Olahraga figure skating sering disebut sebagai seni di atas es. Atlet tidak hanya dituntut untuk melompat tinggi, berputar cepat, dan mendarat dengan sempurna, tetapi juga harus menampilkan ekspresi, ritme, serta keindahan gerak yang menyatu dengan musik. Kombinasi antara teknik dan seni inilah yang membuat figure skating begitu memikat sekaligus rumit untuk dinilai secara objektif. Disinilah teknologi baru mulai memainkan peran penting. Para peneliti kini mencoba mengajarkan kecerdasan buatan untuk memahami keindahan olahraga ini melalui sebuah sistem baru bernama FSBench.
Selama ini, sebagian besar riset kecerdasan buatan di dunia olahraga lebih banyak berfokus pada sepak bola, basket, atau olahraga berbasis bola lainnya. Kamera digunakan untuk melacak pergerakan pemain, menghitung kecepatan, dan memprediksi strategi. Sayangnya, olahraga artistik seperti figure skating sering terabaikan karena jauh lebih kompleks. Gerakan atlet tidak hanya soal arah dan kecepatan, tetapi juga ekspresi, keseimbangan, keberanian, dan emosi yang muncul di setiap momen.
FSBench hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Sistem ini dibuat sebagai kumpulan data besar yang dirancang khusus untuk membantu kecerdasan buatan memahami olahraga artistik, terutama figure skating. Para peneliti mengumpulkan beragam rekaman pertandingan, gerakan atlet, serta informasi teknis dan artistik yang kemudian dipadukan dengan pertanyaan dan penjelasan. Tujuannya bukan hanya agar komputer bisa mengenali gerakan, tetapi juga memahami makna di balik setiap lompatan, putaran, dan koreografi.
Baca juga artikel tentang: Manfaat Olahraga Pilates untuk Kesehatan Fisik, Fisiologis, dan Psikologis
Dalam dunia kecerdasan buatan, data adalah segalanya. Semakin lengkap dan beragam data yang diberikan, semakin baik pula kemampuan sistem untuk belajar. Selama ini, banyak dataset figure skating yang hanya berisi satu jenis informasi saja, misalnya sekadar mengenali jenis lompatan atau memberi skor otomatis. Padahal, penilaian figure skating di dunia nyata jauh lebih luas. Ada aspek teknik seperti kesempurnaan lompatan, tetapi juga ada aspek seni seperti ekspresi wajah, alur cerita dalam tarian, dan keselarasan dengan musik.
FSBench mencoba menyatukan semua itu. Sistem ini memiliki dua komponen utama. Yang pertama berupa teks berisi pertanyaan pilihan ganda lengkap dengan penjelasannya. Pertanyaan ini bisa berkisar dari pengenalan teknik dasar hingga analisis performa secara keseluruhan. Komponen kedua berupa data gerakan yang disertai pasangan tanya jawab. Dengan pendekatan ini, kecerdasan buatan tidak sekadar melihat gambar, tetapi juga belajar memahami konteks dan makna di baliknya.
Hasil uji awal pada FSBench menunjukkan temuan yang menarik. Banyak model kecerdasan buatan yang selama ini dianggap canggih ternyata masih kesulitan memahami olahraga artistik seperti figure skating. Mereka mungkin mampu mengenali bahwa seorang atlet sedang melompat atau berputar, tetapi gagal memahami apakah gerakan itu memiliki nilai seni yang tinggi atau hanya sekadar teknik biasa. Hal ini menunjukkan bahwa memahami keindahan ternyata jauh lebih sulit dibanding sekadar mengenali gerakan fisik.

Dari sudut pandang manusia, ini sebenarnya tidak mengherankan. Kita bisa dengan mudah membedakan gerakan yang sekadar teknis dengan yang memiliki sentuhan emosional. Kita bisa merasakan ketegangan, keberanian, bahkan rasa gugup seorang atlet hanya dari cara ia meluncur di atas es. Namun bagi mesin, semua itu adalah pola angka dan piksel yang harus diterjemahkan satu per satu.
Meski begitu, kehadiran FSBench membuka peluang besar bagi masa depan olahraga artistik. Jika kecerdasan buatan suatu hari mampu menilai performa figure skating dengan akurat, manfaatnya bisa sangat luas. Pelatih dapat menggunakan sistem ini untuk menganalisis kelemahan dan kelebihan atlet secara detail. Atlet pemula bisa memperoleh umpan balik objektif tanpa harus selalu bergantung pada juri. Bahkan penonton awam pun bisa mendapatkan penjelasan mengapa suatu penampilan dianggap luar biasa.
Di sisi lain, teknologi ini juga berpotensi membantu proses penjurian dalam kompetisi besar. Selama ini, penilaian figure skating sering menuai kontroversi karena melibatkan unsur subjektivitas. Dengan bantuan kecerdasan buatan, penilaian bisa menjadi lebih transparan. Mesin tidak berpihak, tidak terpengaruh tekanan, dan tidak memiliki favorit. Ia hanya menilai berdasarkan data dan pola yang telah dipelajarinya.
Namun, para peneliti juga menekankan bahwa kecerdasan buatan tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia sepenuhnya. Seni tetap membutuhkan rasa, empati, dan intuisi yang hingga kini masih menjadi keunggulan manusia. Teknologi justru hadir sebagai alat bantu agar penilaian menjadi lebih adil dan atlet bisa berkembang dengan lebih terarah.
Selain untuk figure skating, konsep FSBench juga membuka jalan bagi pengembangan teknologi serupa di cabang olahraga artistik lain seperti senam lantai, loncat indah, dan tari olahraga. Semua cabang ini memiliki kesamaan, yaitu menggabungkan kekuatan fisik dengan keindahan gerak. Dengan pendekatan yang tepat, kecerdasan buatan bisa belajar mengenali pola teknik sekaligus nilai estetika.
Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana mengajarkan mesin untuk memahami emosi. Keindahan dalam olahraga artistik sering kali tidak terikat pada aturan baku. Satu gerakan yang sama bisa terasa sangat berbeda tergantung ekspresi, musik, dan suasana kompetisi. Inilah yang membuat seni begitu kaya dan sulit ditiru oleh mesin.
Meski demikian, langkah awal sudah diambil melalui FSBench. Dengan menyediakan data terbuka yang bisa diakses peneliti di seluruh dunia, pengembangan kecerdasan buatan di bidang olahraga artistik bisa melaju lebih cepat. Semakin banyak penelitian dilakukan, semakin besar pula peluang teknologi ini untuk benar-benar memahami apa yang selama ini hanya bisa dirasakan oleh penonton manusia.
Pada akhirnya, pertemuan antara teknologi dan seni dalam figure skating menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya soal hitung menghitung dan efisiensi. Ia juga mulai merambah ranah rasa dan ekspresi. Walau perjalanan masih panjang, FSBench menjadi bukti bahwa manusia sedang mengajarkan mesin bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mencoba memahami keindahan.
Jika suatu hari kita menyaksikan kompetisi figure skating dengan analisis kecerdasan buatan yang menjelaskan setiap detail gerakan secara real time, itu bukan lagi mimpi. Itu adalah masa depan yang sedang dibangun hari ini melalui riset seperti FSBench.
Baca juga artikel tentang: Bagaimana AI Memprediksi Potensi Pemain dalam Olahraga Profesional
REFERENSI:
Gao, Rong dkk. 2025. Fsbench: A figure skating benchmark for advancing artistic sports understanding. Proceedings of the Computer Vision and Pattern Recognition Conference, 13595-13605.

