HERMANN STAUDINGER : Bapak Kimia Polimer Dunia

Mungkin bagi sebagian mahasiswa kimia yang mempelajari kimia organik dan kimia polimer tidak asing dengan nama ilmuwan satu ini, Ia adalah Pionir berdirinya cabang ilmu kimia yang baru, yaitu Kimia Polimer. Ilmu ini mempelajari molekul molekul kompleks (polimer) yang tersusun dari unit berulang yang disebut monomer. Dengan menggabungkan dan menciptakan material yang berguna dengan memanipulasi struktur dan komposisi dari monomer untuk menghasilkan berbagai macam produk yang kita gunakan sehari hari, seperti plastik, komponen elektronik, perekat, coating, dan obat obatan. >>> 

Baca Selengkapnya

Tan Malaka: Guru sekaligus Tokoh Revolusioner

Tan Malaka: Guru sekaligus Tokoh Revolusioner

Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka lahir di Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat, Pada 2 Juni 1897. Pandan Gadang adalah sebuah desa yang tersuruk di Bukit barisan, di antara lempit bukit dan sawah hijau yang membentang, juga kicau burung yang berlompatan di buah-buah ranun. Desa Pandang Gandang, serupa banyak desa di Ranah Minang, terhampar di bawah perbukitan hijau. >>> 

Baca Selengkapnya

Sang Pemecah Sandi Enigma

Sang Pemecah Sandi Enigma

Pada kesempatan kali ini penulis ingin menuliskan biografi dari salah satu tokoh yang mungkin saja pembaca belum mengenalnya. Mengapa penulis memilih tokoh ini? apakah penulis dibayar oleh beliau? tentu saja tidak kawan-kawan. Beliau tanpa penulis ceritakan pun sudah terkenal dengan sendirinnya. Menurut penulis tokoh ini sangat hebat dalam bidangnya terutama bagi kalian yang menyukai matematika,komputer dan tentunya AI(artificial intelligence). Perkenalkan nama tokoh ini adalah Alan Turing dengan nama lengkap Alan Mathison Turing.  Alan Turing lahir pada tanggal 23 juni 1912 di London dan wafat pada 7 juni 1954 di Wilmslow. >>> 

Baca Selengkapnya

Kesuksesan Milik Mereka yang Berjuang! Anak Tukang Becak Berhasil Raih Doktor di ITS dengan IPK 4.0

Kesuksesan Milik Mereka yang Berjuang! Anak Tukang Becak Berhasil Raih Doktor di ITS dengan IPK 4.0

Berasal dari latar belakang ekonomi keluarga yang sederhana, tak lantas menyurutkan semangat Lailatul Qomariyah untuk menuntut ilmu lebih tinggi. Meski kondisi yang ada mengharuskan gadis berusia 27 tahun asal Pamekasan, Madura ini berjuang mencari uang sendiri agar bisa melanjutkan kuliah dan menghidupinya hingga berhasil meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan akan diwisuda pada hari Minggu ini (15 September 2019). >>> 

Baca Selengkapnya

Hutomo Suryo Wasisto: Dari Tidak Bisa Membuat Abstrak Hingga Menjadi Ilmuwan Berprestasi di Jerman

Hutomo Suryo Wasisto: Dari Tidak Bisa Membuat Abstrak Hingga Menjadi Ilmuwan Berprestasi di Jerman

Halo sahabat warstek.com, kali ini saya berkesempatan bertemu langsung dengan seorang Ilmuwan diaspora yang sedang pulang kampung sejenak ke Indonesia. Beliau datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri SCKD (Simposium  Cendekia Kelas Dunia) 2019 di Jakarta yang diadakan oleh Kemenristekdikti RI. Setelah menghadiri simposium ilmuwan tersebut, beliau membagikan pengalamannya di luar negeri ke berbagai instansi kampus yang ada di Indonesia. Salah satu acara yang dikunjunginya yaitu Seminar yang diadakan di Universitas Diponegoro Semarang tepatnya di ruang pertemuan di Gedung UNDIP Inn pada tanggal 2 September 2019. Penasaran siapa Ilmuwan diaspora yang berhasil penulis temui? Yuk baca artikel hasil diskusi ini, selamat membaca! >>> 

Baca Selengkapnya