Menguji Kelayakan Baterai Nuklir Untuk Ponsel

Menguji Kelayakan Baterai Nuklir Untuk Ponsel

Baterai nuklir bukan ide baru. Ide ini sudah ada sejak tahun 1900-an, ketika muncul ketertarikan untuk menciptakan baterai dengan usia pakai panjang. Baterai nuklir menggunakan prinsip peluruhan radioaktif (baik alfa, beta maupun gamma) untuk dikonversi menjadi energi listrik [1].

Hingga saat ini, jenis baterai nuklir yang paling sering digunakan adalah baterai nuklir tipe radioisotope thermoelectric generator (RTG) [1]. Perangkat ini digunakan untuk membangkitkan listrik untuk kebutuhan wahana luar angkasa. Wahana Curiosity yang dikirim ke Mars menggunakan RTG dengan bahan bakar plutonium-238 (Pu-238) [3]. >>> 

Baca Selengkapnya

Siringmakar 10: “Nanomaterials for Energy Storage”

Siringmakar 10: “Nanomaterials for Energy Storage”

Pemateri: Muhammad Hilmy Alfaruqi (Material Science and Engineering, Chonnam National University)
Moderator : Nailul Izzah 

Pengantar

Salah satu pendekatan yang sedang dikembangkan ilmuwan terkait dengan pengembangan energi adalah nanoteknologi. Nanoteknologi  merupakan ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional, maupun piranti dalam skala nanometer. >>> 

Baca Selengkapnya

Mikro Superkapasitor Pengganti Baterai Biasa

Mikro Superkapasitor Pengganti Baterai Biasa
18-scientistsse
Peneliti universitas Rice membuat mikrosuperkapasitor kecil dan fleksibel pada suhu ruang yang mereka klain memberikan harapan dalam produksi skala besar. Teknik ini berdasarkan pada metode metode mereka untuk membakar pola dari spons graphene pada lembaran plastik menggunakan laser komersial.

Peneliti dari universitas Rice mempelopori pengembangan induksi laser berbasis graphene dan merancang mikro super kapasitor padat fleksibel yang menyaingi penyimpan energi terbaik yang pernah ada. Peralatan yang dikembangkan di laboratorium kimia Rice James Tour ini diarahkan pada aplikasi elektronik dan pakaian. >>> 

Baca Selengkapnya