Sisir Mikro Membuat Solar Cell Lebih Efisien

Sisir Mikro Membuat Solar Cell Lebih Efisien

Para peneliti dari Laboratorium Akselerasi Nasional Departmen Energi SLAC dan Universitas Stanford telah mengembangkan teknik manufaktur yang dapat menggandakan arus listrik yang dihasilkan solar cell murah dengan menggunakan sisir berukuran mikro saat diterapkan pada polimer pemanen sinar matahari.

Skema dari metode sisir FLUENCE (Diao, Y., et. al.)

Saat dikomersialisasikan, teknologi ini akan membuat polimer solar cell alternative yang menarik secara ekonomi dibandingkan dengan Kristal silicon wafer yang lebih mahal. >>> 

Baca Selengkapnya

Nanopaper Transparan pada Aplikasi Solar Cell

Cellulose merupakan polimer alam yang banyak terdapat di bumi. Dalam kayu, rantai-rantai selulose bergabung membentuk serat primer. Beberapa serat primer selanjutnya bergabung membentuk serat mikro. Serat ini ternyata memiliki sifat yang unik. Beberapa penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan sifat-sifat serat cellulose dalam ukuran nano yang dikenal dengan nanofibrillar cellulose atau NFC. Dikenal juga dengan cellulose nanofibril (CNF). >>> 

Baca Selengkapnya

Dye Sensitized Solar Cell dan Tokoh Penemunya (M. Gratzel)

Dye Sensitized Solar Cell dan Tokoh Penemunya (M. Gratzel)

Sudah pernah terfikirkan belum kalau letak Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa merupakan anugrah dan karunia dari Tuhan yang tidak ternilai harganya?

Iya Indonesia sangat beruntung dilalui garis khatulistiwa, itu artinya Indonesia dilalui oleh matahari dalam setiap harinya, meskipun terkadang mendung dikala musim hujan.  Wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 sampai dengan 12 jam dalam sehari (Djoko Adi Widodo, 2009).  Berdasarkan data jadul, Ditjen Listrik dan Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x 10^9 MW (1.200.000.000 MW), berapa persennya ya? 0,000000073 % saja yang baru dioptimalkan pada tahun 97. >>> 

Baca Selengkapnya