Data Indeks Masyarakat Digital 2022 Tunjukkan Banyak Wilayah Indonesia Masih Buta Teknologi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merilis Indeks Masyarakat Digital (IMD) 2022 pada 20 Desember 2022 lalu. Data ini menunjukkan […]

blank

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merilis Indeks Masyarakat Digital (IMD) 2022 pada 20 Desember 2022 lalu. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih buta teknologi.

Hal ini tentu mengejutkan, mengingat pemakaian gadget oleh masyarakat dinilai cenderung meningkat. Masyarakat telah banyak menggunakan gadget untuk bekerja hingga untuk hiburan seperti game yang bisa diakses di fun88.

Tentang Indeks Masyarakat Digital

IMD adalah suatu ukuran tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat untuk menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan mereka. IMD ini dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika.

IMD Indonesia merupakan tindak lanjut inisiatif Indonesia dalam menyusun “Digital Literacy and Digital Skill Toolkit”. Toolkit ini digunakan oleh negara-negara G-20 untuk mengukur kondisi literasi dan keterampilan digital pada masing-masing negara dan telah diterima baik oleh para negara anggota.

Kegiatan Peluncuran Indeks Masyarakat Digital 2022 ini merupakan bagian dari rangkaian Festival SDM Digital yang berlangsung pada tanggal 20-21 Desember 2022 dan bertempat di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Selain dihadiri oleh Menteri Kominfo Johnny G Plate, kegiatan ini juga turut mengundang para Sekretaris Daerah dari 34 provinsi, 36 Kepala Daerah Kabupaten/Kota yang telah memiliki MoU dan PKS dengan Badan Litbang SDM, perwakilan 15 Kementerian/Lembaga, serta 7 Asosiasi terkait.

Tujuan IMD

Tujuan IMD adalah untuk mengukur serta mengidentifikasi kondisi masyarakat digital di 514 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Lebih lanjut Plate menjelaskan peran penting indikator ini dalam percepatan agenda transformasi digital di Indonesia, khususnya untuk pilar masyarakat digital yang tersusun dari empat pilar yakni infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.

Menurut Plate, pengukuran pilar-pilar tersebut dapat menggambarkan kondisi masyarakat digital Indonesia secara lebih komprehensif, objektif, serta baku.

Adapun data IMD 2022 yang dipaparkan oleh Ketua Badan Litbang SDM Kominfo Hari Budiarto menunjukkan sejumlah wilayah di Indonesia masih memiliki skor minim. Misalnya wilayah Maluku Utara dengan skor 20,90 yang menjadi nilai terendah di Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:

Infrastruktur dan ekosistem digital: 32,61
Keterampilan digital: 18,19
Pemberdayaan: 6,60
Pekerjaan: 28,96

Menurut situs Kementerian Agama, ada tujuh kabupaten di Maluku Utara yang termasuk dalam kategori wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ketujuh kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Morotai.

Beberapa wilayah selain Maluku Utara yang juga memiliki skor minim IMD 2022 yaitu Sulawesi Barat dengan skor 29,87, Sulawesi Selatan dengan skor 32,13, Nusa Tenggara Timur dengan skor 32,55 dan Sumatera Selatan dengan skor 32,74.

Sementara itu, skor IMD 2022 tertinggi ada di wilayah DKI Jakarta dengan skor 47,98. Menyusul selanjutnya Bali dengan skor 47,96. Kemudian ada Jawa Tengah dengan skor 46,13, disusul oleh Kalimantan Timur dengan skor 45,06 dan Banten dengan skor 44,38.

Lebih lanjut Hari menjelaskan, secara nasional IMD Indonesia berada di angka 37,8 dari skala 1-100 dengan nilai pada setiap pilar yaitu:

Infrastruktur dan ekosistem digital: 40,24
Keterampilan digital: 49,35
Pemberdayaan: 22,06
Pekerjaan: 40,35

Angka ini menunjukkan masih diperlukannya perbaikan di berbagai aspek terkait masyarakat digital di Indonesia.

Johnny juga menjelaskan pengukuran IMD di Indonesia akan dilakukan secara berkala. Hal ini dimaksudkan agar indeks ini dapat berfungsi sebagai instrumen pantauan perkembangan masyarakat digital Indonesia dari tahun ke tahun.

.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *