Kita semua tahu bahwa tubuh manusia dipenuhi oleh miliaran bakteri kecil yang hidup di dalam usus. Kebanyakan dari mereka adalah “teman baik” yang membantu mencerna makanan, menjaga kekebalan tubuh, dan bahkan memengaruhi suasana hati kita. Tapi tahukah Anda bahwa beberapa dari bakteri ini mungkin juga bisa membantu kita melawan racun berbahaya yang ada di lingkungan?
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa beberapa spesies bakteri usus manusia mampu menyerap zat kimia berbahaya yang dikenal sebagai forever chemicals, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances). Zat ini disebut “forever” karena sangat sulit terurai, baik di alam maupun di dalam tubuh manusia.
Berita baiknya? Setelah diserap oleh bakteri usus, PFAS bisa ikut keluar dari tubuh kita melalui kotoran.
PFAS adalah kelompok bahan kimia sintetis (buatan manusia) yang telah digunakan sejak tahun 1940-an. Mereka sering ditemukan dalam produk sehari-hari seperti wajan anti lengket, pakaian tahan air, kemasan makanan cepat saji, dan busa pemadam kebakaran. Karena sifatnya yang tahan panas, air, dan minyak, PFAS sangat berguna dalam industri. Tapi ada satu masalah besar: PFAS hampir tidak bisa rusak di lingkungan maupun dalam tubuh manusia.
Akibatnya, zat ini bisa menumpuk di dalam tubuh manusia dan hewan selama bertahun-tahun. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan PFAS dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan hormon, masalah kekebalan tubuh, hingga gangguan kesuburan.
Penelitian terbaru dari tim ilmuwan di Universitas Washington dan National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat menemukan bahwa sembilan jenis bakteri yang biasa hidup di usus manusia mampu menyerap PFAS. Penelitian ini awalnya dilakukan pada tikus, tapi hasilnya sangat menjanjikan untuk manusia.
Mereka menemukan bahwa saat bakteri ini dimasukkan ke dalam tubuh tikus, kadar PFAS dalam darah tikus menurun secara signifikan. Artinya, bakteri tersebut kemungkinan menyerap PFAS dari saluran pencernaan, sehingga zat beracun itu tidak masuk ke aliran darah dan bisa dikeluarkan lewat feses.
Peneliti menggunakan teknik laboratorium canggih untuk melacak bagaimana PFAS berinteraksi dengan bakteri usus. Mereka menduga bahwa dinding sel bakteri tertentu bisa mengikat molekul PFAS, seperti spons yang menyerap air.
Begitu PFAS menempel pada bakteri, maka zat itu tidak bisa lagi masuk ke dalam tubuh. Akhirnya, bakteri tersebut ikut keluar saat kita buang air besar, membawa PFAS bersamanya.
Meskipun mekanismenya masih diteliti lebih lanjut, hasil awal ini membuka peluang baru dalam mengatasi salah satu ancaman lingkungan paling membandel di abad ini.
Penemuan ini bisa menjadi terobosan besar di bidang kesehatan dan lingkungan. Selama ini, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan PFAS yang sudah masuk ke tubuh. Tapi jika bakteri usus bisa membantu, maka ada harapan bahwa kita bisa membersihkan racun ini secara alami dengan bantuan mikroba yang sudah ada dalam tubuh kita sendiri.
Dalam jangka panjang, ini bisa membuka jalan bagi terapi baru, seperti probiotik khusus yang mengandung bakteri pemakan PFAS. Bayangkan, suatu hari nanti kita mungkin bisa minum suplemen yang membantu membersihkan racun dari dalam tubuh!
Tapi, Tetap Waspada!
Meski hasilnya menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan bahwa ini baru langkah awal. Penelitian masih dilakukan pada tikus, dan butuh waktu sebelum bisa dipastikan aman dan efektif untuk manusia. Selain itu, kita tidak boleh mengandalkan bakteri usus saja untuk melindungi diri dari PFAS.
Langkah terbaik tetaplah mengurangi paparan PFAS sejak awal. Misalnya, dengan menghindari produk dengan lapisan anti lengket atau tahan air yang tidak jelas kandungannya, dan memperhatikan informasi pada label produk rumah tangga.
Penemuan ini juga menjadi pengingat bahwa solusi dari masalah besar sering kali datang dari tempat yang tidak terduga, seperti usus kita sendiri. Alam telah menyediakan banyak alat untuk membantu kita, asalkan kita cukup cermat dan sabar untuk menemukannya.
Para ilmuwan masih akan melanjutkan penelitian ini dengan harapan bisa mengembangkan metode detoksifikasi PFAS yang lebih efektif di masa depan. Tapi untuk saat ini, kita bisa sedikit lega mengetahui bahwa di dalam tubuh kita, ada pasukan mikroba kecil yang mungkin sedang bekerja keras menyerap racun dan membuangnya keluar.
Masalah forever chemicals atau PFAS memang masih menjadi tantangan besar di seluruh dunia. Tapi kabar bahwa beberapa bakteri dalam usus manusia bisa membantu menyingkirkan zat beracun ini memberi harapan baru. Ini adalah bukti bahwa sains dan alam bisa bekerja sama dalam melindungi kesehatan kita.
Jadi, jaga kesehatan usus Anda! Siapa tahu, mikroba di dalamnya adalah pahlawan diam-diam yang sedang membantu Anda membuang racun berbahaya dari tubuh.
REFERENSI:
Moul, Russell. 2025. Some Human Gut Bacteria Can Absorb Harmful Toxic “Forever Chemicals” So They Can Be Pooped Out. IFL Science: https://www.iflscience.com/some-human-gut-bacteria-can-absorb-harmful-toxic-forever-chemicals-so-they-can-be-pooped-out-80059 diakses pada tanggal 19 Juli 2025.

