Misteri Kromosom Seks Tertua di Dunia Vertebrata: Hiu dan Pari Punya Cara Unik Menentukan Jenis Kelamin

Hiu dan pari, dua makhluk laut yang sering terlihat seperti makhluk dari zaman purba, ternyata memiliki sistem penentuan jenis kelamin yang bukan hanya berbeda, tetapi juga jauh lebih tua dibandingkan sistem yang dimiliki oleh manusia dan sebagian besar mamalia lainnya.

Saat kita memikirkan penentuan jenis kelamin dalam dunia hewan, mungkin kita langsung teringat pada sistem yang kita kenal: laki-laki punya kromosom XY dan perempuan punya XX. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua makhluk hidup menggunakan cara ini?

Hiu dan pari, dua makhluk laut yang sering terlihat seperti makhluk dari zaman purba, ternyata memiliki sistem penentuan jenis kelamin yang bukan hanya berbeda, tetapi juga jauh lebih tua dibandingkan sistem yang dimiliki oleh manusia dan sebagian besar mamalia lainnya.

Kromosom Seks: Apa Itu Sebenarnya?

Kromosom seks adalah bagian dari materi genetik yang menentukan apakah seekor hewan akan menjadi jantan atau betina. Pada manusia dan sebagian besar mamalia, sistem ini disebut XY. Laki-laki punya satu kromosom X dan satu Y, sementara perempuan punya dua kromosom X. Tapi sistem ini bukan satu-satunya yang ada di dunia hewan.

Beberapa hewan lain, seperti burung, memiliki sistem ZW, di mana betinanya punya dua jenis kromosom berbeda (ZW), sedangkan jantannya memiliki dua kromosom yang sama (ZZ). Di dunia reptil, bahkan suhu lingkungan saat telur dierami bisa menentukan jenis kelamin anak yang lahir!

Nah, sistem milik hiu dan pari termasuk unik karena mereka juga menggunakan sistem XY, tapi dengan susunan dan sejarah evolusi yang sangat berbeda dari mamalia.

Sistem Kromosom Seks Hiu dan Pari: Tertua di Dunia

Para ilmuwan menemukan bahwa hiu dan pari sudah menggunakan sistem kromosom seks ini sejak ratusan juta tahun yang lalu, bahkan sebelum dinosaurus muncul! Ini menjadikan mereka sebagai pemilik sistem kromosom seks tertua di antara semua vertebrata (hewan bertulang belakang).

Menariknya, walaupun hiu dan pari juga memiliki sistem XY, susunan gen di dalam kromosom mereka berbeda dari manusia. Mereka punya “twist” atau keunikan dalam cara gen-gen bekerja, yang menunjukkan bahwa sistem ini berkembang secara mandiri dan bukan diwarisi dari nenek moyang yang sama dengan mamalia.

Evolusi yang Terpisah Tapi Mirip

Fakta bahwa hiu dan pari punya sistem XY tapi tidak sama dengan kita memberikan pelajaran penting dalam evolusi: terkadang, alam bisa menemukan solusi yang mirip secara fungsional meskipun berasal dari jalur yang berbeda. Ini disebut sebagai evolusi konvergen, ketika dua spesies yang tidak berkerabat mengembangkan fitur yang serupa karena tekanan lingkungan yang sama.

Sama seperti sayap pada burung dan kelelawar yang berkembang secara terpisah tapi digunakan untuk terbang, sistem kromosom seks pada hiu dan manusia pun berkembang secara independen tapi punya hasil akhir yang serupa: menentukan jenis kelamin dengan kromosom X dan Y.

Memahami sistem penentuan jenis kelamin pada hewan seperti hiu dan pari bukan hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga penting untuk pelestarian spesies. Banyak spesies hiu dan pari kini terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Dengan memahami bagaimana jenis kelamin ditentukan dalam populasi mereka, ilmuwan bisa lebih baik mengelola populasi dan merancang program konservasi. Misalnya, jika kita tahu bahwa proporsi jantan dan betina dalam suatu populasi sangat bergantung pada genetik, maka kita bisa membantu menyeimbangkan populasi untuk mendukung reproduksi alami.

Fakta Menarik Lain tentang Hiu dan Pari

  1. Rentang Usia Evolusi yang Sangat Panjang
    Hiu dan pari telah ada selama lebih dari 400 juta tahun, jauh lebih lama dari dinosaurus. Keberadaan mereka sejak lama membuat mereka sering dijuluki sebagai “fosil hidup”.
  2. Beragam Bentuk dan Ukuran
    Dari hiu paus raksasa hingga pari kecil penghuni dasar laut, keluarga elasmobranchii (kelompok hiu dan pari) sangat bervariasi dalam bentuk, ukuran, dan cara hidup.
  3. Kemampuan Reproduksi Unik
    Beberapa spesies hiu mampu bereproduksi secara aseksual melalui proses yang disebut partenogenesis, di mana embrio berkembang tanpa pembuahan oleh sperma.
  4. Indera Luar Biasa
    Hiu dan pari memiliki kemampuan mendeteksi medan listrik yang dihasilkan oleh makhluk hidup lain. Ini membuat mereka sangat efektif dalam berburu, bahkan di air yang keruh atau gelap.

Penemuan bahwa hiu dan pari memiliki kromosom seks tertua di dunia vertebrata menunjukkan betapa kaya dan beragamnya mekanisme alam dalam menentukan jenis kelamin dan menjaga kelangsungan hidup spesies. Ini adalah pengingat bahwa dunia hewan masih menyimpan banyak misteri, dan bahwa kita selalu bisa belajar sesuatu yang baru dari makhluk yang hidup di luar jangkauan pandangan sehari-hari kita.

Dengan teknologi genetika modern, para ilmuwan kini mampu menggali kembali sejarah evolusi jutaan tahun melalui DNA. Dan seperti yang ditunjukkan oleh hiu dan pari, kadang-kadang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan besar tentang kehidupan justru datang dari makhluk yang telah lama berenang di laut, jauh sebelum manusia pertama pun ada di Bumi.

REFERENSI:

Luntz, Stephen. 2025. Sharks And Rays Have The Oldest Vertebrate Sex Chromosomes – And They’re Like No One Else’s. IFL Science: https://www.iflscience.com/sharks-and-rays-have-the-oldest-vertebrate-sex-chromosomes-and-theyre-like-no-one-elses-80188 diakses pada tanggal 31 Juli 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top