Lautan menutupi lebih dari 70% permukaan Bumi, tetapi sebagian besar wilayahnya masih merupakan misteri. Semakin dalam kita menyelam, semakin sedikit cahaya yang mampu menembus, semakin dingin suhunya, dan semakin besar tekanannya. Pada kedalaman ribuan meter, lingkungan menjadi ekstrem: suhu mendekati nol derajat, sinar matahari sama sekali tidak ada, dan tekanan air bisa setara dengan ratusan kali berat di permukaan. Tidak heran, kawasan ini sering disebut sebagai “zona gelap” atau hadal zone.
Namun, justru di tempat yang seolah mustahil untuk kehidupan inilah para ilmuwan menemukan makhluk-makhluk unik yang belum pernah terlihat sebelumnya. Salah satunya adalah ikan siput (snailfish), hewan kecil dengan penampilan lucu, yang kini menambah daftar panjang keajaiban laut dalam.
Baca juga artikel tentang: Dari Bikini Bottom ke Samudra Atlantik: Fakta Ilmiah Spons dan Bintang Laut
Penemuan yang Mengejutkan
Pada tahun 2019, tim ilmuwan dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) melakukan ekspedisi laut dalam. Mereka menggunakan kendaraan bawah laut yang dilengkapi kamera berteknologi tinggi untuk menjelajahi kedalaman Samudra Pasifik. Saat mencapai kedalaman 3.268 meter, kamera mereka menangkap sesuatu yang tak terduga: sesosok ikan kecil berwarna merah muda dengan tubuh lembut, mata bulat besar, dan sirip yang tampak berlebihan.

Awalnya, para ilmuwan hanya mengira itu adalah variasi dari spesies yang sudah dikenal. Namun, setelah penelitian lebih lanjut, mereka memastikan bahwa ikan tersebut adalah spesies baru. Lebih mengejutkan lagi, ternyata tidak hanya satu, melainkan tiga spesies baru ikan siput berhasil diidentifikasi dari hasil ekspedisi ini.
Si “Ikan Imut” dari Laut Dalam
Mengapa disebut ikan siput atau snailfish? Nama ini berasal dari tekstur tubuhnya yang lembek dan kenyal, mirip seperti siput. Tidak seperti ikan-ikan besar dengan sisik keras, snailfish punya tubuh transparan atau semi-transparan, tanpa sisik, dan terlihat rapuh. Padahal sebenarnya mereka sangat tangguh.
Ciri khas yang membuat snailfish dari kedalaman ini unik adalah:
- Tubuh lembut seperti gelatin – memungkinkan mereka bertahan hidup di bawah tekanan air yang ekstrem.
- Sirip dada yang besar (pectoral fin-rays) – digunakan untuk bergerak lincah di dasar laut.
- Mata bulat besar – membantu mendeteksi cahaya sangat redup atau bioluminesensi makhluk lain di kegelapan.
- Ukuran relatif kecil – kebanyakan hanya beberapa sentimeter, meski ada yang bisa tumbuh lebih panjang.
Tak heran, ketika video rekaman pertama kali dirilis, banyak orang menyebutnya sebagai “ikan terdalam yang paling menggemaskan”.
Bagi manusia, kedalaman ribuan meter adalah tempat yang mustahil dihuni. Tekanan di kedalaman 3.000 meter bisa mencapai lebih dari 300 kali lipat tekanan atmosfer di permukaan. Jika manusia turun tanpa perlindungan, tubuh akan hancur seketika. Namun, bagi snailfish, kondisi ini justru rumah mereka.
Tubuh lembut mereka justru menjadi keunggulan. Tidak adanya kantung udara (swim bladder), yang biasanya digunakan ikan untuk mengatur daya apung, membuat mereka tidak hancur akibat tekanan. Sebagai gantinya, tubuh mereka dipenuhi zat cair yang seimbang dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, snailfish juga memanfaatkan sumber makanan unik. Mereka memangsa krustasea kecil seperti amphipod yang berlimpah di dasar laut. Dengan begitu, mereka bisa tetap hidup meski di tempat yang tampaknya tandus.

Mengapa penemuan ikan siput baru ini begitu penting? Ada beberapa alasan:
- Keanekaragaman hayati laut dalam
Penemuan tiga spesies baru menunjukkan bahwa laut dalam masih menyimpan ribuan, bahkan mungkin jutaan, spesies yang belum dikenal. Setiap ekspedisi bisa membuka rahasia baru. - Pemahaman tentang adaptasi ekstrem
Snailfish memberikan contoh nyata bagaimana kehidupan bisa beradaptasi di lingkungan yang tidak bersahabat. Ini membantu ilmuwan memahami batas-batas kehidupan di Bumi, dan bahkan memberi petunjuk tentang kemungkinan kehidupan di planet lain yang punya kondisi mirip. - Konservasi laut
Mengetahui ada spesies baru membantu menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut dalam dari ancaman aktivitas manusia, seperti penambangan laut dalam atau pencemaran plastik.
Misteri Laut Dalam yang Belum Terjawab
Meskipun sudah ditemukan dan diidentifikasi, banyak pertanyaan tentang snailfish laut dalam yang belum terjawab. Bagaimana cara mereka berkembang biak di kedalaman ekstrem? Berapa lama usia hidup mereka? Apakah mereka berkomunikasi dengan cara tertentu di kegelapan?
Ilmuwan baru sebatas melihat cuplikan singkat melalui kamera bawah laut. Untuk benar-benar memahami kehidupan mereka, dibutuhkan penelitian lebih mendalam dengan teknologi yang lebih canggih.
Menyibak Dunia yang Tersembunyi
Penemuan ikan siput ini mengingatkan kita bahwa lautan masih menyimpan misteri yang sangat luas. Dari segi ilmiah, setiap spesies baru memberi petunjuk tentang evolusi dan keanekaragaman hayati. Dari segi filosofis, penemuan ini membuat kita sadar betapa kecil pengetahuan manusia dibandingkan dengan luasnya alam semesta.
Seperti kata salah satu peneliti MBARI, “Setiap kali kita menurunkan kamera ke laut dalam, kita seperti membuka pintu ke dunia baru yang belum pernah dilihat manusia.”
Penemuan tiga spesies baru snailfish di kedalaman 3.268 meter bukan sekadar catatan tambahan dalam buku biologi. Ia adalah simbol dari betapa tangguhnya kehidupan, betapa luasnya misteri laut, dan betapa banyak hal yang masih bisa kita pelajari dari alam.
Di balik penampilannya yang mungil dan imut, ikan siput laut dalam adalah bukti bahwa kehidupan bisa menemukan cara untuk bertahan bahkan di tempat paling ekstrem di Bumi. Dan mungkin, ini baru permulaan dari banyak kejutan lain yang menunggu untuk ditemukan di dasar samudra kita.
Baca juga artikel tentang: Selat Hormuz: Jalur Sempit, Dampak Luas. Mengapa Dunia Panik Saat Iran Ancam Menutupnya?
REFERENSI:
Funnell, Rachael. 2025. Adorable New Species Of Snailfish Filmed 3,268 Meters Below The Sea, And There’s A Video. IFLScience: https://www.iflscience.com/adorable-new-species-of-snailfish-filmed-3268-meters-below-the-sea-and-theres-a-video-80716 diakses pada tanggal 24 September 2025.
Woodworth, Brett dkk. 2025. Swimming kinematics of deep‐sea fishes. Journal of Fish Biology 106 (3), 805-822.

