Es krim selalu hadir sebagai makanan yang membawa kegembiraan. Namun semua orang mengenal momen ketika es krim mulai meleleh terlalu cepat, menetes ke tangan, lalu kehilangan bentuknya hingga tinggal cairan manis yang sama sekali tidak mirip produk awalnya. Para ilmuwan ternyata mempelajari fenomena ini secara sangat serius. Sebuah tinjauan penelitian terbaru menjelaskan bahwa proses melelehnya es krim bukan sekadar akibat suhu hangat, melainkan hasil dari interaksi rumit antara struktur internal, komposisi bahan, serta cara es krim diproduksi.
Peneliti menjelaskan bahwa setiap es krim memiliki perilaku meleleh yang khas. Saat dikeluarkan dari freezer, es krim bisa berubah sepenuhnya menjadi cairan atau mempertahankan sebagian bentuk aslinya sehingga menyerupai busa padat. Kedua jenis perilaku ini memberi banyak informasi mengenai struktur mikro yang terbentuk ketika es krim diproduksi. Dengan kata lain, kecepatan leleh dan bentuk akhir cairan es krim menceritakan bagaimana bahan bahan di dalamnya tersusun dan berinteraksi.
Baca juga artikel tentang: Es dan Petir: Hubungan Tersembunyi yang Baru Terungkap
Produsen es krim biasanya ingin menciptakan produk yang meleleh lebih lambat dan tetap lembut. Konsumen menginginkan tekstur yang kaya serta kemampuan es krim untuk tidak langsung runtuh begitu berada di suhu ruang. Penelitian terhadap proses pelelehan membantu ilmuwan memahami apa yang membuat es krim stabil atau rapuh. Stabilitas ini ternyata sangat bergantung pada cara formulasi bahan dan tahapan pengolahan dilakukan.
Setiap sendok es krim mengandung tiga struktur utama yaitu kristal es, gelembung udara, dan jaringan lemak. Ketika produksi berlangsung, lemak mengalami proses destabilisasi yang memungkinkan molekul molekul lemak saling bertaut dan membentuk jaringan kecil. Jaringan inilah yang berfungsi sebagai rangka yang menahan gelembung udara dan membuat es krim tetap kokoh. Jika jaringan lemak terbentuk dengan baik, es krim tidak mudah runtuh ketika mulai meleleh. Namun ketika jaringan ini lemah, es krim langsung kehilangan bentuk dan berubah menjadi cairan sepenuhnya.

Lemak memegang peranan sentral dalam menentukan perilaku pelelehan. Penelitian menunjukkan bahwa kadar lemak yang lebih tinggi dapat membantu mempertahankan bentuk es krim karena jaringan lemak tersebut melindungi gelembung udara dalam struktur es krim. Gelembung udara ternyata berpengaruh besar dalam memperlambat pelelehan, sebab udara bersifat mengisolasi panas. Es krim dengan banyak udara cenderung meleleh lebih lambat karena udara membantu menahan laju perubahan suhu.
Selain lemak dan udara, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah viskositas campuran es krim. Viskositas menggambarkan seberapa kental campuran dasar es krim sebelum dibekukan. Campuran yang lebih kental biasanya menghasilkan cairan lelehan yang bergerak lebih lambat sehingga struktur es krim tidak langsung ambruk. Sementara itu, fase serum yaitu bagian cair tanpa lemak dan tanpa kristal juga mempengaruhi kemampuan es krim mempertahankan bentuk. Jika fase serum memiliki sifat alir yang terlalu encer, es krim lebih cepat runtuh.
Proses produksi modern menggunakan metode khusus untuk mengatur kadar udara yang masuk ke dalam es krim. Proses ini disebut overrun. Es krim dengan overrun tinggi berisi lebih banyak udara dibandingkan volume totalnya. Semakin tinggi overrun, semakin lembut teksturnya dan semakin lambat pula pelelehannya. Penelitian menunjukkan bahwa udara berperan sebagai isolator panas yang menjaga struktur es krim tetap stabil untuk waktu lebih lama. Namun produsen tidak dapat memasukkan terlalu banyak udara karena kualitas rasa akan berkurang.
Penelitian juga membahas peran penting rheologi yaitu ilmu yang mempelajari aliran dan deformasi bahan. Rheologi membantu peneliti memahami bagaimana es krim mulai berubah tekstur ketika suhu meningkat. Dengan mempelajari cara es krim mengalir saat mulai meleleh, ilmuwan dapat mengidentifikasi komponen mana yang menyebabkan keruntuhan struktur paling cepat. Pengetahuan ini kemudian digunakan untuk menyempurnakan formulasi sehingga produk akhir mampu menahan perubahan suhu lebih baik.
Hubungan antara struktur mikro dan pelelehan menjadi inti dari kajian ini. Struktur mikro mencakup ukuran dan penyebaran kristal es, jumlah dan kestabilan gelembung udara, serta jaringan lemak yang terbentuk. Ketiga komponen ini bekerja sama menciptakan stabilitas. Ketika seseorang mencicipi es krim yang terasa lembut namun tetap kokoh pada suhu ruang selama beberapa menit, keberhasilan itu datang dari kombinasi struktur mikro yang ideal. Namun ketika es krim langsung runtuh, kemungkinan jaringan lemak tidak terbentuk baik atau kristal es terlalu besar.
Penelitian mengenai keruntuhan struktur es krim menghasilkan pemahaman bahwa formulasi bahan memiliki peranan yang sama pentingnya dengan teknologi pemrosesan. Dua produk dengan komposisi bahan yang hampir sama dapat menunjukkan perilaku pelelehan yang berbeda jika proses pengocokan, pembekuan dan pengaturan overrun dilakukan secara tidak sama. Itulah sebabnya produsen besar menginvestasikan waktu dan biaya untuk merancang proses yang menghasilkan struktur mikro paling stabil.
Para ilmuwan berharap pemahaman baru ini dapat membantu produsen menciptakan es krim yang lebih tahan panas tanpa kehilangan kelembutannya. Dengan memahami bagaimana lemak membentuk jaringan, bagaimana udara memperlambat pelelehan, serta bagaimana viskositas mengontrol aliran lelehan, produsen dapat mengembangkan resep baru yang lebih optimal. Konsumen pada akhirnya dapat menikmati es krim yang tidak cepat cair meskipun dimakan di luar ruangan.
Penelitian ini juga memberikan wawasan mengenai bagaimana industri pangan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menyempurnakan produk sehari hari. Es krim terlihat sederhana, padahal strukturnya jauh lebih kompleks dibandingkan tampilan akhirnya. Setiap gigitan mengandung jutaan kristal es, ribuan gelembung udara, dan jaringan lemak halus yang mempengaruhi rasa, tekstur, dan stabilitas. Sains membantu kita memahami bahwa kenikmatan ini lahir dari keseimbangan rumit berbagai faktor fisik dan kimia.
Mempelajari pelelehan es krim mungkin tampak sepele, tetapi penelitian ini membuka potensi inovasi besar di industri makanan beku. Pemahaman tentang struktur, aliran bahan dan proses produksi dapat diterapkan pada berbagai produk lain seperti yogurt beku, gelato dan makanan berbasis krim. Es krim menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana struktur mikro mempengaruhi stabilitas makanan secara keseluruhan.
Pada akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa mencegah es krim cepat meleleh bukan sekadar urusan kuliner, melainkan hasil dari pemahaman mendalam mengenai interaksi antara lemak, udara, dan cairan pada tingkat mikroskopis. Sains membantu menjelaskan mengapa sebagian es krim mampu mempertahankan bentuk lebih lama dan bagaimana kita dapat menciptakan produk yang lebih baik. Dunia es krim ternyata menyimpan dunia penelitian yang luas dan memikat.
Baca juga artikel tentang: Himalaya yang Menghangat: Pertanda Dunia Kita Sedang Bergeser
REFERENSI:
Wu, Biqing dkk. 2025. The Science of Ice Cream Meltdown and Structural Collapse: A Comprehensive Review. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety 24 (4), e70226.

