Mengenal Elemen Barium yang Ditemukan di Planet Ekstrasurya

Halo semua, semoga di tahun 2023 ini diberikan kesehatan dan dilimpahkan segala rezekinya, aamiin. Nah, Kali ini kami akan menjelaskan […]

blank

Halo semua, semoga di tahun 2023 ini diberikan kesehatan dan dilimpahkan segala rezekinya, aamiin. Nah, Kali ini kami akan menjelaskan sedikit tentang unsur kimia bernama Unsur Barium. Didalam dunia kimia memang sudah tidak asing dengan unsur-unsur kimia salah satunya unsur Barium. Unsur ini pun ditemukan di planet ekstrasurya lho, kok bisa? Untuk selengkapnya bisa disimak ya.

Unsur Barium sendiri merupakan suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ba dan nomor atom 56. Jika dalam tabel periodik itu berada di unsur kelima pada golongan 2 sekaligus merupakan logam alkali tanah yang lunak dan keperakan.

blank
Tabel Periodik Unsur Kimia.

Perlu diketahui nih bahwa Barium tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas karena reaktivitas kimianya yang terbilang tinggi. Hidroksida nya, yang dikenal dalam sejarah pra-modern sebagai barita, tidak terjadi sebagai mineral, tetapi dapat dibuat dengan memanaskan barium karbonat.

Pada dasarnya Barium adalah logam putih yang berwarna perak. Unsur ini secara kimiawi mirip dengan magnesium, kalsium, dan stronsium. Apabila Barium dipotong maka dengan cepat berubah warna menjadi hitam karena pembentukan barium oksida, (BaO). Unsur ini memang lebih reaktif jika dibandingkan unsur yang lain terutama dengan air dan alkohol.

Untuk Senyawa barium itu bersifat air atau asam larut yang sangat beracun. Barium bubuk sendiri bisa menyala secara spontan di udara. Barium sulfat, yang digunakan dalam pencitraan sinar-x, sangat tidak larut dalam air, dan karena itu tidak beracun dan benar-benar dikeluarkan dari saluran pencernaan.

blank
Barite / Barium Sulfat. Sumber: sainskimia.com/

Ketika Unsur Barium Ditemukan Di Planet Ekstrasurya?

Masa sih? Sepanjang sejarah astronomi memang banyak sekali penemuan penting yang ditemukan. Seperti penemuan beberapa bulan lalu yang dilakukan oleh para astronom yang menggunakan Very Large Telescope (VLT ESO) dari European Southern Observatory. Penemuan apa sih?

Para astronom tersebut berhasil menemukan sebuah elemen yang terbilang berat di alam semesta ini, yaitu Barium. Mereka menemukan Barium di ketinggian tinggi di atmosfer raksasa gas ultra-panas planet WASP-76 b dan WASP-121 b. Para astronom pun terkejut dibuatnya hingga menimbulkan pertanyaan karenanya. “Bagian yang membingungkan dan berlawanan dengan intuisi adalah: mengapa ada elemen yang begitu berat di lapisan atas atmosfer planet-planet ini?” kata Tomás Azevedo Silva.

blank
Planet Extrasurya WASP 76-b

Mengingat unsur kimia tersebut yang memiliki 2,5 kali lebih berat dari besi, yang berada di atmosfer atas WASP-76 b dan WASP-121 b, ini seharusnya elemen tersebut dengan cepat jatuh ke lapisan atmosfer yang lebih rendah. Penemuan itu menjadi suatu kebetulan bagi para astronom yang meneliti.

Unsur barium yang terdeteksi di atmosfer kedua Planet yang sangat panas ini menunjukkan bahwa kategori planet ini mungkin saja lebih aneh daripada yang telah diperkirakan sebelumnya. Di Bumi sendiri, unsur barium terlihat sebagai warna hijau cemerlang yang ada dalam kembang api.

Sebenarnya masih ada pertanyaan lain bagi para ilmuwan, yaitu proses alami apa yang dapat menyebabkan elemen berat ini berada pada ketinggian yang begitu tinggi di kedua planet ekstrasurya ini. Olivier Demangeon mengungkap bahwa, “Saat ini, kami tidak yakin apa mekanismenya.”

Mengenal Planet WASP-76 b dan WASP-121 b

Sebenarnya apa itu planet WASP-76 b dan WASP-121 b itu? Berikut ini adalah penjelasan kedua planet tersebut.

– WASP-76 b

Planet WASP-76 b merupakan sebuah planet ekstrasurya gas raksasa yang mengorbit bintang tipe-F. Massanya sekitar 0,92 kali Jupiter. Planet ini membutuhkan 1,8 hari untuk menyelesaikan satu orbit bintangnya. Adapun jaraknya mencapai 0,033 AU dari bintangnya. Penemuannya sendiri diumumkan pada tahun 2016.

– WASP-121 b

Planet WASP-121 b merupakan sebuah planet ekstrasurya raksasa gas yang mengorbit bintang tipe-F. Massanya sekitar 1,157 Jupiter. Planet ini membutuhkan 1,3 hari untuk menyelesaikan satu orbit bintangnya. Planet ini berjarak sekitar 0,02596 AU dari bintangnya sehingga wajar jika suhu di planet ini mencapai 4.600^F atau 2.500^C. Jarak ke Bumi sendiri mencapai 880 tahun cahaya. Penemuannya sendiri diumumkan pada tahun 2016.

Penutup

Pada dasarnya penemuan unsur ini merupakan sebuah kebetulan bagi para astronom. Mungkin segitu saja yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Mohon maaf dan mohon koreksinya bila ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih, tetap semangat, dan jaga kesehatan.

Sumber

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *