Selama bertahun-tahun, para ahli biologi evolusi meyakini bahwa gigi hanyalah struktur khusus yang berkembang di dalam mulut. Logikanya sederhana: gigi berfungsi untuk menggigit, mengunyah, atau merobek makanan, sehingga wajar jika letaknya memang di rongga mulut.
Namun, sebuah penemuan terbaru berhasil mengguncang pandangan lama tersebut. Para peneliti menemukan bahwa ada ikan laut dalam bernama spotted ratfish (Hydrolagus colliei), yang memiliki gigi sungguhan di bagian dahinya. Jadi, bukan sekadar tonjolan atau sisik keras, melainkan gigi asli yang secara genetik dan struktural sama dengan gigi di mulut.
Yang lebih mengejutkan lagi, gigi di dahi ini bukan untuk makan, melainkan untuk membantu proses perkawinan. Saat jantan dan betina melakukan reproduksi, gigi tersebut digunakan untuk mencengkeram pasangan agar tidak terlepas di tengah arus laut. Dengan kata lain, alam “memindahkan” fungsi gigi dari alat makan menjadi alat cinta.
Mengenal Spotted Ratfish
Spotted ratfish, atau dalam bahasa Latinnya Hydrolagus colliei, adalah salah satu anggota kelompok ikan unik yang disebut chimaera. Nama ini diambil dari makhluk mitologi Yunani yang berbentuk campuran hewan, karena penampilan ratfish memang terlihat “campur aduk”: tubuhnya mirip ikan, ekornya panjang menyerupai tikus, dan kepalanya agak besar seperti kelinci laut.
Ikan ini hidup di perairan dalam Pasifik timur laut, mulai dari Alaska hingga Baja California di Meksiko. Biasanya mereka berenang di kedalaman 50 hingga 400 meter, tempat yang cukup gelap dan tenang. Ukuran tubuhnya tidak terlalu besar, rata-rata sekitar 60–100 sentimeter, sehingga tidak berbahaya bagi manusia.
Ratfish masih berkerabat dengan hiu dan pari, karena sama-sama termasuk dalam kelompok ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). Bedanya, ratfish jarang terlihat karena hidupnya lebih tersembunyi di laut dalam. Keunikan paling mencolok mereka bukan hanya penampilan “hantu laut” ini, tetapi juga keberadaan tenaculum, yaitu tonjolan di dahi yang dilapisi gigi sungguhan, sesuatu yang belum pernah ditemukan pada hewan lain.
Baca juga artikel tentang: Dunia Perikanan Gempar! Ikan Nila Aneh dengan Bibir Tebal Tertangkap Kamera
Tenaculum: Organ Gigi di Dahi
Tenaculum adalah sebuah struktur khusus yang hanya dimiliki oleh spotted ratfish jantan. Bentuknya menyerupai tonjolan kecil di bagian dahi, agak mirip benjolan berwarna terang, dan baru muncul dengan jelas ketika ikan sudah dewasa.
Yang membuatnya istimewa adalah lapisan gigi sungguhan yang tumbuh di permukaan tenaculum ini. Gigi-gigi tersebut tajam dan berfungsi seperti kait kecil. Saat musim kawin, tenaculum digunakan jantan untuk mencengkeram tubuh betina, agar pasangannya tidak lepas saat berenang berdua dalam arus laut.
Dengan kata lain, tenaculum adalah semacam “alat pengunci alami” yang diciptakan evolusi. Ia bukan bagian dari sistem pencernaan, melainkan bagian dari sistem reproduksi. Inilah alasan mengapa ilmuwan menyebut tenaculum sebagai bukti luar biasa bahwa fungsi gigi bisa berevolusi jauh melampaui perannya sebagai alat makan.
Lebih menarik lagi, penelitian dengan CT-scan dan analisis genetik membuktikan bahwa gigi di tenaculum ini bukanlah sisik keras (seperti yang ada di kulit hiu), melainkan benar-benar gigi yang berkembang dari jaringan sama dengan gigi mulut. Artinya, tubuh ikan ini “memindahkan” program pembentukan gigi ke lokasi baru, yaitu di dahi.
- Pada jantan dewasa, terdapat tonjolan di dahi bernama tenaculum.
- Struktur ini dilapisi deretan gigi sejati.
- Saat kawin, tenaculum digunakan untuk mencengkeram tubuh betina, agar pasangan tidak terlepas ketika mereka berenang bersama.
Fungsinya mirip kait atau pengunci biologis, alat khusus untuk memastikan keberhasilan reproduksi.

Apakah Benar Itu Gigi?
Awalnya ilmuwan menduga tonjolan ini hanyalah sisik dermal (denticles), struktur mirip gigi yang umum pada hiu.
Namun, studi terbaru membuktikan:
- Gigi tenaculum berkembang dari dental lamina, jaringan yang biasanya hanya membentuk gigi di rahang.
- Analisis genetik menunjukkan ekspresi gen identik dengan gigi mulut.
- Artinya: ini benar-benar gigi sejati, hanya lokasinya di luar mulut.
Bukti Evolusi dari Fosil
Penemuan gigi di dahi spotted ratfish tidak hanya mengejutkan para peneliti modern, tapi juga memberikan petunjuk penting tentang sejarah evolusi. Dari hasil penelitian fosil, ilmuwan menemukan bahwa struktur mirip tenaculum sudah ada sejak sekitar 300 juta tahun lalu, pada nenek moyang kuno kelompok ikan chimaera.
Artinya, tenaculum bukanlah inovasi baru, melainkan warisan dari garis keturunan ikan purba yang berhasil bertahan hingga sekarang. Evolusi telah “menyimpan” cetak biru genetik untuk membentuk gigi, lalu menggunakannya kembali di tempat yang tidak biasa, di dahi untuk tujuan yang sama sekali berbeda, yaitu membantu kawin.
Para ahli biologi evolusi menyebut proses ini sebagai “evolutionary tinkering” atau rekayasa evolusi alami. Maksudnya, alam tidak selalu menciptakan organ baru dari nol, melainkan sering kali memodifikasi program genetik lama untuk fungsi baru. Dalam kasus ratfish, sistem pembentukan gigi yang biasanya bekerja di rahang “dipinjam” untuk membentuk gigi di dahi.
Temuan ini mengguncang asumsi lama bahwa gigi hanya akan muncul di mulut. Faktanya, gigi bisa muncul di lokasi lain selama ada jaringan dan program genetik yang mendukung. Dengan kata lain, tubuh makhluk hidup ternyata jauh lebih fleksibel daripada yang kita bayangkan.
- Hal ini menunjukkan bahwa gigi di luar mulut bukan fenomena baru, melainkan inovasi evolusi yang sudah muncul sejak era karbon.
- Evolusi “mendaur ulang” program genetik lama untuk fungsi baru: bukan untuk mengunyah, tapi untuk kawin.
Signifikansi Ilmiah
- Paradigma Baru
Menantang asumsi lama bahwa gigi hanya berkembang di rongga mulut. - Contoh Rekayasa Evolusi (Evolutionary Tinkering)
Evolusi menggunakan blueprint genetik lama, lalu memodifikasi lokasinya untuk fungsi berbeda. - Keterhubungan Biologi & Perilaku
Gigi bukan hanya alat makan, tapi juga bagian dari strategi reproduksi yang kompleks.
Spotted ratfish memberi kita pelajaran berharga: alam selalu punya cara mengejutkan untuk memanfaatkan struktur biologis. Gigi di dahi mereka membuktikan bahwa fungsi organ bisa berubah total demi kelangsungan spesies. Dari sekadar alat kunyah, gigi bisa berevolusi menjadi alat cinta.
Baca juga artikel tentang: Anatomi, Histologi, dan Evolusi Stomiidae, Ikan Predator di Laut Dalam
REFERENSI:
Cohen, Karly E dkk. 2025. Teeth Outside the Jaw: Evolution and Development of the Toothed Head Clasper in Chimaeras. bioRxiv, 2025.04. 04.647311.
Higgs, Eleanor. 2025. Freaky Ratfish Have Teeth Growing Out Of Their Foreheads, And They Use Them For Love. IFLScience: https://www.iflscience.com/freaky-ratfish-have-teeth-growing-out-of-their-foreheads-and-they-use-them-for-love-80696 diakses pada tanggal 6 September 2025.

