Bagaimana Satelit Buatan dapat Bergerak ?

Print Friendly, PDF & Email
blank
directory.eoportal.org

Apa itu Satelit?

Satelit bisa jadi buatan manusia atau mungkin terjadi secara alami seperti bulan, komet, asteroid, planet, bintang, dan bahkan galaksi. Semua massa yang merupakan bagian dari tata surya kita, termasuk Bumi dan Matahari, adalah satelit dari planet, Matahari, atau pusat galaksi Bima Sakti. beberapa nama satelit buatan yang diluncurkan antara lain : Landsat, Sentinel, Terra, EnviSAT Earth Observing-1 Mission, PlanetScope (Dove), RADARSAT IKONOS Quickbird, ResourceSAT, Worldview, CloudSAT dan masih banyak lagi

Lantas bagaimana satelit bisa  bergerak?

Hukum gravitasi Newton dan hukum Kepler menggambarkan gerakan satelit Bumi serta planet-planet. Sputnik, satelit Bumi buatan pertama, diluncurkan oleh Uni Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957. Sejak saat itu, ribuan satelit telah ditempatkan di orbit sekitar Bumi. ketika satelit buatan berada di orbit, tidak ada perbedaan antara satelit alami, seperti halnya bulan kita. Jika satelit cukup tinggi untuk terbebas dari gesekan atmosfer, itu berarti satelit akan berada pada orbit selamanya. Namun, meski tidak ada kesulitan dalam memelihara satelit setelah di orbit, banyak energi yang dibutuhkan untuk untuk mengirim satelit buatan ke luar bumi. Untuk mengilustrasikan bagaimana satelit di luncurkan, bayangkan kita menembakan peluru secara horizontal dari puncak gunung. Seperti dalam Gambar 1, dimana diadaptasi dari diagram serupa oleh Newton. Bayangkan, jika gesekan udara bisa dihilangkan dan tidak ada yang menghalangi laju peluru. Maka satu-satunya gaya yang bekerja pada peluru setelah ia meninggalkan moncongnya adalah gaya gravitasi antara peluru dan Bumi.

blank
(a) Sumber : www.seekpng.com

blank

(b) Sumber : www.researchgate.net

Gambar.1. (a) untuk jalur a dan b, kecepatannya tidak cukup untuk mencegah gravitasi untuk menarik peluru kembali ke Bumi; dalam kasus c, kecepatannya memungkinkan peluru jatuh seutuhnya di sekitar bumi. (b) Diagram oleh Newton  dalam bukunya De Mundi Systemate, edisi 1731, menggambarkan konsep yang sama yang ditunjukkan pada gambar  (a)

Jika peluru ditembakan dengan kecepatan, kita  menyebutkan  sebagai va, gaya gravitasi yang bekerja di atasnya menariknya ke bawah menuju Bumi, dimana peluru menghantam tanah pada titik a. jika diberi kecepatan yang lebih tinggi, vb, kecepatan yang lebih tinggi membawa lebih jauh sebelum menyentuh tanah pada titik tertentu b.Jika peluru kita diberi kecepatan yang cukup tinggi, vc, permukaan bumi yang melengkung menyebabkan jarak tanah tetap sama dari peluru sehingga peluru jatuh mengelilingi bumi dalam lingkaran penuh. Kecepatan yang diperlukan untuk melakukan ini disebut  kecepatan satelit melingkar  dengan kecepatan 8 km/detik, atau  17,500 mil per/jam

Setiap tahun, lebih dari 50  satelit baru  telah di luncurkan  ke orbit oleh  negara-negara seperti Rusia, Amerika Serikat, Cina, Jepang, India, Israel, serta Badan Antariksa Eropa (ESA). Satelit biasa digunakan untuk pelacakan cuaca, kebutuhan  IPTEK, sistem penentuan posisi global (GPS) dan untuk  telekomunikasi. Hampir semua satelit  diluncurkan  di orbit rendah, dikarenakan membutuhkan bahan bakar yang sedikit dan biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Dengan kecepatan orbit 8 kilometer per detik, satelit mengelilingi planet dalam waktu sekitar 90 menit. Beberapa orbit Bumi yang sangat rendah terkadang tidak stabil, karena atmosfer bumi  mengembang dari waktu ke waktu maka gaya gesek yang dihasilkan oleh atmosfer di satelit-satelit ini akhirnya menyebabkan hilangnya energi dan “pembusukan” di orbit. Jadi inilah penjelasan singkat bagaimana satelit buatan mengitari bumi kita

Referensi :

[1] Constantinos G Vayenas et al 2015 J. Phys.: Conf. Ser.633 012033

[2] https://www.sciencedaily.com/terms/satellite.htm diakses pada 9 November 2020.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Albern Surya Adi
Latest posts by Albern Surya Adi (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.