Jika ditanya, indera mana yang paling penting bagi manusia, kebanyakan orang mungkin akan menjawab penglihatan. Kita memang makhluk visual, lebih dari 80% informasi yang kita serap sehari-hari datang dari mata. Namun, bagi banyak hewan, justru telinga mereka yang jadi “super power”. Pendengaran bukan hanya sekadar kemampuan menangkap suara, tetapi juga senjata bertahan hidup, radar navigasi, bahkan alat komunikasi rahasia.
Pertanyaannya: hewan mana yang memiliki pendengaran terbaik di dunia? Jawabannya ternyata cukup mengejutkan, dan bukan selalu hewan yang kita duga.
Batas Pendengaran Manusia
Mari mulai dari diri kita sendiri. Manusia umumnya mampu mendengar suara dengan rentang frekuensi antara 20 hertz (nada sangat rendah) hingga 20.000 hertz atau 20 kilohertz (nada sangat tinggi). Namun, seiring bertambahnya usia, telinga kita kehilangan sensitivitas terhadap nada tinggi. Tidak heran, remaja kadang bisa mendengar bunyi “ultrasonik” yang dipakai sebagai alarm toko, sementara orang dewasa tidak sadar ada suara apapun.
Jika dibandingkan dengan hewan lain, pendengaran kita ternyata biasa saja. Banyak spesies lain yang bisa menangkap frekuensi jauh di atas batas manusia, bahkan hingga ratusan kilohertz.
Baca juga artikel tentang: Resonansi Bisu: Dampak Polusi Suara terhadap Ekosistem Akustik Antartika
Kelelawar: Master Navigasi Malam
Ketika malam tiba dan hutan gelap gulita, kelelawar justru beraksi dengan percaya diri. Rahasianya ada pada kemampuan mereka memanfaatkan ekolokasi, mirip seperti sonar kapal selam.
Kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi, lalu mendengarkan gema pantulannya dari benda di sekitarnya. Dari waktu pantulan yang kembali ke telinga, kelelawar bisa tahu jarak, bentuk, bahkan ukuran mangsa seperti serangga. Hebatnya, semua ini terjadi dalam sepersekian detik, memungkinkan kelelawar terbang cepat tanpa menabrak pepohonan atau kehilangan target.
Suara yang mereka keluarkan sering kali berada di luar jangkauan pendengaran manusia, di atas 20 kilohertz. Bagi kita, hutan malam mungkin senyap, tapi bagi kelelawar, itu penuh dengan “peta suara” tiga dimensi.
Namun, meski sistem pendengaran kelelawar sangat canggih, mereka ternyata bukan pemegang rekor. Ada serangga kecil yang lebih mengagumkan.
Ngengat Lilin Raksasa: Juara Pendengaran Dunia
Pernah mendengar tentang greater wax moth atau ngengat lilin raksasa? Meski ukurannya kecil dan tampak biasa saja, serangga ini memegang rekor dunia untuk pendengaran paling tajam di kerajaan hewan.
Ngengat ini mampu mendeteksi suara hingga 300 kilohertz, sekitar 15 kali lipat lebih tinggi dibanding batas atas telinga manusia! Bayangkan, jika telinga kita seperti sebuah radio yang hanya bisa menangkap siaran lokal, ngengat lilin raksasa ibarat antena super yang bisa menyalakan saluran ultrasonik tersembunyi.
Mengapa serangga sekecil itu butuh pendengaran sehebat ini? Jawabannya sederhana: untuk bertahan hidup. Ngengat lilin raksasa adalah mangsa favorit kelelawar. Dengan mendengar suara ultrasonik kelelawar, ngengat tahu kapan bahaya mendekat. Begitu menangkap sinyal “klik” kelelawar, ia segera mengubah arah terbang atau menjatuhkan diri ke tanah untuk menghindari serangan.
Pendengaran luar biasa ini adalah contoh evolusi defensif: ketika predator semakin canggih, mangsa pun mengembangkan cara bertahan yang tidak kalah rumit.
Hewan-Hewan Lain dengan Pendengaran Hebat
Selain kelelawar dan ngengat, banyak hewan lain juga punya kemampuan mendengar yang luar biasa:
- Anjing
Tak heran jika anjing sering dipakai sebagai penjaga rumah. Mereka bisa mendengar suara hingga sekitar 45 kilohertz, lebih dari dua kali lipat kemampuan manusia. Itu sebabnya, mereka bereaksi terhadap “peluit anjing” yang tidak terdengar oleh telinga kita. - Kucing
Sahabat berbulu ini bahkan lebih sensitif dari anjing, mampu mendengar hingga 64 kilohertz. Pendengaran ini membantu kucing berburu hewan kecil, seperti tikus, yang berkomunikasi dengan suara ultrasonik. - Lumba-lumba
Di dunia bawah laut, lumba-lumba menggunakan ekolokasi mirip kelelawar. Mereka bisa mendengar suara hingga 150 kilohertz. Dengan kemampuan ini, lumba-lumba dapat menemukan ikan atau menghindari rintangan di laut yang keruh. - Gajah
Menariknya, gajah unggul di sisi berlawanan: mendengar suara berfrekuensi sangat rendah, atau infrasonik. Mereka bisa menangkap getaran hingga 14 hertz, jauh di bawah jangkauan manusia. Suara rendah ini dapat merambat hingga belasan kilometer di tanah, memungkinkan gajah berkomunikasi jarak jauh dengan kawanannya.
Mengapa Pendengaran Berbeda-Beda?
Perbedaan kemampuan mendengar antarspesies berhubungan erat dengan gaya hidup dan kebutuhan bertahan hidup mereka.
- Predator malam seperti kelelawar membutuhkan pendengaran ultrasonik untuk berburu dalam kegelapan.
- Mangsa kecil seperti ngengat lilin raksasa perlu mendengar suara predator agar bisa selamat.
- Hewan sosial seperti gajah menggunakan suara rendah untuk tetap terhubung dalam kelompok besar.
- Hewan laut seperti lumba-lumba mengandalkan suara karena cahaya sulit menembus kedalaman air.
Evolusi mengasah indera sesuai kebutuhan masing-masing spesies. Hasilnya, dunia hewan penuh dengan telinga super yang melebihi imajinasi manusia.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Mengetahui batas pendengaran hewan tidak hanya menimbulkan rasa kagum, tapi juga bermanfaat bagi sains dan teknologi. Misalnya, studi tentang ekolokasi kelelawar telah menginspirasi pengembangan sonar dan radar. Sementara riset pada ngengat lilin raksasa membantu ilmuwan memahami bagaimana sistem pendengaran bisa mencapai batas fisik tertinggi.
Lebih jauh, penelitian ini juga memberi kita pelajaran tentang keanekaragaman kehidupan. Setiap hewan, sekecil apapun, memiliki strategi luar biasa untuk bertahan hidup. Dalam hal ini, ngengat sederhana pun bisa mengalahkan mamalia besar dalam urusan pendengaran.
Jadi, hewan mana yang punya pendengaran terbaik di dunia? Jawabannya adalah ngengat lilin raksasa, sang juara tak terduga dengan kemampuan mendengar hingga 300 kilohertz.
Namun, jika dilihat dari sudut fungsi, tidak ada satu pemenang mutlak. Kelelawar, lumba-lumba, kucing, anjing, dan gajah semuanya punya keunggulan masing-masing sesuai habitat dan gaya hidup. Pendengaran bagi mereka bukan hanya sekadar alat, melainkan kunci utama untuk bertahan hidup.
Bagi kita manusia, telinga memang tidak sehebat itu. Tapi dengan sains, kita bisa memahami dan bahkan meniru mekanisme mereka untuk menciptakan teknologi baru. Alam, sekali lagi, menjadi guru terbaik—dan hewan-hewan dengan telinga super ini adalah bukti betapa canggihnya evolusi dalam merancang kehidupan.
Baca juga artikel tentang: Orangutan ‘Ngoding’ Suara? Ilmuwan Temukan Pola Bahasa Bertingkat di Alam Liar
REFERENSI:
Koh, Charis dkk. 2025. Development of the Hearing Dog Evaluation and Reporting Overview (HERO): A Novel Measure for Hearing Dog Welfare. Animals 15 (6), 785.
Perkins, Marilyn. 2025. Which animal has the best hearing?. Live Science: https://www.livescience.com/animals/which-animal-has-the-best-hearing diakses pada tanggal 3 September 2025.
Ye, Huan dkk. 2025. Sensation Matters: Applying Masking Potential to Assess Noise Effects on Global Bat Species. Global Ecology and Biogeography 34 (5), e70053.

