Menjelajahi Efek Positif Membaca (Biblioterapi) pada Kesehatan Mental

Di tengah tekanan dan tuntutan sehari-hari, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Salah satunya melalui kegiatan positif seperti membaca. Secara sederhana, membaca bukan hanya sekadar hiburan atau sumber pengetahuan, tetapi juga memiliki efek positif yang signifikan terhadap kesehatan mental kita.

blank

Data yang bersumber dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita skizofrenia (gangguan jiwa berat) di Indonesia mencapai angka 7 per 1000 dengan cakupan di level pengobatan sebesar 84,9 persen (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental menjadi perhatian penting terutama dalam kehidupan modern yang serba cepat dan meningkatkan peluang stress saat ini.

Mengenal Biblioterapi

Di tengah tekanan dan tuntutan sehari-hari, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Salah satunya melalui kegiatan positif seperti membaca. Secara sederhana, membaca bukan hanya sekadar hiburan atau sumber pengetahuan, tetapi juga memiliki efek positif yang signifikan terhadap kesehatan mental kita. Aktivitas ini dinamakan biblioterapi. Penggunaan biblioterapi digunakan sebagai intervensi psikoterapi melalui bahan bacaan yang dapat membantu seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Lebih lanjut, menurut Hynes & Heynes-Berry (2019), terapi membaca merupakan salah satu cara yang murah, mudah, fleksibel, dan efisien untuk dilakukan serta telah dilakukan di banyak fasilitas perawatan Kesehatan dan lembaga sosial. Dengan tenggelam ke dalam dunia fiksi atau nonfiksi, kita seseorang dapat mengalami perubahan suasana hati, relaksasi, dan pemulihan emosional. Selain itu, membaca juga dapat menjadi pelarian yang menyenangkan dan efektif dari tekanan sehari-hari. Dengan membaca, kita dapat merasakan emosi dan pengalaman karakter-karakter dalam buku, yang membantu untuk melupakan masalah pribadi sementara waktu dan memperkuat kemampuan kita untuk berempati terhadap orang lain.

Segudang Manfaat Membaca

Manfaat lain, membaca juga dapat mengembangkan keterampilan kognitif kita. Melalui membaca, seseorang dapat merangsang pikiran, mengasah kemampuan pemecahan masalah, kreativitas, dan pemikiran kritis. Penelitian Randomized Control Trial (RCT) oleh Volpe et al (2015) menguji efektivitas biblioterapi yang dapat bermanfaat terhadap peningkatan kemampuan kognitif pasien serta menurunkan disabilitas yang dialami pasien psikosis. Sebanyak 41 pasien menjadi subyek penelitian ini yang dilakukan pengacakan menentukan dalam kelompok intervensi atau kelompok kontrol. Kegiatan membaca dilakukan berkelompok setiap 2x seminggu selama 6 bulan dimana setiap peserta diminta membaca dengan keras materi bacaan yang telah dipilih dan fasilitator mendorong kelompok untuk berdiskusi terkait materi bacaan tersebut (Volpe et al., 2015). Hasilnya setelah 6 bulan dilakukan penelitian didapatkan data bahwa terjadi peningkatan fungsi kognitif secara signifikan

Dalam penelitian lain oleh McCann et al (2013) yang dilakukan pada 124 keluarga pasien juga menyimpulkan bahwa pemberian bacaan pada keluarga juga menjadi terapi tambahan yang mempercepat efek penyembuhan. Hal ini disebabkan karena membaca dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan memperkuat rasa keterhubungan dengan orang lain. Diskusi buku atau kelompok baca dapat menjadi forum untuk berbagi pemikiran, perasaan, dan ide-ide dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Maka aktivitas membaca dapat memperkuat ikatan sosial dan memberikan dukungan emosional yang penting dalam menjaga kesehatan mental kita.

Nyatanya, membaca menjadi alat yang kuat dalam merawat kesejahteraan kita. Dengan membaca secara teratur, seseorang dapat mengurangi stres, merangsang pikiran, memperkuat empati, dan memperoleh manfaat kesehatan mental yang berkelanjutan. Membaca juga dapat memperkaya pikiran dan perasaan kita, memperluas wawasan kita tentang dunia, menggali pemikiran yang baru, dan memperdalam pemahaman kita tentang diri sendiri dan orang lain.

Kesimpulan

Akhirnya, membaca memegang peran penting dalam menjaga kesejahteraan mental. Melalui membaca, kita dapat mengurangi stres, memperkaya pikiran dan perasaan kita, menemukan inspirasi, dan memperkuat keterhubungan dengan orang lain. Membaca bukan hanya kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga merupakan investasi dalam kesehatan dan kesejahteraan mental kita. Mari manfaatkan kekuatan membaca untuk merawat dan meningkatkan kesehatan mental kita.

Referensi

Tasijawa, Fandro Armando, dkk. 2021. Efektivitas Penerapan Biblioterapi dalam Kesehatan Jiwa. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale: 4(2).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *