Pulsar Pencuri yang Berputar 592 Kali per Detik Ungkap Asal Usul Sinar-X di Alam Semesta

Coba bayangkan ada sebuah bintang yang sudah mati, namun masih berputar sangat cepat, bahkan hampir 600 kali dalam satu detik! […]

Coba bayangkan ada sebuah bintang yang sudah mati, namun masih berputar sangat cepat, bahkan hampir 600 kali dalam satu detik! Itu jauh lebih cepat daripada baling-baling helikopter tercepat di dunia. Meskipun bintang ini sudah tidak menghasilkan energi seperti Matahari, ia masih menyimpan kekuatan luar biasa. Tidak hanya itu, ia juga mengisap atau “mencuri” materi dari bintang lain yang menjadi pasangannya di angkasa. Fenomena ini mirip seperti vampir luar angkasa, yang menarik gas dan partikel dari tetangganya untuk “makan”.

Bintang semacam ini disebut pulsar, dan tingkah lakunya yang ekstrem membantu para ilmuwan mempelajari proses fisika paling ganas di alam semesta. Dengan mengamati bagaimana pulsar ini mencuri materi dan memancarkan sinar-X, radiasi berenergi tinggi yang biasa digunakan juga di rumah sakit untuk rontgen. Para peneliti bisa memahami lebih dalam dari mana sinar-X di luar angkasa berasal, dan bagaimana benda-benda langit paling padat bekerja.

Inilah kisah tentang pulsar pencuri yang dikenal sebagai J1023+0038, atau J1023 untuk singkatnya. Berkat kerja sama para astronom internasional dan observatorium sinar-X luar angkasa, para ilmuwan kini memahami lebih baik bagaimana sinar-X dihasilkan oleh objek langit yang ekstrem seperti pulsar ini.

Pulsar adalah jenis bintang neutron, yaitu sisa inti dari bintang raksasa yang telah meledak dalam ledakan supernova. Meskipun ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 20 kilometer diameternya, massa pulsar bisa lebih besar dari Matahari. Artinya, satu sendok teh materi dari pulsar bisa seberat jutaan ton!

Yang membuat pulsar istimewa adalah rotasinya yang sangat cepat dan kemampuannya memancarkan gelombang radio dan sinar-X dari kutub magnetiknya. Jika arah pancaran ini mengarah ke Bumi, kita bisa mendeteksinya sebagai denyut (puls) cahaya secara periodik, itulah asal nama “pulsar”.

J1023 adalah jenis khusus dari pulsar yang disebut transitional millisecond pulsar. “Transitional” karena ia bisa berubah-ubah antara dua keadaan: aktif memancarkan gelombang radio, atau terang memancarkan sinar-X. Dan “millisecond” merujuk pada kecepatan putarannya, 592 kali dalam satu detik!

Yang unik dari J1023 adalah ia memiliki bintang pendamping yang lebih kecil dari Matahari. Dalam kondisi aktif, J1023 mencuri materi dari bintang pendamping ini, menyedot gas dan debu seperti penyedot debu kosmik raksasa. Materi ini membentuk cakram di sekitar pulsar sebelum akhirnya jatuh ke permukaannya.

Selama ini, para ilmuwan bertanya-tanya: bagaimana sebenarnya sinar-X dari pulsar seperti J1023 bisa muncul dan kemudian menghilang secara tiba-tiba?

Untuk menjawab pertanyaan itu, para astronom menggunakan teleskop sinar-X luar angkasa milik NASA dan Badan Antariksa Italia, yang disebut NICER. Dengan mengamati J1023 secara mendetail, mereka menemukan bahwa pancaran sinar-X berasal dari aliran partikel bermuatan tinggi yang menabrak kutub magnetik pulsar. Aliran ini terbentuk dari materi yang dicuri dari bintang pendamping.

Namun, kadang-kadang, aliran ini berhenti dan begitu pula sinar-X-nya. Dalam periode ini, J1023 kembali ke mode gelombang radio, seolah-olah sedang “beristirahat” dari aktivitas mencuri. Ilmuwan menyebut ini sebagai mode “off”, di mana pulsar tampak tenang, sebelum kembali aktif.

Dikutip dari IFL Scienece, menurut Cristina Baglio dari Italian National Institute of Astrophysics (INAF), yang memimpin studi ini, pulsar transisional seperti J1023 adalah “laboratorium kosmis” yang sempurna. Mereka memberi kita kesempatan langka untuk mengamati bagaimana materi bintang berinteraksi dengan medan magnet dan gravitasi ekstrem.

“Dengan J1023, kita bisa melihat perubahan langsung antara dua keadaan yang sangat berbeda. Ini membantu kita memahami proses kompleks di sekitar bintang neutron,” ujar Baglio dalam pernyataannya.

Berkat pengamatan lintas spektrum dari gelombang radio hingga sinar-X, ilmuwan berhasil membuktikan bahwa sinar-X bukan hanya hasil dari tumbukan biasa. Tapi lebih dari itu, sinar-X adalah hasil dari pancaran partikel sangat energik yang diarahkan oleh medan magnet super kuat milik pulsar. Ini adalah langkah besar dalam memahami bagaimana energi ekstrem bekerja di alam semesta.

Bagi banyak orang, bintang neutron mungkin terdengar seperti sisa-sisa tak berguna dari bintang yang mati. Tapi kenyataannya, objek ini sangat aktif, kompleks, dan penuh misteri.

Penemuan dari J1023 membuktikan bahwa bintang mati bisa sangat “hidup” dalam arti ilmiah berinteraksi, berubah, bahkan mencuri materi dari tetangganya. Dalam skala kosmis, ini adalah drama tingkat tinggi yang terus berlangsung tanpa henti.

Dengan teknologi teleskop luar angkasa yang semakin canggih, seperti NICER dan observatorium sinar-X lainnya, para ilmuwan semakin dekat dalam mengungkap misteri kosmos. Mempelajari pulsar seperti J1023 tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang fisika ekstrem, tetapi juga memberikan petunjuk tentang bagaimana alam semesta bekerja di level yang tidak bisa dicapai di Bumi.

Jadi, lain kali saat Anda memandangi langit malam, ingatlah: di antara bintang-bintang yang tenang itu, ada satu bintang mati yang berputar seperti gasing, mencuri materi dari tetangganya, dan memancarkan sinar-X yang bisa menembus galaksi. Dan para ilmuwan dengan segala ketekunan dan teknologi mereka berhasil menangkap aksi kosmis ini untuk kita semua.

REFERENSI:

Carpineti, Alfredo. 2025. Thieving Pulsar Spinning 592 Times A Second Reveals New Understanding Of Where Its X-Rays Come From. IFL Scince: https://www.iflscience.com/thieving-pulsar-spinning-592-times-a-second-reveals-new-understanding-of-where-its-x-rays-come-from-80067 diakses pada tanggal 19 Juli 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top