Dunia bisnis saat ini bergerak begitu cepat. Teknologi digital bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan penentu arah masa depan perusahaan. Kita hidup pada masa ketika kecerdasan buatan, komputasi awan, dan data besar (big data) mendikte strategi perusahaan di hampir setiap sektor. Dalam kondisi seperti ini, kepemimpinan yang memahami teknologi bukan lagi keistimewaan, tetapi keharusan.
Sebuah penelitian terbaru berjudul “Impact of CEO’s Digital Technology Orientation and Board Characteristics on Firm Value: A Signaling Perspective” yang diterbitkan dalam Journal of Management tahun 2025, mencoba menjawab satu pertanyaan penting: Apakah perusahaan akan lebih bernilai jika dipimpin oleh seorang CEO yang memahami dan mendukung teknologi digital?
Jawaban singkatnya adalah: ya, tetapi tidak sesederhana itu.
Baca juga artikel tentang: Masa Depan Ilmu Material: Cavity Elektro-Optik dan Pengaruhnya terhadap Teknologi Kuantum
Kepemimpinan yang Melek Digital: Lebih dari Kata-Kata Manis
Dalam penelitian ini, para akademisi dari Inggris dan Eropa mempelajari ratusan perusahaan anggota indeks S&P 500, yaitu perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat yang menjadi barometer utama ekonomi global. Mereka menganalisis bagaimana komunikasi CEO tentang teknologi digital kepada para investor dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap nilai perusahaan.
Teori yang digunakan dalam riset ini adalah Signaling Theory. Dalam dunia investasi, sinyal adalah informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada pemegang saham untuk meyakinkan bahwa mereka memiliki strategi yang baik dan akan memberikan masa depan cerah.
Ketika seorang CEO berbicara tentang transformasi digital, inovasi, dan pemanfaatan teknologi baru, hal itu dapat menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan siap menghadapi persaingan yang semakin ketat. Investor pun bisa merasa lebih percaya dan menilai perusahaan lebih tinggi.
Namun, apakah cukup CEO berbicara soal teknologi untuk membuat perusahaan terlihat maju?
Ternyata tidak.
Dewan Direksi: Penjaga dan Penilai Kredibilitas CEO
Perusahaan tidak hanya dikendalikan oleh CEO, tetapi juga Board of Directors—dewan direksi yang memiliki tugas mengawasi dan memastikan manajemen berjalan sesuai kepentingan pemegang saham.
Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik dewan sangat memengaruhi apakah sinyal digital dari CEO dipercaya atau tidak oleh investor. Ada dua aspek utama:
- Keahlian digital anggota dewan
- Keberagaman pengetahuan dalam dewan
Jika dewan memiliki pengalaman dan pemahaman tentang teknologi, mereka bisa menjadi pendorong kuat keberhasilan transformasi digital perusahaan. Mereka bukan hanya penyetuju kebijakan, tetapi juga pemberi arahan yang berbasis kompetensi.
Keberagaman pengetahuan—misalnya perpaduan pakar teknologi, ekonomi, pemasaran, dan manajemen risiko, juga menjadi keunggulan besar. Mereka dapat mempertimbangkan peluang dan risiko secara lebih luas sebelum menyetujui langkah-langkah teknologi.
Sebaliknya, jika sebagian besar anggota dewan tidak mengerti apa itu digitalisasi dan hanya mengawasi dari sisi tradisional, mereka cenderung:
- Meragukan keputusan CEO terkait teknologi
- Menjadi penghambat inovasi karena takut pada risiko
- Mengurangi kredibilitas sinyal CEO di mata investor
Investor bisa saja berpikir: “Jika dewan saja tidak mendukung, mungkin perusahaan ini belum siap benar.”
Tidak Semua Dewan Independen Selalu Baik
Banyak perusahaan mengandalkan anggota dewan independen, yaitu orang luar yang diharapkan memberi pengawasan objektif. Namun penelitian ini memberikan pandangan yang lebih tajam.
- Dewan independen tanpa keahlian digital justru dapat memperlemah kepercayaan investor terhadap strategi digital CEO.
- Sebaliknya, dewan independen yang paham teknologi memberikan efek positif dan meningkatkan nilai perusahaan.
Artinya, independensi bukan satu-satunya faktor penting. Kapabilitas juga berperan besar. Perusahaan yang hanya fokus pada struktur tata kelola tanpa melihat kualitas kompetensi risiko tertinggal dalam mengadopsi teknologi digital.
Memimpin dalam Ketidakpastian Teknologi
Riset ini menekankan bahwa manfaat orientasi digital CEO paling terasa di industri yang berubah sangat cepat karena teknologi, seperti:
- Keuangan dan fintech
- Teknologi informasi
- Manufaktur berbasis otomatisasi
- Media dan komunikasi digital
- Perdagangan elektronik
Dalam situasi penuh ketidakpastian, kejutan pasar sering terjadi. Siapa yang bisa beradaptasi lebih cepat, dialah yang menang. Investor sangat menghargai perusahaan yang aktif berinovasi karena:
- Biaya lambat beradaptasi jauh lebih besar
- Risiko tertinggal dari pesaing sangat tinggi
- Peluang pertumbuhan teknologi lebih besar ke depannya
Dengan kata lain, perusahaan yang terlihat siap menghadapi perubahan teknologi akan memperoleh nilai yang lebih tinggi di pasar saham.
Pesan Penting bagi Dunia Bisnis
Hasil penelitian ini memberikan beberapa pelajaran strategis:
- CEO wajib memahami teknologi
Tidak cukup menyerahkan urusan digital kepada bagian IT saja. Pemimpin harus tahu arah teknologi dan menjadi penggerak perubahan. - Pilih anggota dewan yang tepat
Keahlian teknologi menjadi kompetensi wajib dalam struktur dewan masa kini. Pengalaman digital harus dinilai setara dengan pengalaman finansial atau hukum. - Komunikasikan strategi digital dengan jelas
Investor tidak akan percaya jika tidak ada komunikasi yang transparan dan konsisten. - Budayakan inovasi dalam perusahaan
Digitalisasi bukan proyek sekali jalan, melainkan perjalanan jangka panjang.
Masa Depan: Perusahaan Teknologi di Semua Sektor
Penelitian ini memperlihatkan gambaran yang semakin nyata: Hampir semua perusahaan kini adalah perusahaan teknologi. Baik bergerak di makanan, energi, properti, hingga kesehatan, semuanya bergantung pada inovasi digital.
Perusahaan yang masih memandang teknologi hanya sebagai penunjang operasional kemungkinan akan tertinggal jauh. Sedangkan perusahaan yang melihat teknologi sebagai inti strategi akan memiliki keunggulan kompetitif besar.
Investor pun semakin cerdas menilai mana yang hanya bicara, dan mana yang benar-benar melakukan transformasi.
CEO yang melek digital dapat meningkatkan nilai perusahaan, tetapi dampaknya semakin besar jika didukung oleh dewan direksi yang memiliki:
- Keahlian digital memadai
- Keberagaman pengetahuan
- Kemampuan mengawasi dengan perspektif modern
Kepemimpinan dan tata kelola bisnis yang selaras dengan perkembangan teknologi bukan lagi pilihan, tetapi syarat untuk bertahan dan menang. Dunia telah berubah ke arah digital, dan perusahaan yang ingin sukses harus memastikan seluruh sistem kepemimpinannya ikut berubah.
Baca juga artikel tentang: Kabut Pintar dan Kelembapan Terkontrol: Teknologi Baru Menjaga Buah dan Sayur Segar dari Ladang ke Meja Makan
REFERENSI:
Filatotchev, Igor dkk. 2025. Impact of CEO’s digital technology orientation and board characteristics on firm value: a signaling perspective. Journal of Management 51 (2), 875-912.

