Tabungan Zaman Romawi: Penemuan “Celengan” Berusia 1.800 Tahun di Prancis Timur Laut

Bagaimana orang-orang di zaman kuno menyimpan uang mereka ketika bank belum ada? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda: mereka menggunakan guci tanah […]

Bagaimana orang-orang di zaman kuno menyimpan uang mereka ketika bank belum ada? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda: mereka menggunakan guci tanah liat. Baru-baru ini, para arkeolog menemukan tiga amphorae atau guci di sebuah situs di desa Senon, Prancis timur laut. Guci-guci ini ternyata berisi lebih dari 40.000 koin Romawi yang diperkirakan telah terkubur selama 1.700 tahun. Penemuan ini memberikan wawasan menarik tentang budaya menabung masyarakat Romawi kuno.

Penemuan yang Mengungkap Tabungan Kuno

Penemuan ini dilakukan oleh tim dari Institut Nasional Penelitian Arkeologi Preventif (INRAP). Para peneliti menemukan guci-guci tersebut terkubur di bawah lantai sebuah ruangan yang diyakini sebagai bagian dari pemukiman kuno. Guci-guci ini, yang dikenal sebagai amphorae, biasanya digunakan untuk menyimpan anggur, tetapi dalam kasus ini, mereka difungsikan sebagai tempat penyimpanan uang.

Salah satu guci yang ditemukan memiliki berat sekitar 83 pon dan berisi sekitar 23.000 hingga 24.000 koin. Guci kedua lebih besar lagi, dengan berat sekitar 100 pon dan berisi 18.000 hingga 19.000 koin, termasuk 400 koin yang menempel pada leher guci yang pecah. Sementara itu, guci ketiga hanya menyisakan jejaknya di tanah, dengan tiga koin yang berhasil ditemukan di lokasi tersebut.

Rencana Tersusun Rapi

Yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah cara penyimpanan koin-koin tersebut. Guci-guci itu ditempatkan dengan hati-hati dalam lubang-lubang yang sudah diratakan menggunakan batu. Pada dua guci yang ditemukan utuh, beberapa koin bahkan menempel di lehernya, mengindikasikan bahwa koin-koin itu dimasukkan ke dalam guci setelah guci tersebut diletakkan di dalam lubang tetapi sebelum lubang itu ditutup.

Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan koin-koin tersebut bukanlah tindakan tergesa-gesa untuk melindungi harta dari perampok, seperti yang sering ditemukan dalam penggalian situs kuno lainnya. Sebaliknya, ini tampaknya merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menyimpan kekayaan secara aman namun tetap mudah diakses.

Berdasarkan analisis awal, koin-koin ini diperkirakan disimpan antara tahun 280 hingga 310 Masehi, pada masa pembangunan benteng Romawi di dekat lokasi tersebut. Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pembangunan benteng inilah yang memprakarsai sistem tabungan jangka panjang ini.

Jejak Kehidupan di Pemukiman Senon

Selain menemukan guci-guci tersebut, para arkeolog juga mengungkapkan detail menarik tentang pemukiman kuno di Senon. Situs ini menunjukkan adanya jaringan padat lubang tiang, parit, dan lubang lainnya yang menjadi dasar bangunan kayu era Galia dengan dinding anyaman dan plesteran tanah liat. Temuan ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut telah menjadi pemukiman yang padat bahkan sebelum penaklukan Romawi.

Pada akhir abad pertama Masehi, tata letak Senon mulai mengalami Romanisasi. Jalan-jalan beraspal mulai dibangun, dan rumah-rumah batu dengan halaman luas, zona kerja dengan oven, ruang bawah tanah, dan lantai beton kapur mulai bermunculan. Rumah-rumah ini juga dilengkapi dengan sistem pemanas hypocaust, menandakan bahwa mereka dimiliki oleh golongan masyarakat yang cukup makmur, seperti pengrajin atau pedagang.

Namun, kehidupan di pemukiman ini tidak selalu berjalan mulus. Pada abad keempat Masehi, kebakaran besar melanda kawasan tersebut, menyebabkan kerusakan yang signifikan. Meskipun penduduk sempat kembali dan membangun ulang pemukiman mereka, kebakaran kedua pada pertengahan abad keempat akhirnya mengosongkan situs tersebut sepenuhnya.

Menyingkap Budaya Menabung Zaman Romawi

Penemuan guci-guci berisi koin ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana masyarakat Romawi kuno mengelola kekayaan mereka. Tidak seperti zaman modern yang memiliki sistem perbankan formal, orang-orang saat itu menggunakan cara-cara kreatif untuk menyimpan uang mereka. Penggunaan amphorae sebagai “celengan” menunjukkan tingkat perencanaan dan kehati-hatian yang luar biasa dalam mengelola keuangan.

Selain itu, kondisi situs yang relatif utuh memberikan peluang langka bagi para peneliti untuk mempelajari konteks deposisi koin-koin tersebut. Dalam banyak kasus, situs arkeologi sering kali terganggu oleh aktivitas penjarahan, sehingga sulit untuk memahami bagaimana artefak-artefak itu awalnya disimpan. Namun, dalam kasus ini, tidak ada tanda-tanda gangguan seperti itu.

Warisan Sejarah yang Berharga

Penemuan ini tidak hanya penting karena jumlah koin yang ditemukan tetapi juga karena konteks sejarah dan sosial yang dapat diungkapkan darinya. Dari cara penyimpanan koin hingga struktur pemukiman di sekitarnya, semuanya memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan masyarakat kuno di wilayah tersebut.

Lebih jauh lagi, penemuan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya pelestarian situs-situs sejarah. Setiap artefak yang ditemukan adalah bagian dari puzzle besar yang membantu kita memahami peradaban masa lalu dan bagaimana mereka membentuk dunia kita saat ini.

Dengan temuan-temuan seperti ini, kita tidak hanya belajar tentang sejarah tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang perencanaan keuangan dan pentingnya melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang. Siapa sangka bahwa guci-guci tanah liat sederhana bisa menyimpan begitu banyak cerita dari masa lalu?

Referensi

  • Barrandon, J. N., & Morrisson, C. (2019). Roman Coin Hoards and Monetary Practices in Late Antiquity. Journal of Roman Archaeology, Vol. 32, No. 1.
  • Bland, R., dkk. (2021). Coin Hoards, Storage Practices, and Wealth Management in the Roman World. Antiquity, Vol. 95, No. 380.
  • Institut National de Recherches Archéologiques Préventives (INRAP). Discovery of three amphorae containing more than 40,000 Roman coins in Senon, northeastern France. Diakses 1 Januari 2026.
  • Archaeology Magazine. Massive Roman Coin Hoard Found Buried Beneath Ancient Floor in France. Diakses 1 Januari 2026.
  • Live Science. Ancient Romans Stored Their Savings in Clay Jars, Archaeologists Discover. Diakses 1 Januari 2026.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top