Pernahkah Anda merasa ingin berlibur hanya karena melihat foto pantai yang indah di media sosial. Atau tiba tiba tertarik mengunjungi kota baru setelah menonton video perjalanan yang direkomendasikan oleh platform digital. Jika iya, Anda bukan satu satunya. Fenomena ini semakin sering terjadi seiring perkembangan teknologi digital yang begitu cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan tahun 2025 dalam Journal of Innovation and Knowledge mencoba memahami bagaimana teknologi digital, khususnya penggunaan smartphone, memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Penelitian ini dilakukan oleh Yanan Tan dan rekan rekannya dengan tujuan memberikan wawasan bagi industri pariwisata agar mampu menyesuaikan strategi pemasaran di era digital.
Baca juga artikel tentang: Masa Depan Ilmu Material: Cavity Elektro-Optik dan Pengaruhnya terhadap Teknologi Kuantum
Hasil yang ditemukan sangat menarik dan membuka mata bahwa keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan tidak lagi hanya dipengaruhi kondisi finansial atau kesempatan berlibur, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat, akses, dan lakukan melalui perangkat digital yang hampir selalu berada di tangan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima mekanisme utama yang menjelaskan pengaruh penggunaan smartphone terhadap niat seseorang untuk melakukan perjalanan. Kelima mekanisme tersebut akan kita bahas satu per satu dalam bagian berikut ini.
Pertama, teknologi digital memperluas akses informasi tentang destinasi wisata. Dulu, seseorang harus mencari brosur atau bertanya kepada agen perjalanan untuk mengetahui tempat wisata yang menarik. Sekarang, hanya dengan duduk santai sambil menggulir layar ponsel, kita dapat menemukan ribuan rekomendasi destinasi lengkap dengan foto, ulasan, hingga informasi transportasi. Kemudahan ini membuat orang lebih banyak mengetahui tempat baru dan semakin tertarik untuk melakukan perjalanan.
Kedua, teknologi digital memperluas jaringan sosial. Media sosial memungkinkan orang berbagi pengalaman dan melihat pengalaman orang lain. Ketika kita melihat teman sedang berlibur di tempat yang memukau, ada rasa ingin ikut merasakan sensasi tersebut. Interaksi sosial ini menciptakan dorongan psikologis untuk juga melakukan perjalanan agar tidak ketinggalan tren. Dengan kata lain, pengalaman wisata kini bukan hanya soal menikmati perjalanan, tetapi juga tentang berbagi dan diakui sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Ketiga, teknologi digital meningkatkan rasa percaya. Dulu, seseorang bisa ragu memesan hotel di tempat asing karena tidak tahu kualitasnya. Sekarang, ulasan pengguna dan rating online memberi jaminan rasa aman. Konsumen merasa lebih yakin karena banyak informasi dapat diverifikasi melalui ponsel. Kepercayaan ini sangat penting dalam pariwisata karena perjalanan ke tempat baru selalu memiliki tingkat risiko tertentu.
Keempat, teknologi digital meningkatkan kenyamanan hidup. Banyak aplikasi perjalanan yang memudahkan kegiatan wisata, mulai dari pemesanan tiket pesawat, transportasi lokal, restoran, hingga akses peta digital. Semuanya bisa dilakukan tanpa harus mengantre atau datang ke lokasi fisik. Kenyamanan ini mengurangi hambatan berwisata dan membuat keputusan lebih cepat diambil.
Kelima, ada faktor peningkatan pendapatan yang berkaitan dengan penggunaan digital. Walaupun efeknya tidak sebesar keempat faktor sebelumnya, penelitian menunjukkan bahwa individu dengan pendapatan yang lebih tinggi biasanya memiliki akses lebih besar terhadap teknologi dan layanan digital. Namun faktor ini bukanlah pendorong utama, melainkan hanya salah satu bagian kecil yang ikut memengaruhi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh teknologi digital tidak sama pada setiap kelompok masyarakat. Ada beberapa kelompok yang lebih mudah terpengaruh untuk melakukan perjalanan melalui layanan digital. Misalnya, kelompok usia paruh baya dan lanjut usia lebih merasakan manfaat teknologi karena sebelumnya mereka tidak banyak memiliki akses informasi seperti generasi muda. Kini, dengan smartphone yang mudah digunakan, mereka dapat menjelajahi dunia dari layar ponsel dan tertarik untuk mewujudkannya.
Kelompok yang cenderung ekstrovert juga terpengaruh lebih besar karena mereka biasanya lebih aktif dalam berbagi aktivitas di media sosial. Sementara itu, kelompok masyarakat berpendapatan rendah justru menunjukkan peningkatan minat wisata yang tinggi seiring adanya informasi mengenai pilihan wisata yang lebih terjangkau. Dengan kata lain, teknologi digital memberikan kesempatan yang lebih luas bagi semua kalangan untuk bermimpi dan mewujudkan perjalanan wisata.
Menariknya lagi, studi ini memberikan masukan sangat penting bagi pelaku industri pariwisata. Masyarakat sekarang tidak hanya ingin pergi ke tempat yang indah, tetapi mereka juga ingin merasa terhubung dengan pengalaman wisata sebelum memutuskan untuk berangkat. Karena itu, penulis penelitian menyarankan agar strategi pemasaran pariwisata memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.
Beberapa rekomendasi yang diberikan antara lain meningkatkan konten digital yang informatif, memperluas saluran komunikasi online, memanfaatkan media sosial secara kreatif, dan membangun platform layanan wisata yang lebih mudah diakses. Dengan memahami kebutuhan dan kebiasaan digital konsumen, pelaku wisata dapat menciptakan pendekatan yang lebih tepat sasaran.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya infrastruktur digital yang baik, terutama untuk daerah wisata di luar kota besar. Tanpa akses internet yang memadai, wisatawan tidak dapat menikmati fasilitas digital yang menjadi bagian penting dari kenyamanan perjalanan mereka. Selain itu, pemanfaatan teknologi harus mempertimbangkan karakteristik konsumen yang berbeda beda agar strategi yang diterapkan benar benar efektif.
Teknologi digital memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk niat masyarakat untuk berwisata. Smartphone bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jendela untuk menjelajahi dunia. Informasi yang mudah diakses, interaksi sosial yang terus berkembang, rasa percaya diri dalam mengambil keputusan, serta kenyamanan dalam layanan perjalanan menjadi faktor utama yang mendorong orang untuk semakin sering bepergian.
Pariwisata dunia terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Destinasi wisata tidak lagi hanya bersaing dalam keindahan alam atau budaya, tetapi juga dalam kemampuan menampilkan diri di ruang digital. Bagi konsumen, semakin banyak pilihan dan kemudahan berarti semakin besar peluang untuk menemukan pengalaman wisata yang sesuai dengan keinginan mereka. Sementara bagi pelaku industri, inilah saatnya menggali potensi digital untuk menghidupkan kembali pariwisata menjadi lebih inklusif, interaktif, dan berkembang seiring zaman.
Baca juga artikel tentang: Kabut Pintar dan Kelembapan Terkontrol: Teknologi Baru Menjaga Buah dan Sayur Segar dari Ladang ke Meja Makan
REFERENSI:
Tan, Yanan dkk. 2025. Analyzing the impact of digital technology on consumers’ travel intentions. Journal of Innovation & Knowledge 10 (2), 100685.

