahan iklim.
  3. Inspirasi teknologi
    Bioluminesensi sudah lama menginspirasi teknologi, dari pencitraan medis hingga lampu hemat energi. Meneliti hiu bercahaya bisa membuka peluang baru di bidang bioteknologi.

Menyibak rahasia gelap lautan

Setiap penemuan di laut dalam selalu terasa seperti menemukan dunia baru. Hiu bercahaya ini mengingatkan kita bahwa masih banyak misteri di bumi, bahkan di planet kita sendiri.

Sementara kita sering mengarahkan pandangan ke luar angkasa, lautan dalam masih menyimpan ribuan rahasia yang belum terpecahkan. Kitefin shark adalah salah satu bukti bahwa eksplorasi laut sama pentingnya dengan menjelajah kosmos.

Kitefin shark, sang hiu bercahaya, adalah vertebrata terbesar yang diketahui bisa memproduksi cahaya sendiri. Ia hidup di kedalaman gelap samudra, menyala dengan kilau biru hijau yang misterius.

Dengan tubuh bercahaya, hiu ini tidak hanya memikat mata para peneliti, tetapi juga memberi kita pemahaman baru tentang bagaimana kehidupan beradaptasi di tempat paling ekstrem.

Di dunia di mana kita sering berpikir sudah tahu segalanya, hiu bercahaya mengingatkan: alam selalu punya kejutan. Dan mungkin, rahasia paling terang justru lahir dari kegelapan terdalam laut.

Baca juga artikel tentang: Hiu Greenland, Makhluk Berumur 5 Abad yang Mengungkap Rahasia Penuaan

REFERENSI:

Funnell, Rachael. 2025. The Largest Bioluminescent Vertebrate Known To Science Is A Glow-In-The-Dark Shark. IFLScience: https://www.iflscience.com/the-largest-bioluminescent-vertebrate-known-to-science-is-a-glow-in-the-dark-shark-80372 diakses pada tanggal 5 September 2025.

Troll, Ray. 2025. Sharkabet: A sea of sharks from A to Z. Turner Publishing Company.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top