Teknologi

EQ-RADIO : Teknologi yang Mampu Membaca Emosi Manusia

Seorang professor dari MIT (Professor Dina Katabi) telah menciptakan suatu alat yang memiliki akurasi tinggi dalam membaca emosi seseorang. Alat tersebut diberi nama EQ-Radio. Emosi berkaitan erat dengan suasana hati seseorang seperti sedih, senang, marah dan sebagainya. Kebanyakan manusia mengetahui…

Bagikan artikel ini
WhatsApp Email
Dengarkan Artikel
0%

Siap diputar.

sumber: http://eqradio.csail.mit.edu/

Seorang professor dari MIT (Professor Dina Katabi) telah menciptakan suatu alat yang memiliki akurasi tinggi dalam membaca emosi seseorang. Alat tersebut diberi nama EQ-Radio.

Emosi berkaitan erat dengan suasana hati seseorang seperti sedih, senang, marah dan sebagainya. Kebanyakan manusia mengetahui emosi seseorang melalui mimik wajah, namun terkadang belum tentu orang berwajah bahagia memiliki susana hati yang bahagia juga.

sumber: eqradio

EQ-Radio adalah teknologi baru yang mampu membaca emosi manusia dengan memanfaatkan sinyal nirkabel (wireless)[1] . Teknologi ini ditemukan oleh Professor Dina Katabi yang merupakan salah satu professor yang berasal dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Prinsip kerja alat ini adalah menerjemahkan detak jantung dan siklus pernafasan manusia. Alat ini akan memancarkan sinyal nirkabel ke tubuh manusia dan tubuh manusia akan memantulkan lagi sinyal tersebut. Data yang didapat berupa detak jantung dan siklus nafas manusia. Prinsip kerja alat dapat dilihat di video berikut:

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=nmcDnEhZTJM[/embedyt]

EQ-Radio memiliki akurasi yang tinggi. Menurut tim peneliti Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) akurasi alat ini mencapai 87 % [2]. Penelitian ini melibatkan 12 Partisipan 6 perempuan dan 6 diantaranya laki-laki. partisipan di pantau dengan alat EQ-Radio, ECG (alat penghitung detak jantung) dan kamera yang fokus terhadap wajah partisipan.

Data yang di dapat dari EQ-Radio (sumber : http://eqradio.csail.mit.edu)

Data diatas menunjukkan korelasi valensi dan gairah (Valence and arousal). Valensi terletak pada sumbu (x) dan gairah pada sumbu (y). Setiap emosi diwakili oleh 4 kuadran pada grafik: Sedih (sumbu x negatif dan sumbu Y negatif), Marah (Sumbu x Negatif sumbu Y positif), Senang (Sumbu X positif, Sumbu Y Negatif) dan Gembira (Sumbu X dan Y Positif). Pembahasan lebih lengkapnya dapat dilihat di paper eqradio.

Penemuan EQ Radio in tentunya memberikan kontribusi yang besar sekali khususnya dalam teknologi pembaca emosi manusia. Apabila teknologi ini terus dikembangkan bukan tidak mungkin teknologi ini digunakan untuk mendeteksi stres lebih dini dan mengumpulkan data respon penonton terhadap suatu film di bioskop sehingga dapat dijadikan suatu alat evaluasi dalam pembuatan film.

Sumber:

  1. http://eqradio.csail.mit.edu/ Diakses pada 4 oktober 2017
  2. http://news.mit.edu/2016/detecting-emotions-with-wireless-signals-0920. Diakses pada 4 oktober 2017
Handoko
TENTANG PENULIS

Handoko

tertarik terhadap sains, teknologi dan lingkungan

Diskusi (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

✳ SAINS DALAM GAMBAR

Warstek di Instagram

@warstek_com ↗
Graphical abstract dari Artikel ke 7 JOKOWI. Btw kamu sudah nonton videonya belum di YouTube? Bagaimana perasaanmu setelah nonton? #brokenbydesign

Graphical abstract dari Artikel ke 7 JOKOWI. Btw kamu sudah nonton videonya belum di YouTube? Bagaimana perasaanmu setelah nonton? #brokenbydesign

Paper ke 7 JOKOWI telah terbit! Abstrak: ndonesia memiliki batas administrasi yang digunakan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, anggaran, pelayanan publik, dan tanggung…▧ Carousel

Paper ke 7 JOKOWI telah terbit! Abstrak: ndonesia memiliki batas administrasi yang digunakan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, anggaran, pelayanan publik, dan tanggung jawab antarwilayah.…

Congratulations! JOKOWI sudah terindeks Google! Scopus nggak sih habis ini? #jurnal #jokowi

Congratulations! JOKOWI sudah terindeks Google! Scopus nggak sih habis ini? #jurnal #jokowi