Sejak manusia pertama kali mengarahkan teleskop ke Mars, planet merah ini selalu menghadirkan rasa penasaran. Permukaannya yang kering, penuh kawah, dan tampak gersang, menyimpan banyak rahasia. Tidak heran, setiap gambar baru yang dikirimkan wahana antariksa NASA atau rover seperti Curiosity dan Perseverance selalu jadi bahan diskusi hangat, bahkan perdebatan. Baru-baru ini, sebuah foto yang memperlihatkan formasi berbentuk persegi di permukaan Mars kembali memicu rasa penasaran sekaligus teori-teori liar di dunia maya.
Bentuk itu terlihat seperti struktur kotak yang kontras dengan bebatuan tak beraturan di sekitarnya. Bagi sebagian orang, penampakan ini mengingatkan pada bangunan kuno atau bahkan “reruntuhan alien”. Pertanyaannya, benarkah demikian?
Manusia punya kecenderungan alami untuk mencari pola. Otak kita dirancang untuk mengenali keteraturan di tengah kekacauan, misalnya wajah di awan atau hewan di bentuk bintang (rasi bintang). Fenomena psikologis ini disebut pareidolia. Jadi, ketika kamera wahana NASA menangkap formasi batuan yang tampak seperti kotak, banyak orang langsung mengaitkannya dengan buatan cerdas, bukan sekadar hasil proses geologi.
Apalagi, bentuk persegi jarang muncul secara alami. Di Bumi, formasi seperti ini biasanya kita lihat pada bangunan, jalan, atau struktur buatan manusia. Itu sebabnya, wajar kalau foto dari Mars ini memicu imajinasi: mungkinkah ada peradaban yang pernah membangun sesuatu di sana?
Baca juga artikel tentang: Misteri Air Garam di Mars: Apakah Kehidupan Bisa Bertahan di Planet Merah?
Geologi Mars: Kotak dari Alam, Bukan Alien
Meski terlihat mengejutkan, para ilmuwan geologi punya penjelasan sederhana. Permukaan Mars terbentuk dari aktivitas vulkanik, tabrakan meteorit, erosi angin, dan pergeseran kerak planet. Semua proses itu dapat menghasilkan bentuk yang sekilas tampak “teratur”.
Contohnya, pada batuan beku, retakan alami sering membentuk pola geometris. Kita bisa melihat fenomena serupa di Bumi, seperti Giant’s Causeway di Irlandia Utara, di mana batuan basalt membentuk kolom-kolom segi enam sempurna akibat pendinginan lava. Jadi, bukan hal mustahil kalau retakan atau erosi di Mars kebetulan menghasilkan bentuk persegi yang mencolok.
Deja Vu: Wajah di Mars dan Misteri Lainnya
Ini bukan pertama kalinya Mars memicu kegaduhan karena gambar aneh. Pada tahun 1976, wahana Viking 1 memotret sebuah formasi batuan di wilayah Cydonia yang mirip wajah manusia. Media segera menamakannya “The Face on Mars” dan teori konspirasi pun bermunculan. Baru pada tahun 2001, ketika kamera beresolusi lebih tinggi digunakan, jelas terlihat bahwa itu hanyalah bukit biasa dengan bayangan yang kebetulan membentuk pola wajah.

Selain “wajah”, publik juga pernah heboh dengan foto bebatuan yang mirip sendok, tulang, hingga kepiting di Mars. Semua itu ternyata hanyalah batuan dengan bentuk unik yang dipertegas oleh sudut pencahayaan dan imajinasi manusia.
Mengapa Temuan Ini Penting?
Mungkin kita tergoda untuk menganggap “struktur persegi” itu hanya keisengan otak manusia. Namun, setiap penemuan semacam ini tetap penting dalam dua hal:
- Mendidik masyarakat tentang metode ilmiah
Foto-foto seperti ini adalah kesempatan emas untuk menjelaskan bagaimana ilmuwan bekerja. Alih-alih langsung percaya pada teori alien, mereka menganalisis data, membandingkan dengan proses geologi, lalu menarik kesimpulan yang masuk akal. - Memicu rasa ingin tahu publik
Sains butuh imajinasi. Meski banyak “anomali” di Mars akhirnya terbukti wajar, rasa penasaran masyarakat membantu menjaga perhatian terhadap eksplorasi luar angkasa. Siapa tahu, dari rasa ingin tahu itu lahir generasi baru peneliti Mars.
Mars: Laboratorium Alami untuk Masa Depan
Saat ini, berbagai misi sedang mengeksplorasi Mars. Rover Perseverance mencari jejak kehidupan mikroba purba di kawah Jezero, sementara Ingenuity, helikopter kecil, sudah berhasil melakukan penerbangan bersejarah di atmosfer tipis Mars. Foto-foto aneh seperti “struktur persegi” hanyalah bonus yang membuat perjalanan ini semakin menarik.
Lebih jauh lagi, eksplorasi Mars juga memberi kita pelajaran tentang Bumi. Dengan memahami proses geologi di Mars, kita bisa lebih memahami sejarah planet kita sendiri, serta memperkirakan potensi kehidupan di planet lain.
Antara Imajinasi dan Ilmu
Pertanyaan tentang kehidupan alien memang sulit dipisahkan dari setiap berita Mars. Meski “struktur persegi” ini hampir pasti hanyalah fenomena geologi, wajar kalau orang tetap berimajinasi. Justru imajinasi itu pernah menjadi bahan bakar kemajuan sains. Jules Verne menulis tentang perjalanan ke bulan seabad sebelum itu terjadi. Siapa tahu, teori-teori liar hari ini suatu saat menginspirasi penemuan besar.
Namun, penting untuk selalu membedakan antara fakta ilmiah dan spekulasi populer. Ilmu pengetahuan berkembang dengan bukti, bukan hanya dengan apa yang terlihat menarik di permukaan.
“Struktur persegi” di Mars adalah pengingat bahwa alam semesta penuh kejutan. Otak kita mungkin ingin percaya itu adalah bangunan alien, tapi sains memberi kita penjelasan lebih sederhana: retakan, erosi, dan permainan cahaya bisa menciptakan ilusi luar biasa.
Apakah itu mengecewakan? Tidak juga. Justru inilah keindahan sains: ia membantu kita melihat dunia dengan lebih jelas, sambil tetap memberi ruang bagi imajinasi. Dan siapa tahu, di balik batuan-batuan aneh itu, Mars benar-benar menyimpan rahasia yang suatu hari akan mengubah sejarah manusia.
Baca juga artikel tentang: Dari Puing ke Peninggalan: Bagaimana Sampah Mars Bisa Dikenang Sebagai Artefak Sejarah
REFERENSI:
Felton, James. 2025. Why Are People Talking About This “Square Structure” Captured On Mars?. IFLScience: https://www.iflscience.com/why-are-people-talking-about-this-square-structure-captured-on-mars-80705 diakses pada tanggal 10 September 2025.
Flaherty, Chris. 2025. Aerostiers: French Revolutionary war ballon engineers. Soldiershop Publishing.
Rash, Gita. 2025. Dream Your Reality: Utilize the Subconscious Mind to Manifest Your Reality. Jaico Publishing House.

