Acheron Fossae adalah sebuah wilayah geologi yang berada di bagian utara-tengah planet Mars, tepatnya di sebelah barat laut Olympus Mons, gunung berapi terbesar di tata surya yang ukurannya jauh melampaui Gunung Everest di Bumi. Dari sudut pandang orbit (yakni pengamatan melalui satelit yang mengelilingi Mars), Acheron Fossae tampak seperti jejaring retakan panjang dan lembah-lembah sempit yang menyilang di permukaan padang pasir kering Planet Merah.
Formasi ini merupakan contoh khas dari yang disebut fossae. Dalam istilah geologi planet, fossae adalah sistem retakan atau patahan memanjang pada kerak sebuah planet atau bulan. Patahan ini terbentuk ketika lapisan kerak mengalami tekanan atau tarikan yang sangat besar, sehingga akhirnya retak dan bergeser. Di Bumi, struktur semacam ini bisa kita temui pada daerah rawan gempa, misalnya di sepanjang Sesar San Andreas di California, meski bentuknya tidak persis sama.
Keberadaan Acheron Fossae memberi petunjuk penting bagi para ilmuwan tentang aktivitas tektonik dan vulkanik di masa lalu Mars. Retakan panjang ini seolah menjadi “jejak luka” di permukaan planet, yang menyimpan cerita tentang bagaimana kerak Mars pernah diregangkan, ditarik, atau dipengaruhi oleh aktivitas raksasa gunung berapi Olympus Mons di dekatnya.

Bagaimana Terbentuknya?
Sekitar 3,7 miliar tahun lalu, Mars masih aktif secara geologis. Material panas dari interior planet, magma bergerak naik dan memberi tekanan besar pada kerak. Tekanan ini membuat kerak meregang hingga pecah, membentuk horst (bongkahan tanah terangkat) dan graben (blok tanah yang turun), sama seperti yang terjadi di Great Rift Valley di Bumi.
Proses ini mengindikasikan bahwa Mars pernah memiliki gaya tektonik yang cukup kuat, meski kini planet ini nyaris “mati” secara geologi.
Baca juga artikel tentang: Planet Merkurius: Pembentukan, Permukaan, Geologi, dan Fakta yang Harus Diketahui
Gletser Batu di Lembah Mars
Dasar lembah Acheron Fossae tidak kosong. Ia diisi oleh gletser batu (rock glacier), campuran batuan dan es yang mengalir sangat lambat. Formasi ini terjadi akibat siklus iklim Mars yang ekstrem, di mana perubahan kemiringan poros membuat iklim berganti antara periode lebih hangat dan sangat dingin.
Keberadaan gletser batu ini menunjukkan bahwa es di Mars tidak hanya ada di kutub, tapi juga tersembunyi di wilayah lintang menengah.
Tanda-Tanda Aktivitas Modern
Foto-foto beresolusi tinggi dari orbit menunjukkan adanya garis-garis gelap di lereng lembah, yang oleh para ilmuwan disebut slope streaks. Fenomena ini tampak seperti “goresan” alami yang terbentuk ketika material di permukaan lereng, biasanya berupa pasir atau debu halus, meluncur ke bawah. Proses ini mirip dengan longsoran kecil atau aliran pasir yang sering kita lihat di bukit pasir gurun di Bumi.
Yang menarik, slope streaks ini diduga terbentuk saat ini juga, bukan hanya sisa dari masa lalu. Artinya, meskipun Mars dianggap sebagai planet yang sudah “geologisnya mati” proses tektonik besar seperti gempa kuat atau aktivitas lempeng buminya sudah berhenti jutaan tahun lalu, permukaan planet merah masih menunjukkan tanda-tanda dinamika aktif. Lereng yang tiba-tiba bergeser, pasir yang meluncur, atau debu yang jatuh, semua itu menjadi bukti bahwa Mars bukanlah dunia yang sepenuhnya beku dan statis.
Bagi ilmuwan, keberadaan slope streaks sangat penting karena menandakan bahwa ada proses permukaan yang masih berlangsung hingga hari ini. Apakah penyebabnya hanya gravitasi yang menarik debu halus, atau ada peran air asin cair yang sesekali muncul di dekat permukaan, masih menjadi perdebatan. Namun yang jelas, fenomena sederhana ini memberi petunjuk bahwa Mars adalah planet yang tetap hidup secara geologis, meski dalam skala kecil.
Teknologi yang Membuka Rahasia
Semua detail ini terungkap berkat wahana Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) yang dilengkapi High Resolution Stereo Camera (HRSC). Kamera ini mampu membuat peta 3D permukaan Mars dengan akurasi tinggi, sehingga ilmuwan bisa mempelajari morfologi lembah, ketinggian horst, kedalaman graben, dan distribusi endapan es.
Mengapa Acheron Fossae Penting bagi Sains?
- Rekaman geologi Mars purba: Menyimpan bukti tektonik dan vulkanisme miliaran tahun lalu.
- Laboratorium alami iklim Mars: Gletser batu memberikan petunjuk siklus iklim di masa lalu.
- Sumber daya potensial: Es di lembah bisa dimanfaatkan untuk misi manusia di masa depan.
- Perbandingan antarplanet: Struktur horst-graben di Mars bisa dibandingkan dengan fenomena serupa di Bumi untuk memahami perbedaan dan persamaan proses geologi.
Masa Depan Penelitian Acheron Fossae
Para ilmuwan berencana menggabungkan data dari kamera HRSC (High Resolution Stereo Camera), yaitu kamera satelit yang mampu memotret permukaan Mars dengan detail sangat tinggi, dengan data dari instrumen lain seperti radar penembus tanah (ground-penetrating radar). Radar jenis ini bekerja dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik ke bawah permukaan planet, lalu menangkap pantulan gelombang tersebut untuk mengetahui apa yang tersembunyi di bawah tanah atau lapisan es.
Dengan kombinasi kedua teknologi ini, para peneliti berharap dapat memetakan lapisan es yang berada lebih dalam di bawah permukaan Mars. Peta semacam itu sangat penting karena bisa memberi petunjuk tentang sejarah iklim Mars: apakah planet ini pernah memiliki periode yang lebih hangat dan basah, serta bagaimana air (unsur vital bagi kehidupan) pernah tersimpan atau hilang dari permukaan.
Selain untuk ilmu pengetahuan murni, informasi ini juga krusial bagi masa depan eksplorasi manusia. Jika suatu saat nanti ada misi berawak ke Mars, ketersediaan air akan menjadi faktor penentu. Astronaut tidak mungkin membawa persediaan air dalam jumlah besar dari Bumi karena keterbatasan ruang dan biaya. Oleh karena itu, mengetahui lokasi lapisan es di dekat lokasi pendaratan akan sangat membantu: es dapat diproses menjadi air minum, oksigen untuk bernapas, bahkan hidrogen sebagai bahan bakar roket untuk perjalanan pulang.
Dengan kata lain, penelitian tentang lapisan es Mars bukan hanya membuka rahasia masa lalu planet merah, tetapi juga bisa menjadi kunci bagi masa depan umat manusia yang bercita-cita menjelajah dan menetap di dunia lain.
Baca juga artikel tentang: BepiColombo: Misi Satelit ke Planet Neraka, Merkurius
REFERENSI:
Krishnan, Vivek & Kumar, P Senthil. 2025. Late Amazonian continual volcanic eruption, contemporaneous tectonics and pit chain formation in the central Tharsis region, Mars: Implications for long-lived magmatism and mantle plume. Icarus, 116667.
Litvak, Maxim dkk. 2025. Neutron Radiation Dosimetry on Mars. Acta Astronautica.
Martian rock on the move. ESA: https://www.esa.int/Science_Exploration/Space_Science/Mars_Express/Martian_rock_on_the_move diakses pada tanggal 20 Agustus 2025.

