Dalam dunia seni dan koleksi, nama Fabergé telah lama menjadi simbol kemewahan dan keindahan. Baru-baru ini, salah satu karya paling langka dari House of Fabergé, yang dikenal sebagai “Winter Egg,” berhasil mencuri perhatian dunia dengan memecahkan rekor penjualan di balai lelang. Pada tanggal 2 Desember 2025, telur ini terjual dengan harga fantastis, mencapai $30,2 juta (setara dengan 22,9 juta pound sterling) di Christie’s London. Ini menjadikannya telur Fabergé termahal yang pernah terjual dalam sejarah lelang.
Keindahan dan Sejarah “Winter Egg”
“Winter Egg” adalah salah satu dari koleksi telur imperial yang dibuat khusus untuk keluarga kerajaan Rusia, Dinasti Romanov. Dari tahun 1885 hingga 1916, Alexander III dan putranya, Nicholas II, memesan sekitar 50 telur dari House of Fabergé. Setiap telur dirancang dengan keahlian luar biasa dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk diselesaikan.
Telur ini dipesan oleh Tsar Nicholas II pada tahun 1913 sebagai hadiah Paskah untuk ibunya, Maria Feodorovna. Nama “Winter Egg” diberikan karena desainnya yang menggambarkan suasana musim dingin. Telur ini dihiasi dengan ukiran salju dan serpihan salju yang terbuat dari berlian potong mawar. Dibuat dari kuarsa bening yang menyerupai es, telur ini memberikan kesan dingin dan beku yang sangat memukau.
Selain itu, di dalam telur terdapat kejutan berupa sebuah keranjang gantung kecil yang penuh dengan bunga anemon kayu. Bunga ini dikenal sebagai salah satu bunga pertama yang mekar setelah musim dingin panjang di Rusia, melambangkan kebangkitan dan harapan baru. Setiap kelopak bunga dibuat dari kuarsa putih dengan tangkai dari nephrite dan dihiasi garnet hijau pada bagian benang sarinya.
Keunikan Artistik yang Tak Tertandingi
Salah satu alasan utama mengapa “Winter Egg” berhasil mencapai harga yang sangat tinggi adalah keunikan artistiknya. Telur ini dirancang oleh Alma Pihl, seorang desainer berbakat yang bekerja di bengkel perhiasan St. Petersburg pada awal 1900-an. Pihl mengambil inspirasi dari pola serpihan salju untuk menciptakan desain yang menakjubkan ini.
Fabergé ahli, Kieran McCarthy, menggambarkan telur ini sebagai karya seni yang luar biasa. “Rasanya seperti memegang sepotong es di tangan Anda,” katanya. “Ini seperti alkimia terbalik, mengubah bahan-bahan berharga menjadi momen keindahan alam.” Desainnya yang rumit dan detail membuatnya menjadi salah satu karya paling ikonik dari House of Fabergé.

Perjalanan Sejarah “Winter Egg”
Setelah Revolusi Rusia, banyak harta kerajaan termasuk telur Fabergé disita oleh negara. Pada tahun 1920-an, pemerintah Soviet menjual beberapa barang berharga ini untuk mendukung perekonomian negara yang sedang terpuruk. “Winter Egg” akhirnya dijual kepada seorang perhiasan asal London dan sejak itu berpindah tangan beberapa kali di antara para kolektor kaya.
Pada tahun 1994, telur ini muncul di balai lelang Christie’s di Jenewa dan terjual seharga 7,3 juta franc Swiss (sekitar $11,6 juta dalam nilai saat ini). Delapan tahun kemudian, pada tahun 2002, telur ini kembali dilelang di Christie’s New York dan mencetak rekor baru dengan harga $9,6 juta. Kini, dalam lelang terbaru di London, “Winter Egg” sekali lagi memecahkan rekornya sendiri dengan harga $30,2 juta.
Keterbatasan Telur Fabergé di Pasaran
Salah satu faktor lain yang membuat “Winter Egg” begitu berharga adalah kelangkaannya. Dari 50 telur imperial yang dibuat untuk keluarga Romanov, hanya 43 yang diketahui keberadaannya saat ini. Sebagian besar dari mereka disimpan di museum dan institusi seni di seluruh dunia. Hanya tujuh telur yang masih dimiliki oleh kolektor pribadi, dan dari jumlah tersebut, empat berada dalam koleksi sakral yang jarang dijual atau dipindahkan kepemilikannya.
Dengan demikian, hanya tiga telur Fabergé imperial yang benar-benar tersedia untuk dibeli di pasar lelang. Fakta ini menjadikan penjualan “Winter Egg” sebagai momen langka dalam sejarah seni dan koleksi.
Simbol Kemewahan dan Sejarah
Telur Fabergé tidak hanya menjadi simbol kemewahan tetapi juga menyimpan sejarah panjang dari masa kejayaan Dinasti Romanov hingga masa-masa sulit setelah Revolusi Rusia. Setiap telur menceritakan kisah unik tentang cinta, kekuasaan, dan seni pada masa lalu.
Penjualan “Winter Egg” dengan harga yang sangat tinggi juga mencerminkan nilai seni sebagai investasi jangka panjang. Karya-karya seperti ini tidak hanya dihargai karena keindahannya tetapi juga karena sejarah dan cerita yang menyertainya.
Kesimpulan
“Winter Egg” oleh Fabergé adalah bukti nyata bagaimana seni dapat menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Dengan desainnya yang rumit dan sejarahnya yang kaya, tidak mengherankan jika telur ini terus memecahkan rekor di dunia lelang. Penjualan terbaru ini tidak hanya menegaskan statusnya sebagai salah satu karya seni paling berharga di dunia tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan seni untuk generasi mendatang.
Bagi para kolektor seni maupun pecinta sejarah, “Winter Egg” adalah lambang abadi keindahan dan warisan budaya yang tak ternilai harganya. Penjualannya yang memecahkan rekor adalah bukti bahwa karya seni sejati akan selalu menemukan tempat istimewa di hati para penggemarnya.
Referensi
- “Crystal Fabergé egg crafted for Russian royalty shatters record and sells for $30.2 million” — The Associated Press. Diakses 1 Januari 2026. The Associated Press+2The Washington Post+2
- “Fabergé Imperial Winter Egg Fetches A Record $30.2 Million” — Forbes. Diakses 1 Januari 2026. Forbes+1
- “Fabergé’s Winter Egg Breaks World Record, Fetching $30.2 Million at Auction” — Smithsonian Magazine.Diakses 1 Januari 2026. Smithsonian Magazine
- “Rare Fabergé egg fetches record £22.9 million at London auction” — Sky News.Diakses 1 Januari 2026. Sky News
- “Rare Fabergé egg fetches record £22.9 mn at auction” — The Business Standard. Diakses 1 Januari 2026. The Business Standard

