dating site interracial

Pengembangan Prototipe Komposter: Alternatif dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos

Ditulis Oleh Irvan Pranatha Sijabat

Di Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah terbesar adalah rumah tangga, dengan rata-rata setiap orang menghasilkan 800 gram sampah per hari. Jika tidak dikelola secara benar, sampah yang menumpuk pada akhirnya akan memperburuk polusi tanah dan lautan [1]. Sampah rumah tangga, berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kota Tarakan No. 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, merupakan sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik [2]. Perilaku penanganan sampah yang tidak tepat oleh masyarakat, dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran, serta kurangnya sarana dan fasilitas pendukung pengelolaan sampah yang baik dan efisien. Oleh sebab itu, untuk mengelola sampah rumah tangga yang begitu banyak, dibutuhkan pengembangan prototipe rancangan komposter (wadah pengomposan) berkapasitas besar (>10 kg) agar dapat menampung sampah rumah tangga setiap harinya dan bisa turut serta dalam mengelola sampah dengan menerapkan sistem pengolahan limbah domestik  (sampah rumah tangga) yang ramah lingkungan. >>> 

Baca Selengkapnya

SINTING: Mengubah Kebisingan Menjadi Energi Listrik

SINTING: Mengubah Kebisingan Menjadi Energi Listrik

Ditulis Oleh Jeffry Kurniawan

Bunyi merupakan sesuatu yang susah kita hindari dalam ber-aktivitas pasalnya semua aktivitas menghasilkan bunyi sekalipun tidur. Dalam ilmu fisika bunyi merupakan salah satu bentuk energi seperi energi panas, energi gerak dan sebagainya. Bunyi dihasilkan dari getaran yang berjalan kearah telinga kita ketika kita mendengarnya. Getaran yang merambat ini membawa energi yang dinamakan gelombang. Bunyi sendiri merupakan gelombang mekanik yaitu gelombang yang membutuhkan media untuk merambat seperti udara, air dan yang lain. Jadi bunyi tidak bisa merambat pada udara hampa atau vacum. Terkadang bunyi disukai oleh manusia seperti bunyi musik, bunyi ketika berbicara dan yang lainnya. Namun bunyi yang terlalu keras atau kebisingan dapat mengganggu aktivitas kita, biasanya bunyi yang bising dihasilkan oleh mesin. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 menyatakan bahwa kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan[1]. Dalam keteknik-an ukuran kebisingan bunyi dinyatakan dalam satuan desibel seperti massa yang dinyatakan dalam gram. Dalam ilmu fisika semakin tinggi kebisingan maka energi yang dibawanya semakin besar. Dalam aktivitas sehari-hari kita sering mendengar kebisingan seperti saat di jalan raya suara mesin motor, saat di bandara suara pesawat dan ditempat lainnya namun hanya terlewat begitu saja. Padahal bunyi tersebut membawa energi yang sejatinya dapat dikonversi kedalam bentuk energi lain. Bunyi yang memiliki sumber yang melimpah, sering kita jumpai dalam aktivitas-aktivitas kita dapat dijadikan sebagai sumber energi listrik yang tidak ada habisnya, namun pemanfaatannya masih jarang digunakan. >>> 

Baca Selengkapnya

Metode S-CBC Untuk Meningkatkan Efisiensi Baterai

Metode S-CBC Untuk Meningkatkan Efisiensi Baterai

Ditulis Oleh Izzun Nafis Ibadik

Penemuan baterai menjadi primadona bagi peradaban umat manusia. Tentu kita sudah sangat paham bahwa benda-benda di sekitar kita banyak yang tidak akan bisa berfungsi dengan semestinya seandainya baterai tidak pernah ditemukan. Sebut saja ponsel, laptop, remote televisi, dan benda-benda portabel lainnya. Tentu tak terbayangkan bagaimana seandainya jika kita tak punya baterai, kita harus berjalan kesana kemari disertai dengan kabel yang berseliweran. Yup, saya rasa tak salah jika baterai juga bisa kita anggap sebagai pengubah peradaban manusia. >>> 

Baca Selengkapnya

Riset dan Inovasi sebagai Penggerak Roda Perekonomian: Melirik Kultur Embrio “Kopyor” ala Pak Nandar

Riset dan Inovasi sebagai Penggerak Roda Perekonomian: Melirik Kultur Embrio “Kopyor” ala Pak Nandar

Ditulis Oleh Jumardin Rua

Daging buah (endosperma) lepas dari batoknya, berstektur remah (gembur), jumlah air lebih sedikit dan aroma yang khas adalah ciri kelapa yang tampak aneh bagi yang pertama kali melihatnya. Namun bagi yang pernah mengkonsumsinya, mereka akan mengenalinya sebagai “kelapa kopyor”. Tak perlu memperhatikan bentuknya yang aneh, jika mencicipinya anda akan menikmati rasa yang lebih manis, gurih dan lezat. Sehingga tidak mengherankan jika di pasaran harganya dapat mencapai sepuluh kali lipat dari kelapa biasa. Di Indonesia terdapat dua tipe  kelapa kopyor yaitu tipe dalam dan tipe genjah yang dapat dibedakan dari pohonnya. Ciri tampak aneh pada buah yang mendapat julukan The Delights of Indonesia Fruit ini disebabkan oleh mutasi genetik secara alamiah[1]. >>> 

Baca Selengkapnya

Pengaruh Kadar Air Pada Penyulingan Cajuput Oil

Pengaruh Kadar Air Pada Penyulingan Cajuput Oil

Ditulis Oleh Muhamad Nur Mustakim

Dewasa ini bisa dipastikan semua keluarga di Indonesia memiliki persediaan minyak kayu putih. Ketersediaan minyak kayu putih dalam suatu rumah tangga seakan-akan sudah hampir menjadi kebutuhan primer. Banyaknya manfaat yang diberikan mulai dari sekedar menghangatkan badan, menyembuhkan luka, sakit perut, hingga mengatasi hidung tersumbat akibat pilek adalah pernyataan-pernyataan yang sering disampaikan oleh setiap keluarga ketika ditanya alasan memiliki minyak kayu putih. >>> 

Baca Selengkapnya