National Data Science and Data Analytics Competition

Bagikan Artikel ini di:

Lustrum DTETI XI Fakultas Teknik UGM mempersembahkan

NATIONAL DATA SCIENCE AND DATA ANALYTICS COMPETITION

“Peran Analitik Big Data dalam Pengolahan Data Modern”

?NDAC merupakan kompetisi menganalisis data khususnya big data yang diharapkan dapat memberikan solusi dari suatu permasalahan yang telah disediakan dengan tema “Peran Analitik Big Data dalam Pengolahan Data Modern”

?Peserta: Tim yang terdiri dari 2-3 mahasiswa/i Diploma/S1 di seluruh Indonesia.

⚠Tahapan:
1. Pendaftaran dan Pembayaran : 1 Juli – 18 Agustus 2018
2. Publikasi Soal : 19 Agustus 2018
3. Pengumpulan Laporan : 19 Agustus – 8 September 2018
4. Pengumuman Finalis : 18 September 2018
5. Grand Final : 29 September 2018

?Biaya Pendaftaran:
Rp 100.000,00 / tim

Hadiah Pemenang:
?Juara 1 : Rp 3.000.000,- + trofi + sertifikat
?Juara 2 : Rp 2.000.000,- + trofi + sertifikat
?Juara 3 : Rp 1.000.000,- + trofi + sertifikat

?Link Pendaftaran & Guidebook?
ugm.id/DaftarNDACXI

For further information about NDAC please kindly contact them:
?Aditya 085725605363 (line: aditya.khakim)

Ayo buruan daftarkan tim kamu! Buktikan kalau tim kamulah juaranya?

Don’t forget to follow our Official Accounts :
❇ Line : ugm.id/zd
❇ Instagram : instagram.com/lustrumdteti.xi
❇ Twitter : twitter.com/lustrumdtetixi
❇ Facebook : facebook.com/lustrumdteti.xi

Bagikan Artikel ini di:

Penggunaan Robot Kapal Selam Sebagai Alat Untuk Mengambil Sampel Air dan Tanah yang Tercemar Limbah

Bagikan Artikel ini di:

Oleh Muhammad Syukron

ROV (Remotely Operated Vehicle) merupakan robot kapal selam yang banyak digunakan dalam dunia penelitian, bisnis, penyelamatan, dan militer, seperti pemasangan kabel bawah laut, pencarian korban tenggelam, dan pengintaian. Selain itu, ROV juga digunakan untuk keperluan individu seperti dalam dunia hobi.

Penelitian ROV sebelumnya dilakukan Alicia-Mino dan Kyubin Lee dari MIT (Massachusetts Institute of Technology), Cambridge, Amerika Serikat digunakan untuk mengambil sampel suhu dan salinitas serta melakukan survei geografis. Sedangkan penelitian di Indonesia dilakukan oleh Noorman Rinanto dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada 2017 digunakan untuk mendeteksi pendangkalan sungai.

Gambar: Penelitian ROV di MIT (Massachusetts Institute of Technology) (kiri) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (kanan)

ROV dalam artikel ini merupakan perangkat robot kapal selam hasil dari riset mandiri dengan basis Mikrokontroller Arduino yang ditanam Bahasa Pemrograman C,  bahasa ini mengolah perintah input menjadi perintah output sesuai yang diinginkan. Fungsi utama perangkat ini adalah untuk mengambil sampel tanah dan air yang tercemar limbah. Perangkat ini dikontrol secara nir-kabel menggunakan remote control di darat dan dapat dipantau dengan layar monitor. Perangkat ini tentunya dapat mempermudah pekerjaan manusia serta penggunaannya lebih aman dibandingkan mengambil sampel langsung secara manual tanpa menggunakan alat di tempat yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan. Perangkat ini berukuran mini dengan panjang sekitar 50cm, serta lebar dan tinggi 40cm, sehingga bisa dengan mudah mengakes daerah yang sempit di dalam dan di atas permukaan air. Perangkat ini mempunyai kemampuan menyelam serta mengambil sampel air dan tanah dengan cara menghisapnya melalui pompa kecil yang terpasang didalamnya. Perangkat juga dilengkapi kamera nirkabel yang digunakan untuk melihat kondisi sekitar secara real time, sensor suhu, sensor kecepatan, GPS untuk mengetahui lokasi perangkat, sensor keseimbangan, kompas, tangan robot, serta lampu LED sebagai penerangan di saat cahaya kurang.

Sampel yang didapat akan digunakan sebagai bahan penelitian lembaga terpercaya, seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Diharapkan dengan adanya perangkat ini akan lebih memudahkan tim riset dalam meneliti kandungan air dan tanah dalam segala medan. Hal ini akan menjadi bahan dalam menentukan keputusan apa yang akan diambil terhadap air dan tanah yang tercemar maupun kebijakan lainnya, sehingga kedepannya diharapkan adanya penurunan kualitas pencemaran air serta tanah.

Gambar: Pengambilan sampel air secara manual yang tentunya membayahakan bagi keselamatan dan keselamatan manusia

Dalam hal mekanisme kontrol perangkat ini adalah user memasukkan perintah melalui remote control, Bahasa Pemrograman C mengolah perintah dalam mikrokontroler, mikrokontroler memerintah perangkat output untuk bergerak sesuai yang diinginkan. Jika dicontohkan dalam teknisnya seperti ini, user memasukkan perintah melalui salah satu tombol remote control yang berfungsi untuk menghidupkan pompa elektrik agar menghisap air, mikrokontroler menangkap sinyal perintah tersebut dan mengolahnya, mikrokontroller memerintahkan pompa elektrik untuk menghisap air. Mekanisme tersebut juga berlaku untuk memerintah bagian alat lainnya, seperti menggerakkan lengan robot, maju serta mundur perangkat, dan lainnya.

Gambar: Pengujian sistem tenggelam (kanan) dan naik (kiri)

Sedangkan mekanisme tenggelam dan naiknya perangkat ini adalah ketika pompa elektrik menyedot air, maka masa jenis ROVsemakin bertambah yang mengakibatkan masa jenis ROV lebih besar dari masa jenis air sehingga ROV tenggelam. Di sisi lain, ketika air dikeluarkan, maka masa jenis ROV berkurang, yang mengakibatkan ROV naik ke permukaan air. Mekanisme ini juga digunkan untuk mengambil sampel air dan tanah dengan menggunakan pompa elektrik yang berbeda.

Gambar: Pengujian pompa

Berikut adalah desain tiga dimensi ROV menggunakan Software SketchUp Make 2016.

Gambar: Desain ROV dan ROV yang sudah jadi

Kamera bisa digerakkan ke atas dan bawah melalui servo yang tepasang pada kamera sesuai dengan arah salah satu tombol (lihat gambar atas) yang digerakkan. Jika tombol digerakkan ke atas, maka kamera bergerak ke atas. Mekanisme ini juga digunakan untuk menggerakkan lengan robot dengan menggunakan servo yang berbeda.


Gambar: Hasil sampel yang didapat berupa air yang tercemar limbah (kiri), lalu dipisah menjadi air bersih (kanan) dan tanah. Air bersih dan tanah ini digunakan untuk diteliti

DAFTAR PUSTAKA

Bagikan Artikel ini di:

Limbah Biji Carica Dieng (Carica Candamarcensis) Disulap Menjadi Bahan Bakar Biodiesel!

Bagikan Artikel ini di:

Oleh : Labora Dwi Putri Sinaga

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang terletak di dataran tinggi Dieng. Wonosobo memiliki potensi kekayaan alam yang cukup melimpah, diantaranya purwaceng, kentang, sayur-mayur dan Carica yang memiliki prospek yang baik dalam pengembangan agroindusri. Beberapa kegiatan agroindustri menerapkan teknologi berbasis mesin yang menggunakan bahan bakar diesel.

Walaupun demikian, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)  tetap akan berdampak langsung pada kegiatan agroindustri tersebut, misalnya Agroindustri Tambi yang beralih ke kayu bakar karena kenaikan harga BBM untuk menekan biaya produksi.

BBM mahal? Jangan Khawatir, Limbah Biji Carica Dieng Solusinya!

 Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang digunakan khusus untuk mesin diesel yang berbahan baku dari minyak tumbuhan (bio-oil). Keunggulan dari biodiesel ini antara lain melepaskan lebih sedikit emisi dibandingkan dengan diesel konvensional, sekitar 78% lebih sedikit dibandingkan dengan diesel konvensional (www.indoenergi.com).

Hal ini menunjukkan bahwa Biodiesel lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan diesel konvensional. Sehingga lebih sedikit potensi sebagai pencemar. Keunggulan lainnya adalah dapat menurunkan biaya produksi bagi industri yang mengunakan bidiesel sebagai bahan bakarnya.

Salah satu bahan baku biodiesel yang digunakan adalah biji Carica Dieng (Carica candamarcensis), yang merupakan tanaman unggulan Kabupaten Wonosobo.

Apa sih Carica Dieng (Carica candamarcensi) itu?

Gambar 1. Tumbuhan Carica Dieng

Tanaman carica secara ilmiah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kindom: Plantae
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub-divisi: Angiosperma
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Ordo: Caricales
  • Famili: Caricaceae
  • Marga: Carica
  • Spesies : Carica candamarcensis

Limbah biji Carica Dieng yang berasal dari pengolahan Carica Dieng sebanyak ± 9 ton/bulan. Limbah biji Carica Dieng yang terbuang sia-sia, ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Penelitian Chan dan Tang (1973), menunjukkan bahwa biji pepaya mengandung minyak sebesar 32,97 %. (Dewi Larasati, 2011). Sedangkan karakteristik minyak carica dieng yang telah diekstraksi dengan pelarut heksan yakni bilangan iod (84,11), bilangan penyabunan (206,35), bilangan asam (8,21), asam lemak bebas (1,48%) dan Komponen asam lemak jenuhnya : asam laurat, asam miristat, asam palmitat dan asam lemak tak jenuh : asam oleat, asam linoleat, asam linolenat. Karakteristik Fisiknya : bobot jenis (0.91), Indeks bias (1,45), Titik cair (5,3oC) dan titik asap (217oC) (Dewi Larasati, 2011).

Lalu, bagaimana cara pembuatannya?

Pembuatan Biodiesel dari Biji Carica Dieng ini menggunakan bahan yang terdiri dari biji Carica Dieng yang diperoleh dari Dieng, Kabupaten

Wonosobo, Jawa Tengah. Bahan kimia yang digunakan adalah pelarut heksan, KOH, metanol, Na2SO4, NaOH. Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini meliputi: kabinet drier, oven, unit ekstraksi, rotary vacuum evaporator, ayakan 40 mesh, sokhlet, alat reflux dan beberapa peralatan gelas untuk analisis

Dalam Pembuatannya terdapat beberapa tahapan, yaitu :

  1. Tahap Isolasi Minyak Carica Dieng
  1. Mengumpulkan limbah biji carica dieng yang berasal dari beberapa unit usaha pengolahan carica dieng di Wonosobo.
  2. Membersihkan dan mencuci biji carica dieng yang sudah dikumpulkan.
  3. Mengeringkan biji carica dieng yang sudah dibersihkan dengan kabinet drier.
  4. Menghancurkan biji carica yang sudah kering dengan alat penggiling dan mengayak dengan ayakan 40 mesh.
  5. Mengkstraksi minyak biji Carica Dieng dengan metoda soxklet extraction dengan pelarut hexana.
  6. Menguapkan pelarut heksan dengan rotary vacuum
  7. Minyak yang dihasilkan disimpan di tempat yang sejuk untuk selanjutnya diolah menjadi biodiesel.
  1. Tahap pengolahan minyak carica dieng menjadi biodiesel
  1. Memasukkan minyak biji carica dieng sebanyak 60 gram, metanol 40 gram, dan 10 ml KOH 1,5 % (w/w) ke dalam labu alas bulat yang dipasang di atas pemanas.
  2. Mengaduk campuran dengan dipanaskan pada suhu 50 OC selama 2 jam dengan hotplate stirrer.
  3. Memisahkan ester setiap 20 menit dari gliserol dengan corong pisah, untuk menggeser kesetimbangan ke arah produk (biodiesel).
  4. Mencuci ester dengan air panas untuk menetralkan basa yang tersisa pada rendemen
  5. Menghilangkan kadar air pada ester dengan ester dengan Na2SO4 anhidrat lalu disaring
  6. Memanaskan ester yang sudah bebas air sampai suhu 85 oC untuk menguapkan metanol
  1. Tahap Uji Karakteristik Produk

      Pada tahap ini, minyak yang dihasilkan akan melewati uji coba pada titik nyala minyak.

Titik Nyala Minyak

Titik nyala dari bahan yang mudah menguap adalah suhu terendah saat dia dapat menguap untuk membentuk campuran yang bisa menyulut api di udara. Titik nyala dapat digunakan sebagai uji karakteristik deskriptif dari bahan bakar cair, dan juga digunakan untuk mengacu antara cairan yang mudah menyala dan cairan mudah terbakar. Cairan dengan titik nyala kurang dari 60,5 atau 37,8 ° C (140,9 atau 100,0 ° F) dianggap mudah menyala, sementara cairan dengan titik nyala di atas suhu tersebut dianggap mudah terbakar.

Beberapa bahan bakar dan flash point-nya pada tekanan atmosfer yang ditunjukkan di bawah:

Bahan Bakar Titik Nyala (oF)
Biodiesel 266
Diesel Fuel (1-D) 100
Diesel Fuel (2-D) 126
Ethyl Alcohol, Ethanol 63
Fuels Oil No.1 100 – 162
Fuels Oil No.5 Heavy 160 – 250
Gasoline -45
Iso-Octane 10

Tahukah kamu? Minyak Biodiesel memiliki beberapa keunggulan, yaitu :

  1. Sumber bahan baku merupakan limbah dari homendustri pengolahan Carica sehingga mudah didapat dan tersedia dalam jumlah yang cukup besar.
  2. Merupakan bentuk pemanfaatan limbah, sehingga dapat mengurangi jumlah limbah biji Carica yang ada di home industry.
  3. Dapat digunakan pada mesin Agroindustri yang ramah lingkungan. melepaskan lebih sedikit emisi dibandingkan dengan diesel konvensional.

DAFTAR PUSTAKA

  • Anonim. Keunggulan dan Kelemahan Biodiesel. http://www.indoenergi.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-biodisel.html. Diakses pada hari Selasa, 4 Mei 2015 pukul 23.06 WIB.
  • Andriansari Putri Ratih, 2010. Pengembangan Agroindustri.
  • http://Repository.Gunadarma.Ac.Id/466/1/Paper_Ratih Putri Andrian Sari Dan_Arfan.Pdf
  • Austin, J.E. 1981. Agroindustrial Project Analysis. The John Hopkins university Press.London.
  • Dyah, P. 2011. Produksi Biodiesel dari Mikroalga Chlorela Sp Dengan Metode Esterifikasi In-situ.  Semarang: Undip.
Bagikan Artikel ini di: