Bagaimana Virtual Reality Membawa Kita Seolah-olah Berada di Dunia Nyata?

Virtual reality merupakan teknologi yang mampu menghadirkan suasana dunia nyata ke dunia virtual dan membuat kita dapat berinterkasi dengan lingkungan […]

Virtual reality merupakan teknologi yang mampu menghadirkan suasana dunia nyata ke dunia virtual dan membuat kita dapat berinterkasi dengan lingkungan dunia virtual tersebut sehingga pengguna merasa seolah-olah berada di lingkungan nyata. Teknologi ini dapat menghasilkan gambar, suara, dan sensasi yang sangat nyata. Kita dibuat seolah-olah dapat menyentuh objek, memanipulasi objek, dan bergerak dengan bebas. Virtual reality bekerja dengan memanipulasi otak, menghapus dunia nyata di sekeliling kita, dan menggiring kita masuk ke dunia virtual yang sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia nyata. Otak dan indera yang terlibat dalam persepsi sensorik menentukan persepsi kita tentang realitas. Ketika otak diberi informasi yang dibuat-buat, kita dapat mengubah persepsi kita tentang kenyataan. Dengan kata lain, persepsi kita tertipu seolah apa yang kita lihat dan rasakan adalah kenyataan.

Kecanggian virtual reality dalam memfasilitasi kita melakukan berbagai aktivitas, bahkan aktivitas yang tidak mungkin kita lakukan di dunia nyata, membuatnya banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Pada bidang kedokteran, virtual reality banyak digunakan untuk pelatihan kesehatan mental dan medis. Para dokter magang atau pelajar pemula juga dapat memanfaatkannya untuk simulasi operasi dan prosedur lainnya. Pada bidang transportasi, pilot mengandalkan virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum menerbangkan pesawat secara nyata. Pada bidang militer, para tentara menggunakan virtual reality untuk simulasi peperangan. Bidang pendidikan juga tidak ketinggalan memanfaatkan virtual reality. Melalui virtual reality, siswa dapat berinteraksi satu sama lain di lingkungan 3D. Siswa dapat mengunjugi museum dan tempat belajar lainnya secara virtual. Siswa dapat pergi ke luar angkasa dan bahkan melakukan perjalanan ke masa lampau untuk belajar sejarah. Teknologi virtual reality ini mampu memberikan pengalaman lebih untuk berbagai profesi dalam mengasah keterampilan mereka dengan menawarkan cara yang lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan pelatihan secara nyata.

Sebuah teknologi dikatakan virtual reality jika tampilan gambar atau grafis atau visualisasi 3D tampak nyata dan sesuai dengan perspektif penggunanya. Selain itu, juga mampu mendeteksi semua gerakan dan respon dari pengguna, seperti gerakan kepala atau bola mata pengguna. Ini dibutuhkan agar tampilan grafis dapat sesuai dengan perubahan dunia 3D dari pengguna itu sendiri. Sistem kerja virtual reality tidak lepas dari beberapa elemen penting, seperti:

  1. Virtual world, yaitu konten yang menciptakan dunia virtual dalam bentuk screenplay maupun script.
  2. Immersion, yaitu sensasi yang membawa pengguna merasa berada di lingkungan nyata. Ada tiga jenis immersion, yaitu mental immersion yang membuat mental pengguna merasa berada dalam lingkungan nyata, physical immersion yang membuat fisik pengguna merasakan suasana lingkungan nyata yang diciptakan virtual reality, dan mentally immersed yang memberikan sensasi kepada pengguna untuk larut dalam lingkungan yang dihasilkan virtual reality.
  3. Sensory feedback, yaitu elemen yang menyampaikan informasi dari virtual world ke indera penggunanya. Elemen ini mencakup visual (penglihatan), audio (pendengaran), dan sentuhan.
  4. Interactivity, yaitu elemen yang berfungsi untuk merespon aksi pengguna sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung dalam virtual world.

Teknologi virtual reality dapat bekerja dengan baik dengan bantuan beberapa perangkat pendukung. Perangkat tersebut antara lain adalah headset VR, glove, dan walker. Headset VR digunakan untuk melihat tampilan virtual reality. Headset VR memiliki fitur seperti pelacakan tatapan mata, sensor inframerah, giroskop, dan akselerometer yang secara alami menggerakkan sudut pandang pengguna. Headset VR juga dapat memberikan efek suara. Sementara glove dan walker berfungsi untuk menangkap gerakan tangan dan kaki, serta memberikan sensasi nyata pada tangan dan kaki saat berada di lingkungan nyata yang diciptakan virtual world..

blank

Headset VR merupakan perangkat wajib dalam virtual reality. Headset VR berbentuk seperti kacamata selam dengan lensa tertutup. Bagian yang menyerupai kacamata selam ini disebut sebagai VR box, tempat untuk meletakkan smartphone yang berfungsi memproyeksikan gambar virtual. VR yang menggunakan smartphone merupakan perangkat VR versi standar. Berbeda misalnya dengan VR headset yang sudah menggunakan teknologi canggih seperti Oculus Rift, di dalamnya bukan lagi menggunakan smartphone, melainkan sudah terdapat sebuah layar yang menampilkan video dan gambar virtual reality yang dapat terhubung juga dengan komputer menggunakan bluetooth. Headset VR terdiri atas enam bagian, diantaranya:

  1. Display, pada Oculus Rift sudah menjadi HD display yang berguna untuk menampilkan penggambaran 3D dengan sudut 100 derajat.
  2. Cover, yaitu bagian penutup display yang terdapat sensor tracking berupa head tracking, motion tracking, dan eye tracking. Cover tidak diperlukan apabila display dari headset tersebut terpisah.
  3. Spons, dipasang agar pengguna tidak cepat pusing.
  4. Lensa, berfungsi untuk membentuk gambar dan membuat fokus, kemudian terjadi view 3D. Lensa yang digunakan adalah lensa khusus yaitu lensa bikonveks atau cekung-cembung.
  5. Dial, berguna untuk mengatur jarak penglihatan dari 3D dan virtual reality.
  6. Papan sirkuit, pada headset Oculus Rift terdapat motherboard berupa ARM Processor dan Chip LED control.

Referensi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *