Halo semua, semoga diberikan kesehatan selalu, aamiin. Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, lanskap komunikasi manusia telah bertransformasi secara fundamental. Media baru (new media) hadir sebagai fenomena yang mengubah cara kita berinteraksi, mengakses informasi, dan memaknai dunia di sekitar kita. Tidak seperti media tradisional yang bersifat searah dan pasif, media baru menawarkan pengalaman komunikasi yang interaktif, partisipatif, dan tanpa batas ruang serta waktu. Dengan bantuan internet, media baru memungkinkan setiap individu untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang aktif dalam membentuk wacana publik. Revolusi digital ini telah menciptakan ekosistem komunikasi baru di mana hubungan antara pengirim dan penerima pesan menjadi semakin cair, demokratis, dan dinamis.
Pengertian Media Baru
Seiring berkembangnya zaman, teknologi terus berkembang pesat, salah satunya adalah munculnya Media Baru (New Media). Media baru merupakan perkembangan teknologi komunikasi yang dapat digunakan untuk melakukan interaksi satu sama lain melalui dunia maya dengan bantuan internet. Dengan adanya Media Baru tersebut, kita dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa harus bertatap muka secara langsung. Definisi ini menekankan pada aspek konektivitas dan kemampuan untuk melampaui batasan fisik yang selama ini menjadi hambatan dalam komunikasi tradisional. Dalam banyak hal, media baru dan media digital berbeda dari media tradisional. Media baru adalah teknologi baru yang memengaruhi Anda baik secara sosial maupun budaya. Seperti media tradisional, media baru dan media digital memungkinkan konsumsi media; namun, media baru membuat partisipasi menjadi penting agar bermanfaat.
Pengguna dapat menggunakan platform yang sudah ada, tetapi mereka juga dapat membuat konten sendiri. Para pembuat kode dan pengembang yang bekerja untuk perusahaan masing-masing merancang Facebook dan YouTube, tetapi jutaan pengguna di seluruh dunialah yang membuat dan berpartisipasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan jangkauan mereka. Warga web membuat media tambahan dalam bentuk gambar, video, teks, karya seni, dan suara, di antara berbagai format komunikasi dan data yang berkembang pesat di berbagai platform. Inilah yang membedakan media baru dari media lama: di media tradisional seperti televisi atau surat kabar, audiens hanya bisa menerima apa yang disajikan; di media baru, audiens adalah sekaligus pencipta, kurator, dan penyebar konten. Partisipasi aktif ini menciptakan siklus umpan balik yang terus-menerus dan memperkaya ekosistem media secara keseluruhan.
Media baru dan digital menjadi unik karena penambahan World Wide Web dan bagaimana web menghubungkan pengguna ke sejumlah besar konten tekstual dan visual—baik amatir maupun profesional—yang dibuat pengguna dan terus berkembang. Media baru dan digital juga mencakup desain web dan pembuatan situs, karena pengguna dapat dengan mudah membaca dan menggunakan web sambil juga membuat dan mendesain lingkungan digital mereka sendiri. Dalam dua dekade terakhir, web telah berkembang dari sekadar blogging dan platform web sederhana menjadi desain situs web yang sepenuhnya diproduksi serta akses ke pengkodean dan permainan digital. Di mana media tradisional didasarkan pada model konsumsi pasif, media baru mendorong terbentuknya komunitas online di mana banyak pengguna saling membentuk interaksi. Twitter, Reddit, Instagram, dan Facebook bertindak sebagai tempat untuk menyatukan pengguna agar dapat berinteraksi, berkreasi, dan melakukan percakapan serta interaktivitas sehari-hari satu sama lain.
Media baru dan digital secara bersamaan merupakan produksi dan desain bagi mereka yang mengonsumsi dan berpartisipasi dengan konten tersebut. Penciptaan media digital telah menemukan cara-cara komunikasi baru, dan telah ada berbagai bentuk unik di mana pengguna mengirim pesan dan mengekspresikan diri secara digital dan kreatif. Media baru dapat diakses secara online melalui berbagai format: meme yang menyebar viral, video pendek di Snapchat, GIF animasi yang berulang, hingga konten panjang di blog dan platform artikel. Dalam lingkungan media digital web, media tidak hanya dapat dilihat tetapi juga diubah dan disebarluaskan oleh peserta. Outlet Anda di web dapat berupa situs web pribadi atau platform media sosial, di antara banyak aplikasi lainnya. Media baru dan digital terus berkembang karena Anda—sebagai pengguna—terus berkreasi dan berpartisipasi aktif di dalamnya. Inilah esensi dari media baru: ia hidup, bernapas, dan bertransformasi bersama dengan komunitas yang menggunakannya.
Pengertian Media Baru Menurut Para Ahli
Untuk memahami konsep media baru secara lebih mendalam, penting untuk melihat perspektif dari berbagai ahli komunikasi yang telah mempelajari fenomena ini.
Menurut Mc Quail (2001:148) , media baru merupakan perangkat teknologi komunikasi yang memungkinkan adanya digitalisasi dan cakupan yang luas dalam penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi. Penekanan Mc Quail pada aspek digitalisasi sangat penting karena digitalisasi adalah fondasi teknis yang membedakan media baru dari pendahulunya. Dalam media analog, informasi disimpan dalam bentuk fisik yang kontinu (seperti pita magnetik atau film), sementara media digital mengubah semua informasi—teks, suara, gambar—menjadi angka biner (0 dan 1) yang dapat diproses, disimpan, dan ditransmisikan dengan efisiensi luar biasa. Digitalisasi juga memungkinkan kompresi data, enkripsi, dan koreksi kesalahan, yang semuanya berkontribusi pada keandalan dan kecepatan komunikasi modern.
Davey Christoper (2010:14) memberikan perspektif historis yang menarik dengan menyatakan bahwa sejak 45 tahun yang lalu media baru ini sudah mulai dioperasikan. Namun secara substansial, media baru tidak hanya berfokus pada spesifikasi teknologi tertentu, melainkan bersifat kolektif dengan memperhatikan keadaan media baru yang sangat berkaitan dengan internet dan ruang siber (cyberspace). Pandangan Christoper mengingatkan kita bahwa media baru bukanlah sekadar kumpulan perangkat keras atau perangkat lunak, melainkan sebuah ekosistem kompleks yang melibatkan teknologi, pengguna, konten, dan konteks sosial budaya. Internet sebagai tulang punggung media baru bukanlah teknologi yang berdiri sendiri; ia adalah jaringan yang menghubungkan miliaran perangkat dan pengguna di seluruh dunia, menciptakan ruang siber yang melampaui batas-batas geografis dan yurisdiksi tradisional. Dalam ruang siber ini, informasi bergerak bebas, identitas dapat dibentuk dan diubah, serta komunitas baru dapat terbentuk berdasarkan kesamaan minat kedekatan fisik.
McLuhan, sebagaimana dikutip dalam Andri (2012:6) , menyatakan bahwa media baru ini merupakan bagian dari evolusi teknologi komunikasi yang secara esensial meningkatkan cakupan jaringan komunikasi manusia sepanjang sejarahnya. Pembaruan teknologi komunikasi ini memberikan dampak pada habit baru yang meluas, tidak terduga, dan mampu mempengaruhi dinamika hubungan manusia serta budayanya. Marshall McLuhan, yang terkenal dengan slogan “the medium is the message”, menekankan bahwa bentuk media itu sendiri—lebih dari konten yang dibawanya—memiliki pengaruh transformatif terhadap cara kita berpikir, berperilaku, dan berorganisasi. Media baru, dengan kemampuannya untuk menghubungkan siapa pun di mana pun secara instan, telah menciptakan apa yang McLuhan sebut sebagai “global village” (desa global). Namun, desa global versi media baru jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan McLuhan di era televisi; ia adalah ruang di mana peristiwa di satu belahan dunia dapat langsung diketahui dan direspons oleh belahan dunia lain, di mana gerakan sosial dapat terkoordinasi lintas benua, dan di mana informasi—baik yang benar maupun yang salah—dapat menyebar dengan kecepatan cahaya.
Baca juga: Strategi Diversifikasi: Membangun Ketahanan dan Pertumbuhan Bisnis Melalui Penganekaragaman
Karakteristik Media Baru
Setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing, demikian pula dengan media baru (new media). Menurut Mc Quail, media baru memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari media tradisional. Diantaranya adalah:
Pertama, digitalisasi. Data yang diinput seperti teks, grafik, dan foto diproses dan disimpan dalam bentuk angka (biner). Digitalisasi membawa sejumlah konsekuensi penting: data digital dapat dikompresi sehingga menghemat ruang penyimpanan dan bandwidth; data digital dapat disalin tanpa degradasi kualitas (tidak seperti kaset atau VHS yang kualitasnya menurun setiap kali digandakan); data digital dapat dienkripsi untuk keamanan; dan yang terpenting, data digital dapat dengan mudah diedit, dimanipulasi, dan ditransformasi. Inilah mengapa di era media baru, konten tidak lagi “kaku” tetapi cair dan dapat di-remix, di-sampling, dan di-reinterpretasi oleh pengguna.
Kedua, interaktif. Pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya. Interaktivitas adalah jantung dari media baru. Di media tradisional seperti televisi atau radio, komunikasi bersifat satu arah: dari pengirim ke penerima. Audiens tidak dapat langsung merespons atau memengaruhi apa yang sedang disiarkan. Di media baru, sebaliknya, interaktivitas memungkinkan dialog dua arah atau bahkan multi-arah. Anda dapat berkomentar di postingan seseorang, merespons tweet, mengirim pesan langsung, berpartisipasi dalam diskusi forum, atau bahkan melakukan panggilan video dengan orang di seberang dunia. Interaktivitas ini menciptakan rasa kehadiran dan keterlibatan yang tidak dapat ditiru oleh media tradisional.
Ketiga, virtuality. Komunikasi menggunakan ruang maya yang bersifat interaktif, sehingga dapat berinteraksi secara langsung secara virtual. Dunia virtual—mulai dari ruang chat sederhana hingga lingkungan realitas virtual yang imersif—memungkinkan pengalaman komunikasi yang melampaui keterbatasan fisik. Anda dapat “bertemu” dengan kolega di ruang rapat virtual, mengunjungi museum di kota lain tanpa harus bepergian, atau bahkan menciptakan avatar digital yang mewakili diri Anda.
Keempat, hypertextual. Potongan teks dapat disambungkan dengan website lain dan dapat diakses dengan mudah melalui hyperlink. Hiperteks mengubah cara kita membaca dan mengonsumsi informasi. Tidak lagi terikat pada urutan linear dari halaman ke halaman seperti di buku atau koran, pembaca di dunia digital dapat melompat dari satu dokumen ke dokumen lain, mengikuti jejak asosiasi dan minat mereka sendiri. Web adalah jaringan hiperteks terbesar yang pernah diciptakan manusia, di mana miliaran dokumen saling terhubung melalui tautan.
Kelima, simulasi. Representasi atau gambaran peristiwa dengan tambahan efek tertentu yang membuatnya terasa nyata meskipun sebenarnya tidak. Simulasi digital memungkinkan kita untuk “mengalami” peristiwa yang tidak mungkin atau terlalu berbahaya untuk dialami secara langsung: simulasi penerbangan untuk pelatihan pilot, model 3D dari molekul protein, atau rekonstruksi digital kota kuno.
Keenam, jaringan. Dengan adanya internet, terjadi suatu hubungan antar pengguna, dan internet tidak dapat digunakan apabila tidak terdapat penggunanya. Efek jaringan (network effect) membuat nilai dari sebuah platform media baru meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna. Lebih banyak pengguna berarti lebih banyak konten, lebih banyak interaksi, dan lebih banyak alasan bagi orang lain untuk bergabung. Inilah mengapa platform seperti Facebook atau WhatsApp menjadi begitu dominan: mereka telah mencapai massa kritis di mana hampir semua orang yang Anda kenal sudah menggunakannya.
Fungsi dan Manfaat New Media
Seperti yang diketahui umum, komunikasi massa adalah proses berbagi pesan ke sejumlah besar khalayak melalui beberapa bentuk teknologi pada satu waktu. Beberapa bentuk teknologi yang digunakan untuk menyebarkan pesan disebut media. Berikut adalah fungsi-fungsi new media dalam penerapannya serta manfaat yang dihasilkannya bagi masyarakat modern.
- Pertama, informasi. Mengirim dan berbagi informasi adalah fungsi utama media. Karena informasi adalah pengetahuan dan pengetahuan adalah kekuatan, media menawarkan fakta dan opini yang otentik dan tepat waktu tentang berbagai peristiwa dan situasi kepada khalayak massa sebagai item informatif. Informasi yang diberikan oleh media massa dapat bersifat beropini, objektif, subjektif, primer, dan sekunder. Fungsi media yang informatif juga memungkinkan audiens mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka dan menemukan kebenaran. Di era media baru, fungsi informasi ini menjadi semakin kaya dan kompleks. Tidak hanya media institusional yang menyediakan informasi, tetapi juga individu warga (citizen journalism) dapat melaporkan peristiwa secara real-time dari ponsel mereka. Ini menciptakan ekosistem informasi yang lebih beragam, tetapi juga menimbulkan tantangan baru terkait verifikasi dan hoaks.
- Kedua, pendidikan. Media memberikan pendidikan dan informasi yang berbeda untuk orang-orang di semua tingkatan. Mereka mencoba mendidik orang secara langsung atau tidak langsung menggunakan berbagai bentuk konten. Misalnya, program pendidikan jarak jauh adalah pendekatan langsung. Drama, dokumenter, wawancara, cerita utama, dan banyak program lainnya disiapkan untuk mendidik masyarakat secara tidak langsung. Apalagi di negara berkembang, media massa digunakan sebagai alat yang efektif untuk penyadaran massa. Media baru telah merevolusi pendidikan dengan menawarkan akses ke sumber belajar yang tak terbatas melalui platform seperti YouTube, Coursera, Khan Academy, dan Wikipedia. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan jam sekolah; siapa pun dengan koneksi internet dapat belajar apa pun, kapan pun, di mana pun. Ini telah mendemokratisasi akses terhadap pengetahuan dan membuka peluang pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) bagi miliaran orang di seluruh dunia.
- Ketiga, hiburan. Fungsi penting lainnya dari media adalah sebagai hiburan yang juga dipandang sebagai fungsi media yang paling jelas dan sering digunakan. Sebenarnya hiburan adalah salah satu bentuk pertunjukan yang memberikan kesenangan kepada orang lain. Media memenuhi fungsi ini dengan memberikan hiburan kepada orang-orang melalui koran dan majalah, radio, televisi, dan media online yang menawarkan cerita, film, serial, dan komik untuk menghibur audiensnya. Olahraga, berita, review film, seni, dan fashion adalah contoh lainnya yang membuat waktu rekreasi dan waktu luang penonton lebih menyenangkan. Media baru telah mengubah lanskap hiburan secara fundamental. Streaming musik dan video (Spotify, Netflix, YouTube) menggantikan format fisik dan jadwal siaran linear. Pengguna dapat memilih apa yang ingin mereka tonton atau dengar, kapan mereka menginginkannya, dan di perangkat apa pun. Konten buatan pengguna(user-generated content) juga menciptakan genre hiburan baru yang tidak eksis sebelumnya, seperti vlog, unboxing video, dan challenge di TikTok.
- Keempat, persuasi. Ini adalah fungsi lain dari media massa karena persuasi melibatkan pembuatan pengaruh pada pikiran orang lain. Media massa mempengaruhi audiens dengan berbagai cara mengingat konten media membangun opini dan menetapkan agenda di benak publik. Media mempengaruhi suara, mengubah sikap, dan memoderasi perilaku. Melalui tajuk rencana, artikel, komentar, dan lain-lain, media massa dapat meyakinkan audiens meskipun tidak semua audiens menyadari hal itu. Banyak dari mereka menjadi terpengaruh atau termotivasi tanpa disadari begitu melihat iklan sebagai contoh yang dirancang untuk membujuk para penonton. Di media baru, persuasi menjadi lebih canggih dan personal. Algoritma dapat menargetkan iklan dan pesan persuasif berdasarkan riwayat penelusuran, lokasi, demografi, dan bahkan analisis sentimen dari postingan media sosial. Kampanye pemasaran viral memanfaatkan efek jaringan untuk menyebarkan pesan secara organik dari pengguna ke pengguna.
- Kelima, pengawasan. Pengawasan atau surveillance menunjukkan observasi yang berarti mengamati masyarakat dari dekat. Fungsi media massa adalah untuk mengamati masyarakat secara dekat dan terus-menerus serta memberikan peringatan tentang tindakan-tindakan yang mengancam khalayak massa yang kemungkinan besar akan terjadi di masa mendatang guna mengurangi kemungkinan kerugian tersebut. Demikian pula media massa juga menginformasikan tentang perbuatan tercela yang terjadi di masyarakat kepada pihak yang berwenang dan mencegah terjadinya malpraktek di kalangan khalayak. Ini juga termasuk menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, gunung berapi yang meletus, kondisi ekonomi yang lesu, peningkatan inflasi, atau serangan militer. Di era media baru, fungsi pengawasan menjadi lebih real-time dan partisipatif. Sistem peringatan dini dapat menyebarkan informasi melalui push notification ke ponsel jutaan orang dalam hitungan detik. Warga dapat melaporkan kejadian darurat melalui media sosial, sering kali lebih cepat daripada mekanisme pelaporan resmi.
- Keenam, sosialisasi. Sosialisasi adalah transmisi budaya, dan media adalah reflektor masyarakat yang mensosialisasikan orang, terutama anak-anak dan pendatang baru. Sosialisasi adalah proses di mana orang dibuat untuk berperilaku dengan cara yang dapat diterima dalam budaya atau masyarakat mereka. Melalui proses ini, masyarakat belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat atau masyarakat manusia dalam arti yang lebih besar. Proses sosialisasi media membantu membentuk perilaku, sikap, dan keyakinan masyarakat, yang mana proses sosialisasi mendekatkan orang dan mengikat mereka menjadi satu kesatuan. Media baru telah menciptakan ruang sosialisasi baru yang tidak terikat oleh lokasi geografis. Remaja di Jakarta dapat belajar norma dan nilai dari komunitas online yang berbasis di Tokyo, London, atau Buenos Aires. Ini menciptakan generasi dengan identitas yang lebih cair dan kosmopolitan, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam hal koherensi budaya dan nilai-nilai lokal.

Contoh Media Baru
Terdapat beberapa contoh media baru yang familiar dalam kehidupan sehari-hari, seperti situs website, layanan streaming, media sosial, dan sebagainya. Salah satu media baru yang paling menggambarkan evolusi dari media baru adalah media sosial. Media sosial merupakan suatu media online di mana para penggunanya dapat berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi, seperti blog, jejaring sosial, dunia virtual, dan sebagainya. Media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun relasi. Tidak seperti komunikasi tradisional yang bersifat private atau one-to-one, media sosial memungkinkan komunikasione-to-many dan many-to-many secara massal. Setiap postingan, komentar, atau like adalah bentuk partisipasi yang berkontribusi pada ekosistem komunikasi yang lebih besar.
Salah satu media sosial yang paling sering digunakan oleh para pengguna adalah YouTube. YouTube merupakan situs populer di mana para penggunanya dapat memuat dan menonton video. YouTube juga merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mengunggah video atau konten yang telah dibuat. Selain itu, pengguna YouTube juga dapat melakukan streaming secara langsung (live streaming) dengan menggunakan akun YouTube yang dimiliki. YouTube memiliki karakteristiknya sendiri layaknya media sosial lainnya, seperti tidak memiliki batasan waktu dan jumlah ketika mengunggah video, tidak memberikan izin pada video yang memiliki unsur SARA dan ilegal, memberikan fasilitas berbayar (YouTube Premium) untuk pengalaman tanpa iklan, terdapat fitur offline untuk menonton video tanpa koneksi internet, dan pengguna juga dapat mengedit video secara sederhana pada situs secara langsung melalui YouTube Studio. YouTube adalah contoh sempurna dari media baru karena ia menggabungkan hampir semua karakteristik yang telah disebutkan: digital (semua video dalam format digital), interaktif (komentar,like, subscribe, share), virtual (diakses melalui internet), hipertekstual (tautan ke video lain dalam rekomendasi), simulasi (konten yang dapat mendekati realitas), dan berbasis jaringan (nilai YouTube meningkat seiring dengan semakin banyaknya kreator dan penonton).
Selain YouTube, contoh lain media baru yang tak kalah penting adalah Instagram (platform berbagi foto dan video dengan fiturStories, Reels, dan feed), TikTok (platform video pendek yang algoritmanya sangat canggih dalam personalisasi konten), Twitter (atau X) (platform mikroblogging untuk berbagi informasi singkat dan cepat), Facebook (jejaring sosial yang menghubungkan pengguna dengan teman, keluarga, dan komunitas), WhatsApp dan Telegram (aplikasi pesan instan yang juga mendukung grup dan channel siaran), Spotify dan Apple Music (layanan streaming musik yang dipersonalisasi), Netflix, Disney+, dan Amazon Prime Video (layanan streaming video on-demand), Twitch (platform streaming khusus untuk gamer dan konten kreator), serta Medium dan Substack (platform blogging dan newsletter yang memberdayakan penulis independen). Semua platform ini memiliki karakteristik unik mereka sendiri, tetapi secara kolektif mereka membentuk lanskap media baru yang kaya, beragam, dan terus berevolusi.
Di luar platform konsumen, media baru juga mencakup berbagai teknologi dan aplikasi lain seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang menciptakan pengalaman imersif, podcast yang menghidupkan kembali format audio dalam kemasan digital, wiki seperti Wikipedia yang memungkinkan kolaborasi pengetahuan secara massal, forum online seperti Reddit yang menjadi agregator diskusi dan konten, serta platform e-learning seperti Coursera, Udemy, dan Khan Academy yang mendemokratisasi akses pendidikan. Bahkan teknologi yang lebih baru seperti NFT (Non-Fungible Token) dan metaverse yang masih dalam tahap awal pengembangan dapat dilihat sebagai perpanjangan dari evolusi media baru. Intinya, media baru bukanlah kategori yang statis; ia terus tumbuh, beradaptasi, dan melahirkan bentuk-bentuk baru seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pengguna. Apa yang dianggap “baru” hari ini mungkin akan menjadi “lama” dalam satu dekade, digantikan oleh inovasi berikutnya yang saat ini bahkan belum kita bayangkan. Inilah sifat dinamis dari media baru: ia tidak pernah benar-benar selesai, tidak pernah benar-benar final, karena setiap hari, jutaan pengguna di seluruh dunia terus menciptakan, berbagi, dan berinteraksi dengan cara-cara baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Baca juga: Pentingnya Cloud Computing Saat Ini
Penutup
Media baru telah mengubah secara fundamental lanskap komunikasi manusia, menciptakan ekosistem di mana informasi mengalir bebas, partisipasi adalah kunci, dan batas antara produsen serta konsumen konten menjadi kabur. Dari pengertian dasarnya sebagai teknologi komunikasi berbasis internet yang memungkinkan interaksi tanpa batas, hingga karakteristik uniknya seperti digitalisasi, interaktivitas, dan hipertekstualitas, media baru menawarkan potensi luar biasa sekaligus tantangan yang begitu kompleks. Di era media baru, kita bukan hanya menyaksikan perubahan teknolog, melainkan hidup di dalamnya, menjadi bagian aktif dari transformasi yang akan terus membentuk masa depan komunikasi manusia selama bertahun-tahun yang akan datang.
Sumber:
- https://www.kompasiana.com/melinda47149/614789f506310e593828cb72/media-baru-pengertian-dan-karakteristik Terakhir akses: 3 April 2026.
- https://binus.ac.id/malang/communication/2022/06/20/apa-itu-media-baru-dan-digital/#:~:text=Media%20baru%20adalah%20teknologi%20baru,membuat%20partisipasi%20penting%20agar%20bermanfaat. Terakhir akses: 3 April 2026.
- https://manajemen.uma.ac.id/2022/06/teori-new-media-pengertian-fungsi-dan-manfaatnya/ Terakhir akses: 3 April 2026.
- https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5378/3/BAB%20II.pdf Terakhir akses: 3 April 2026.

