Citizen Science, Masyarakat Yang Ideal

Tidak nyaman rasanya apabila Kita berbicara, berargumen, sharing, dengan lawan bicara, namun tidak nyambung, lawan bicara Kita tidak mengerti dengan apa yang Kita bicarakan. Alih-alih bertanya ataupun mengkritisi apa yang Kita ucapkan, lawan bicara Kita cenderung menganggap Kita membual dan terkadang malah bisa menyerang kepribadian Kita, Ed Hominem.

Hal ini dapat terjadi juga di spektrum yang lebih luas, yakni dari Pemerintah ke Masyarakat. Pemerintah memberikan segala sosialisasi, arahan, dan informasi, yang tentunya relevan, dengan sumber yang jelas, dan dapat dipertanggung jawabkan. Namun, Masyarakat cenderung menolak, tidak percaya. Ahli-ahli mengkritisi apa yang di sampaikan oleh Pemerintah, atau istillahnya “check and recheck”, Masyarakat yang dimaksud cenderung sesat logika, mempercayai sumber lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, mempercayai hal-hal yang cenderung metafisis, tidak dapat dibuktikan secara science, dan cenderung menyesatkan. Apabila hal ini terakumulasi, keadaan akan menjadi chaos, complicate, dan menjadi bobrok.

Jadi, Apa Itu Citizen Science?

Citizen Science adalah bentuk partisipasi dan koloborasi masyarakat (publik) dalam pelaksanaan penelitian ilmiah yang bertujuan agar pengetahuan ilmiah dapat meningkat. Citizen Science saling membagi dan berkontribusi terkait pemantauan dan pengumpulan data.

Citizen Science secara resmi dikembangkan pertama kali oleh Wells Cooke, Anggota Persatuan Ahli Ornitologi Amerika pada akhir tahun 1800-an. Bentuk-bentuk Citizen Science dapat berupa pemantauan satwa liar, basis data online, visualisasi dan teknologi berbagi, atau yang lainnya.

Masyarakat Science (Citizen Science) diharapkan mampu menerapkan penalaran ilmiah dan pemikiran kritis untuk menginformasikan keputusan pribadi mereka, dan untuk menavigasi hiruk-pikuk siklus berita modern. Citizen Science juga harus memiliki pemahaman bawaan dan keperccayaan pada institusi sains. Masyarakat Science harus memahami bahwa sains adalah skema yang rasional dan berbasis bukti untuk memahami dunia, dan bahwa lembaga ilmiah memegang anggota mereka dengan standar perawatan dan kejujuran yang ketat dalam pekerjaan mereka!

Citizen Science berkontribusi pada populasi yang lebih melek ilmiah! Citizen Science bertujuan untuk mendidik masyarakat seluas mungkin agar terampil dalam mengkonsumsi informasi ilmiah, membentuk opini yang rasional berdasarkan informasi ilmiah tersebut, dan dapat menggunakan informasi tersebut dalam membuat keputusan atau kebijakan dari pemerintah!

Populasi yang lebih melek ilmiah dan mampu berpikir kritis dapat mengubah pola media sehingga menciptakan jurnalisme sains yang lebih menyeluruh. Warga Sains akan lebih siap untuk meneliti subjek secara mandiri dan mengembangkan opini yang lebih terinformasi dan lebih luas!

Citizen Science sendiri dilatarbelakangi karena masih banyak kepercayaan terhadap misinformasi ilmiah, buruknya penalaran ilmiah, ketidakmampuan warga untuk berpikir kritis, dan tidak meleknya warga terhadap hal-hal ilmiah. Dimana hal-hal ini akan berpengaruh kepada kesejahteraan individu hingga kebijakan pemerintah terkait lingkungan, kesehatan dan permasalahan lainnya yang akan berdampak kepada semua orang.

Bagaimana Citizen Science dapat tercipta?

Agar bisa menciptakan Citizen Science, pendidikan sains harus ditingkatkan di semua jenjang. Pendidikan sains harus menumbuhkan dan mendorong kemampuan berpikir kritis pada semua Siswa, dimulai sejak usia dini. Kurikulum “Masyarakat Sains” akan memprioritaskan penerapan pemikiran ilmiah (aplikasi) ke dunia nyata sebagai penggati menghafal, dan menekankan desain eksperimental, pengalaman langsung dengan analisis data yang ketat, pemikiran kritis dan pemahaman tentang etika ilmiah.

Pendidikan sains tidak boleh hanya terbatas pada anak sekolah saat ini maupun generasi mendatang. Kita juga perlu mengembangkan dan meningkatkan inisiatif pendidikan berkelanjutan untuk warga non-usia sekolah dan memanfaatkan kampanye publik untuk meningkatkan literasi sains secara luas. Kita harus memberikan pendidikan sains untuk semua warga negara, terlepas dari keadaannya!

Sains sendiri tidak bisa apabila hanya diserahkan kepada para ilmuwan saja. Semua warga negara harus menerima pelatihan yang memadai dalam penalaran dan analisis ilmiah untuk berpartisipasi secara efektif dalam berbagai keputusan sosial penting yang melibatkan sains, vaksinasi seperti saat ini contohnya. Populasi warga negara sains adalah populasi yang dapat berkembang, baik secara komunal maupun individual, melalui kemajuan yang didorong oleh bukti dan nilai-nilai.

Masyarakat yang tidak paham akan sains dan bagaimana sains bekerja, tidak akan mampu membentuk opini yang relevan dengan kebijakan publik

REFERENSI

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Andrean Alfred
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *