Ketika kita memandang langit senja, kebanyakan dari kita hanya melihat perubahan warna yang indah dari biru menuju jingga. Namun bagi para astronom, momen singkat ketika Matahari hampir tenggelam atau baru terbit justru menjadi kesempatan emas untuk menyibak wilayah langit yang biasanya tersembunyi. Di wilayah inilah para ilmuwan dapat menemukan benda langit yang sangat sulit terdeteksi, seperti asteroid yang mengorbit di dalam jalur Venus dan Bumi, serta komet yang berada sangat dekat dengan Matahari sehingga sering luput dari pengamatan.
Salah satu upaya besar yang dilakukan untuk menjelajahi wilayah ini adalah Palomar Twilight Survey. Survei ini memanfaatkan teleskop Palomar 48 inci dengan teknologi dari fasilitas Zwicky Transient Facility. Tujuan utamanya adalah menangkap citra langit saat senja, baik di pagi maupun sore hari, ketika posisi teleskop memungkinkan untuk melihat area langit yang terlampau dekat dengan Matahari jika ditinjau pada waktu malam biasa. Melalui upaya ini, para astronom dapat mendeteksi populasi asteroid dan komet yang selama ini sulit dilihat bahkan oleh survei langit terbesar sekalipun.
Baca juga artikel tentang: Tameng Karbon, Data Emas: Misi Parker Membidik Jantung Badai
Selama hampir tiga tahun pengamatan, dari 2019 hingga 2022, alat ini menangkap lebih dari empat puluh enam ribu kali pemotretan langit senja. Dalam pengamatan senja sore, kamera melakukan lebih dari dua puluh satu ribu paparan, sedangkan pengamatan senja pagi mencapai dua puluh empat ribu paparan. Setiap paparan berlangsung tiga puluh detik, suatu durasi yang memungkinkan deteksi benda redup namun tetap menjaga kemampuan untuk mendokumentasikan perubahan cepat di langit.
Salah satu tantangan utama dalam survei ini adalah cahaya Matahari yang masih cukup terang pada jarak beberapa derajat dari cakrawala. Namun justru dalam kondisi ini para astronom dapat mengintip benda yang berada sangat dekat dengan Matahari. Benda seperti asteroid Aylos atau Atiras, yaitu asteroid yang orbitnya berada di dalam jalur Bumi atau bahkan Venus, hanya dapat dilihat jika pengamatan dilakukan pada area langit yang berada beberapa puluh derajat dari Matahari. Inilah alasan mengapa wilayah senja menjadi begitu penting.
Hasil dari survei ini sungguh mengesankan. Dalam pemantauan selama kurun waktu tersebut, ditemukan satu asteroid Aylos serta empat asteroid Atiras yang baru. Selain itu, tujuh komet baru juga berhasil ditemukan. Tidak hanya itu, data yang diperoleh juga memungkinkan para astronom untuk memulihkan kembali dua belas objek yang telah diketahui sebelumnya tetapi sulit dilacak ulang. Termasuk di antaranya sebuah objek antarbintang yang sangat langka, benda yang melintasi tata surya dari luar sistem Matahari.
Palomar Twilight Survey juga berhasil menemukan lebih dari empat puluh lima ribu asteroid sabuk utama, yakni asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter, serta lebih dari dua ratus enam puluh objek dekat Bumi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa wilayah langit yang selama ini dianggap terlalu sulit untuk diamati ternyata menyimpan informasi astronomi yang luar biasa.

Meskipun pencapaian ini sudah sangat besar, para peneliti tidak berhenti sampai di situ. Data dari teleskop Palomar kemudian dipadukan dengan pengamatan dari jaringan teleskop GROWTH. Kolaborasi berbagai fasilitas pengamatan ini membantu memastikan bahwa objek yang baru ditemukan dapat ditindaklanjuti dengan pengamatan lanjutan, sehingga orbit dan sifatnya dapat dipahami lebih baik. Pendekatan gabungan seperti ini sangat penting, mengingat banyak objek yang bergerak cepat dan dapat hilang dari jangkauan dalam waktu singkat.
Salah satu manfaat terbesar dari survei senja adalah peluang untuk menemukan asteroid yang berada di sisi dalam orbit planet kecil. Benda seperti Aylos atau Atiras sangat penting untuk dipelajari karena memberikan gambaran mengenai dinamika tata surya bagian dalam. Orbit mereka sering kali lebih tidak stabil dibandingkan asteroid sabuk utama. Dalam jangka waktu panjang, mereka bisa terdorong menuju orbit yang memotong jalur planet Bumi atau bahkan terlempar keluar dari tata surya. Karena itu, pemahaman mengenai populasi asteroid ini bukan hanya penting untuk ilmu pengetahuan, tetapi juga berguna untuk memetakan potensi risiko benda langit bagi Bumi.
Selain itu, komet yang ditemukan melalui survei ini juga menyimpan cerita penting. Banyak komet baru yang hanya terlihat dalam waktu singkat ketika mereka bergerak mendekati Matahari dari sudut yang sulit diamati. Komet seperti ini sering menampilkan aktivitas yang unik karena mendapat sinar Matahari secara ekstrem. Dengan mengamati aktivitas komet dalam kondisi ini, ilmuwan dapat memahami bagaimana es dan material volatil menguap, bagaimana debu terlepas, serta bagaimana ekor komet terbentuk dan berkembang.
Ke depan, penelitian semacam ini akan didukung oleh teleskop yang lebih besar dan lebih canggih. Salah satunya adalah Vera Rubin Observatory yang akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan. Observatorium ini dirancang untuk melakukan survei langit skala besar dengan cakupan sangat luas, termasuk wilayah yang berada dekat dengan posisi Matahari. Survei senja yang dilakukan Rubin Observatory diperkirakan akan melipatgandakan peluang menemukan asteroid interior orbit Bumi dan Venus, sebuah wilayah yang selama ini masih sangat minim eksplorasi.
Dengan kemampuan untuk melihat hingga empat puluh lima derajat dari Matahari, Rubin akan menjelajahi zona yang bahkan lebih dekat dengan Matahari dibandingkan survei sebelumnya. Hasilnya mungkin tidak hanya akan menambah daftar asteroid dan komet yang diketahui, tetapi juga mengubah pemahaman mengenai bagaimana benda kecil di tata surya berevolusi, bertabrakan, atau bahkan terbentuk.
Survei senja mungkin tampak sederhana, namun kenyataannya memerlukan ketelitian luar biasa, perhitungan presisi, serta kemampuan mengolah data dalam jumlah besar. Tiga puluh ribu lebih paparan langit bukanlah angka yang kecil, dan masing masing gambar harus dianalisis dengan metode otomatis yang canggih untuk menemukan titik cahaya yang bergerak di antara jutaan bintang.
Dari luar tampak seperti rutinitas memotret langit. Namun di baliknya, ini adalah pekerjaan raksasa yang memungkinkan kita mengenali lingkungan kosmik yang selama ini tersembunyi di balik cahaya Matahari.
Baca juga artikel tentang: Astronom Temukan Lubang Hitam Raksasa Di Cosmic Horseshoe
REFERENSI:
Bolin, BT dkk. 2025. The Palomar twilight survey of ‘Ayló’chaxnim, Atiras, and comets. Icarus 425, 116333.

