Mengenal Angin Siklon dan Antisiklon

Definisi Angin Siklon dan Antisiklon

Jika angin bertiup mengikuti lintasan geraknya yang berupa lengkungan tanpa disertai gaya gesekan, maka selain gradien tekanan dan gaya Coriolis, angin juga akan mengalami gaya sentrifugal akibat geraknya yang berputar. Jika ketiga gaya ini berinteraksi di parsel udara yang bergerak dalam lintasan melingkar yang seimbang, maka pergerakan aliran udaranya disebut angin gradien. Angin gradien sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu Angin siklon dan antisiklon.

Pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh tekanan. Angin siklon dan antisiklon yang memiliki energi tinggi terjadi di daerah dengan tekanan udara yang sangat tinggi. Siklon adalah angin gradien yang bertiup di sekitar pusat daerah tekanan rendah, sedangkan antisiklon bertiup di sekitar pusat daerah bertekanan tinggi. Jika aktivitas manusia di berbagai tempat menyebabkan perubahan suhu di berbagai tempat, pusat tekanan akan berubah, dan frekuensi siklon dan antisiklon akan semakin tinggi.

Perbedaan Angin Siklon dan Antisiklon

A. Angin Siklon

Tahukah Anda apa itu angin siklon? Siklon mengacu pada angin yang gerakannya berputar ke dalam, mengelilingi wilayah bertekanan minimum. Tentunya, teman-teman masih ingat dengan hukum Buys Ballot yang bunyinya antara lain di belahan bumi selatan, anginnya condong berputar ke kiri. Nah, gerak siklon mengikuti hukum ini, yaitu:

• Di belahan bumi utara (BBU), perputarannya berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.

• Di belahan bumi selatan (BBS), sesuai dengan arah putaran jarum jam.

Arah angin siklon
Gambar 1. Arah angin siklon

Berdasarkan gerakannya, siklon memiliki beberapa macam jenis yaitu siklon tropik, siklon ekstra tropik dan tornado. Siklon-siklon tersebut dapat terjadi:

1. Siklon tropik

Siklon tropis terjadi di daerah tropis, antara 10o – 20oN dan 10o – 20oN. Fenomena ini lebih sering terjadi di wilayah perairan daripada di daerah daratan. Diameter dari sebuah siklon tropis adalah ± 100.500 km, dan kecepatannya dapat mencapai 100-500 km/jam. Dengan gradien tekanan (barometer) atmosfer antara 50-100 mb. Berikut ini peta wilayah pergerakan siklon tropis.

Wilayah pergerakan siklon tropis
Gambar 2. Wilayah pergerakan siklon tropis

Beberapa negara, angin siklon diberi berbagai macam nama khusus sesuai dengan bahasa negara masing-masing. Dengan tujuan sebagai pembeda dari identitas masing-masing siklon, antara lain:

Daerah Samudera Atlantik dan Pasifik Timur menamainya Hurricanes (Dewa Kehancuran). Samudera Atlantik Barat, sekitar Jepang menamainya Typhoon. Wilayah Filipina menamainya Begieros (nama satu kota). Daerah  Australia menamainya Willy-Willies. Daerah Samudera Hindia menamainya Siklon Tropik Lena (nama wanita). Beberapa tempat lain memberikan nama Siklon Anna, Dora, Corrie, Diana, Elly dan sebagainya.

2. Siklon Ekstra Tropik

Siklon ekstra tropik terjadi di daerah sedang (mid-range) dengan garis lintang 35° – 65°LU dan 35° – 65°LS,  yaitu di kawasan daerah front. Tempat pertemuan angin barat yang panas dengan angin timur yang dingin. Misalnya, daerah Amerika Serikat dan Eropa dengan tekanan udara mencapai ± 15 mb dan kecepatan ± 30 km/jam.

3. Tornado

Siklon tornado adalah siklon tercepat dan paling merusak. Tornado sangat umum dan sering terjadi di Amerika Serikat. Diameter tornado berkisar antara 100-500 kilometer dan panjang lintasannya mencapai 100 kilometer. Kecepatannya mencapai 700 km/jam. Kali ini akan disajikan gambar berupa bentuk arah dan lintasan tornado.

bentuk arah lintasan tornado
Gambar 3. Bentuk arah lintasan tornado

Selain uraian di atas, siklon juga dapat terjadi di daerah gurun pasir. Yang biasanya terlihat adalah pilar atau tiang pasir yang tingginya bisa mencapai 1 km. Pilar atau tiang pasir tersebut dinamakan sengkayan pasir. Jika terjadi di atas air atau di atas lautan disebut sengkayan air.

B. Angin Antisiklon

Angin antisiklon merupakan angin yang bergerak memutar ke arah luar dan memiliki tekanan maksimum di daerah pusatnya. Dengan ketentuan arah pergerakannya adalah sebagai berikut:

• Di belahan bumi utara (BBU), putarannya searah dengan jarum jam.

• Di belahan bumi selatan (BBS), putarannya berlawanan dengan arah jarum jam.

arah perputaran angin antisiklon
Gambar 4. Arah angin antisiklon

Sumber referensi:

  1. Hadi, B. S. (2007). DETEKSI GEJALA KLIMATOLOGIS DAN PEMANTAUAN PERUBAHAN IKLIM GLOBAL DENGAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH. Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian5(2).
  2. Rahardjo, E. T. CUACA DAN IKLIM.
  3. BMKG https://meteo.bmkg.go.id diakses 27 Mei 2021.
  4. NOAA https://oceanservice.noaa.gov diakses 27 Mei 2021.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 4 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Muhammad Abil Nurjani
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *