Spring Damper, Fondasi untuk Mengurangi Risiko Kerusakan Bangunan Akibat Gempa

Print Friendly, PDF & Email

Ditulis Oleh Siti Roslyana Oktari

 Indonesia merupakan kawasan yang dilalui oleh cincin api (ring of fire) dikarenakan banyak gunung berapi aktif yang ada di Indonesia. Gunung-gunung berapi tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi, di mana ada 117 gunung berapi aktif. Indonesia merupakan kawasan yang sering mengalami kejadian bencana alam berupa gempa bumi karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia.[1] Seperti bencana lainnya, gempa bumi juga dapat menimbulkan kerugian seperti adanya korban jiwa, kehilangan harta benda, trauma, maupun rusaknya infrastruktur.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tiga mahasiswa D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah teknologi yang dapat menekan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi. Yaitu Yosi Kristiana, Siti Zuliana, dan Miftahussurur Rosyadi di bawah bimbingan dosen Dr. Devi Oktaviana Latif, S.T., M.Eng, melalui Program Kerativitas Mahasiswa (PKM) telah mengembangkan teknologi yang mereka sebut Fondasi Spring Damper. Fondasi ini dirancang agar mampu meredam goncangan gempa bumi dengan menggunakan shockbreaker sepeda motor.[2]

blank

Yosi Kristiana, Siti Zuliana, dan Miftahussurur Rosyadi, bersama dosen pembimbing: Dr. Devi Oktaviana Latif, S.T., M.Eng

Yosi menjelaskan bahwa Fondasi Spring Damper ini merupakan fondasi mesin sederhana yang dilengkapi dengan pegas, yaitu shockbreaker sepeda motor.  Alat ini nantinya berfungsi untuk meredam goncangan akibat getaran gempa bumi yang menimpa bangunan. Pada sepeda motor, shockbreaker adalah alat mekanik yang dirancang untuk meredam atau menyerap hentakan yang diakibatkan oleh suatu energi kinetik sehingga meningkatkan kenyamanan bagi si pengguna kendaraan bermotor. Dalam hal ini, fondasi spring damper menyerap energi kinetik yang berasal dari goncangan saat terjadinya gempa bumi. Selain itu, shockbreaker juga berfungsi sebagai alat yang mendukung atau memperkokoh sistem pengemudian sepeda motor. Sehingga, alat ini diharapkan juga mampu memperkokoh fondasi bangunan.[3]

blank

Shockbreaker pada sepeda motor

Secara sederhana, ide ini adalah meletakkan mesin sederhana berupa pegas di dalam fondasi untuk meredam goncangan. Setiap tiang diberi empat pegas yang ditanam pada fondasi di bawahnya. Dengan begitu, masing-masing tiang penyangga rumah bisa menahan goncangan jika terjadi gempa bumi.

blank

Model pemasangan shockbreaker pada fondasi bangunan

 Analoginya ialah seperti ini, jika shockbreaker pada sepeda motor dapat menahan beban manusia yang mengendarainya, beban dari motor itu sendiri, bahkan beban dari barang yang juga diangkut, maka pondasi bangunan juga akan dapat meredam goncangan jika diberi shockbreaker.

Fondasi Spring Damper ini diperuntukkan untuk bangunan sederhana dengan konstruksi atap yang terbuat dari baja ringan. Karena hanya mengkombinasikan pegas, Fondasi Spring Damper ini merupakan fondasi mesin sederhana sehingga mudah diproduksi dan membutuhkan biaya yang lebih sedikit. Fondasi cukup ditanamkan pada kedalaman 50 sentimeter lalu bangunan didirikan seperti biasa. Dengan begitu, fondasi ini diharapkan mudah untuk diterapkan di masyarakat.

Meskipun menggunakan material yang sederhana, bukan berarti kekuatan fondasi menjadi sederhana. Pengujian struktur di laboratorium juga telah mereka lakukan dan menuai hasil positif. Data grafik dalam bentuk frekuensi dan perpindahan menunjukkan adanya perbedaan signifikan ketika menggunakan Fondasi Spring Damper dibandingkan dengan fondasi pada umumnya. Data hasil laboratorium menunjukkan penggunaan fondasi ini menghasilkan perpindahan struktur yang lebih kecil, yang artinya lebih tahan terhadap goncangan, termasuk gempa.

Biaya untuk pembuatannya pun cukup murah. Misalnya untuk rumah tipe 48 meter persegi hanya membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp. 3 juta saja. Tentu ini merupakan teknologi dengan biaya yang murah apabila dibandingkan dengan teknologi bangunan tahan gempa lainnya.

Pada April 2019 yang lalu, Yosi dan rekan-rekannya telah memperoleh dana hibah dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Mereka sedang berkolaborasi untuk menerapkan Fondasi Spring Damper pada Hunian Transisi Menuju Permanen (Huntrap), yang diproduksi oleh Fakultas Teknik UGM untuk korban gempa[4].

Mengingat kondisi bahwa Indonesia sering dilanda bencana gempa bumi yang menimbulkan berbagai macam kerugian, maka dengan inovasi yang telah diciptakan ini, diharapkan masyarakat mampu memperoleh hunian yang tahan gempa dengan biaya yang lebih murah dan proses pembuatan yang lebih mudah.

Referensi:

[1]   Akbar, Ricky, dkk. (2018). Implementasi Business Intelligence Menentukan Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia dengan Fitur Geolokasi Vol. 4 No. 1. Padang: JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika).

[2] https://tekno.tempo.co/read/1226297/pondasi-tahan-gempa-dari-shock-breaker-motor-karya-mahasiswa-ugm, diakses pada 25 Juli 2019.

[3] https://www.pelengkapotomotif.com/2017/01/pengertian-dan-jenis-dari-shockbreaker.html, diakses pada 28 Juli 2019.

[4] https://ugm.ac.id/id/berita/18081-kurangi-risiko-kerusakan-bangunan-akibat-gempa-dengan-fondasi-spring-dumper, diakses pada 3 Agustus 2019.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Warung Sains Teknologi
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.