Hiu Greenland (Somniosus microcephalus) dikenal sebagai vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi. Beberapa individu dari spesies ini diperkirakan dapat hidup hingga 500 tahun , menjadikannya salah satu makhluk paling menakjubkan di dunia biologi kelautan. Rentang hidup yang luar biasa ini telah membuat para ilmuwan penasaran dan terus meneliti bagaimana hiu ini mampu bertahan selama berabad-abad.

Hiu ini merupakan predator laut dalam yang sulit dipelajari karena habitatnya yang berada di perairan dingin dan terpencil, terutama di Samudra Atlantik Utara dan Samudra Arktik. Mereka tumbuh dengan sangat lambat, diperkirakan hanya bertambah sekitar 1 cm per tahun, sebuah faktor yang diyakini berkontribusi pada umur panjang mereka. Selain itu, metabolisme mereka yang sangat lambat akibat suhu air yang rendah juga diperkirakan membantu memperlambat proses penuaan.

Terobosan besar dalam memahami umur panjang hiu Greenland datang dari penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Julius Nielsen, seorang ahli biologi kelautan dari University of Copenhagen. Menggunakan teknik penanggalan radiokarbon pada lensa mata hiu, mereka menemukan bahwa individu hiu Greenland tertua yang diteliti setidaknya berusia 272 tahun, sementara beberapa model statistik menunjukkan bahwa usia maksimumnya bisa mendekati 500 tahun.
Penemuan ini memberikan wawasan luar biasa tentang bagaimana beberapa spesies dapat menantang batas penuaan yang umum terjadi pada vertebrata. Studi lebih lanjut tentang hiu Greenland dapat membantu ilmuwan memahami mekanisme biologis di balik umur panjang, yang mungkin memiliki implikasi penting dalam penelitian tentang penuaan dan kesehatan manusia.
Dengan umur yang melampaui banyak peristiwa sejarah, hiu Greenland yang berenang di lautan hari ini mungkin telah lahir sebelum Revolusi Industri atau bahkan sebelum William Shakespeare menulis karya-karyanya. Makhluk luar biasa ini bukan hanya saksi bisu perubahan Bumi selama berabad-abad, tetapi juga kunci untuk memahami rahasia umur panjang di alam.
Baca juga artikel tentang: Tinjauan tentang Sejarah Panjang Hiu: Lebih Tua dari Pohon
Penemuan Hiu Greenland, Vertebrata Tertua dengan Usia Luar Biasa, Mengungkap Rahasia Umur Panjang di Laut
Penemuan mengenai hiu Greenland, yang diperkirakan dapat hidup hingga 500 tahun, memecahkan rekor umur terpanjang sebelumnya yang dipegang oleh paus kepala busur, yang diketahui memiliki usia hingga 211 tahun. Sebelumnya, paus kepala busur dianggap sebagai vertebrata dengan umur terpanjang. Temuan baru ini semakin memperkaya pemahaman kita tentang panjangnya umur beberapa makhluk hidup, khususnya yang hidup di laut dalam yang misterius.
Namun, untuk menentukan usia hiu Greenland bukanlah hal yang mudah. Bagi sebagian besar ikan, usia bisa ditentukan dengan menghitung lapisan-lapisan pertumbuhan yang terbentuk di dalam struktur kecil yang disebut otolith. Otolith adalah bagian dari telinga ikan yang terbuat dari kalsium karbonat dan tumbuh seiring waktu. Lapisan-lapisan ini, yang mirip dengan lingkaran pohon, mencatat pertumbuhan ikan dalam garis waktu yang dapat dihitung. Namun, hiu Greenland tidak memiliki otolith dengan lapisan-lapisan yang terlihat, menjadikan teknik tradisional ini tidak efektif untuk menentukan usianya. Selain itu, struktur tubuh hiu Greenland yang kalsifikasinya sangat minim juga membuat metode ini semakin sulit diterapkan.
Untuk mengatasi tantangan ini, para ilmuwan beralih ke lensa mata hiu sebagai alternatif. Lensa mata hiu terbuat dari protein yang tetap tidak berubah setelah terbentuk, sehingga lensa ini dapat digunakan sebagai penanda waktu biologis. Menariknya, protein di lensa mata berkembang saat hiu masih berada di dalam rahim induknya. Karena sifatnya yang stabil, para peneliti dapat menggunakan teknik penanggalan radiokarbon untuk menentukan usia berdasarkan protein yang terperangkap di dalam lensa mata.
Dengan menganalisis protein ini, tim peneliti berhasil memperkirakan usia beberapa hiu Greenland dan mengonfirmasi betapa luar biasanya rentang hidup mereka. Temuan ini memberikan wawasan baru yang mengungkapkan bagaimana makhluk yang hidup di kedalaman laut yang dingin dan gelap ini bisa mencapai umur yang sangat panjang.

Studi ini tidak hanya menarik perhatian dalam dunia biologi kelautan tetapi juga membuka banyak pertanyaan baru tentang penuaan dan umur panjang di dunia alami. Metabolisme yang sangat lambat dan lingkungan perairan dingin yang menjadi habitat hiu Greenland kemungkinan besar memainkan peran penting dalam memperpanjang umur mereka. Meskipun demikian, banyak aspek biologi hiu ini yang masih belum sepenuhnya dipahami. Penemuan ini juga berpotensi memiliki dampak besar di luar dunia laut, dengan memberikan wawasan yang berharga tentang proses penuaan yang bisa digunakan untuk penelitian medis manusia. Jika ilmuwan dapat memahami bagaimana hiu Greenland dapat menunda penuaan dan melawan penyakit, hal ini mungkin membuka jalan bagi temuan baru yang dapat membantu memperpanjang kesehatan dan umur manusia serta spesies lainnya.
Baca juga artikel tentang: Ikan Hiu dan Remora, bukti kisah kasih yang nyata!
REFERENSI:
Shavit, Rebecca. 2025. Scientists discover 500-year-old shark, Earth’s longest living vertebrate. The Brighter Side: https://www.thebrighterside.news/discoveries/scientists-discover-500-year-old-shark-earths-longest-living-vertebrate/ diakses pada tanggal 17 Februari 2025.
Sólmundsson, Jón dkk. 2025. Deepwater Sharks at Their Northern Limits—Distribution, Diet and Trophic Relations. Marine Ecology 46 (1), e12854.
White, C. 2025. The Acoustic Landscape of Shark Habitat. University of Exeter.

