Mempercantik Diri: Upaya Mencemarkan Lingkungan?

Mempercantik Diri: Upaya Mencemarkan Lingkungan?

Salah satu penyebab darurat sampah plastik Indonesia adalah limbah kosmetik. Skincare dan make up tidak bisa dipisahkan dari wanita. Beragam kosmetik dan produk perawatan kulit sudah diakrabi oleh sebagian besar wanita guna meningkatkan kepercayaan diri. Sabun wajah, pelembab, gincu, krim, serum, dan masih banyak lagi produk yang mereka gunakan saat pagi dan malam hari. Bahkan, biasanya mereka juga memperbaiki dandanan mereka setiap sekian jam sekali agar tetap maksimal. Tidak hanya wanita, para pria pun juga ikut bersolek demi menjaga penampilannya. Padahal, tanpa disadari, aktivitas-aktivitas memoles diri mulai bangun tidur hingga tidur lagi tersebut menyumbang sampah yang berdampak buruk bagi lingkungan. Apalagi, tidak sedikit perusahaan yang mengemas produknya menggunakan plastik. >>> 

Baca Selengkapnya

Mitos atau Fakta? Limbah PLTN Bisa Dibuat Senjata Nuklir

Mitos atau Fakta? Limbah PLTN Bisa Dibuat Senjata Nuklir

Senjata nuklir menjadi momok besar sejak pertama kali (dan hanya sekali) digunakan pada perang sungguhan, tepatnya pada Perang Dunia II. Senjata berukuran kecil dengan bahan bakar sedikit, tetapi memiliki daya hancur jauh lebih kuat daripada senjata lain pada masanya. Kekuatan mengerikan ini, ditambah fisika radiasi yang belum banyak dipahami pada masa itu, kemudian melahirkan isu-isu terkait pemanfaatan lain dari energi nuklir, yakni PLTN. >>> 

Baca Selengkapnya

Bagaimana Pengelolaan Limbah Radioaktif PLTN?

Bagaimana Pengelolaan Limbah Radioaktif PLTN?

Mitos yang beredar di tengah masyarakat terkait energi nuklir, selain terkait keselamatan dan radiasi, adalah soal limbah radioaktif. Dikesankan bahwa limbah radioaktif PLTN adalah masalah yang belum terpecahkan hingga saat ini. Entah soal pengelolaan maupun pembuangan. Padahal itu tidak benar.

Industri nuklir adalah satu-satunya industri energi yang bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan limbahnya. Bahkan, biaya pengelolaan limbah radioaktif PLTN dimasukkan ke dalam biaya produksi listrik. Walau begitu, nilai biayanya kecil sekali, sehingga tidak menambah mahal harga listriknya [1]>>> 

Baca Selengkapnya

Trend Fashion Berkelanjutan : Kain Berbahan Dasar Susu Sapi

Trend Fashion Berkelanjutan : Kain Berbahan Dasar Susu Sapi

Susu sapi merupakan minuman pelengkap kebutuhan gizi manusia yang banyak diolah menjadi produk lain seperti keju dan yoghurt. Anda pasti belum tahu bahwa susu sapi ternyata dapat dimanfaatkan lebih luas lagi, yaitu sebagai bahan dasar serat kain. Seorang mikrobiolog sekaligus desainer baju asal Jerman, Anke Domaske, berhasil membuat kain dengan bahan dasar susu sapi. Susu sapi yang didapatkan untuk produksi kain tersebut diperoleh dari susu yang tidak lolos uji kelayakan konsumsi di industri susu. Di Jerman, setiap tahunnya terdapat kurang lebih 2 ton susu yang tidak lulus uji kelayakan konsumsi dan dibuang begitu saja karena belum bisa dimanfaatkan. Qmilch, perusahaan yang dibangun Anke Domaske, membantu pemanfaatan susu sapi yang tereliminasi dari uji kelayakan konsumsi menjadi produk yang layak pakai. >>> 

Baca Selengkapnya

Menguak Mitos Bahaya Limbah Radioaktif

Menguak Mitos Bahaya Limbah Radioaktif

Dibandingkan moda pembangkit energi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dapat dikatakan yang paling “kontroversial”. Energi nuklir memendam potensi yang luar biasa besar dalam jumlah yang kecil. Sebongkah logam uranium seukuran bola golf sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan energi listrik seseorang seumur hidupnya. Namun bagi sebagian kalangan khususnya kalangan anti-nuklir, energi nuklir dianggap menyimpan berbagai persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Salah satu isu yang sering diangkat kalangan tersebut adalah limbah radioaktif>>> 

Baca Selengkapnya