Pengaruh Game Online Pada Anak Usia Sekolah di Indonesia

Ditulis Oleh Muh Iqbal Falah M

Seiring berkembangnya zaman, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang begitu pesat ditandai dengan semakin praktisnya kehidupan manusia di era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Pada umumnya, manusia lebih aktif beraktivitas di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Dengan adanya gadget kita dengan mudahnya menjelajahi dunia melalui internet. Memperoleh informasi dengan cepat dan mudah hanya dengan menggoyangkan jari-jemari kita. Menikmati berbagai macam hiburan yang lebih menarik melalui berbagai macam situs yang telah disediakan oleh google.

Salah satu konten yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia saat ini khususnya anak-anak usia sekolah yakni game online. Game online, adalah game yang berbasis elektronik dan visual (Rini, 2011). Ada begitu banyak perbedaan game online dengan game lainnya. Di antaranya kawan ataupun lawan bermain para pemain game online tidak hanya orang-orang yang berada di sekitar mereka. Akan tetapi, mereka juga dapat bermain dengan penikmat game online yang berasal dari berbagai belahan dunia meskipun mereka tidak saling mengenal antara satu sama lain (Young, 2007). Anak-anak dianggap lebih rentan terhadap game online  dibandingkan dengan para remaja maupun mereka yang berada di usia dewasa (Griffith & Wood, 2000 dalam Lemmes, 2009).

Memberikan kesempatan kepada anak usia sekolah untuk mencicipi kenikmatan game online merupakan kesalahan yang sangat besar bagi para orang tua. Mereka mungkin berpikir bahwa salah satu cara yang paling jitu untuk menenangkan anak-anak mereka yakni dengan memberikannya gadget. Ini merupakan kekeliruan yang dianggap biasa oleh para orang tua. Dengan adanya gadget di tangan anak-anak mereka mengundang lebih besar dampak negatif dibanding dampak positifnya.

Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh M.  Hafiz Al-Ayouby bahwa dampak negatif penggunaan gadget yaitu anak cenderung untuk individualis, susah bergaul dengan orang lain, apabila ia telah kecanduan akan sangat sulit untuk dikontrol dari pemakaian gadget yang pada akhirnya otak anak-anak sulit berkembang karena terlalu sering bermain game online.

Selain itu, dampak negatif dari game online akan kami jabarkan dalam beberapa ulasan sebagai berikut.

  1. Keterampilan sosial berkurang.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa ketika anak-anak sudah mulai fokus dengan gadget mereka masing-masing maka ia pun tak menghiraukan lingkungan sekitar mereka termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga menyebabkan semakin terbatasnya kesempatan bagi mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya secara langsung. Keterampilan sosial yang semakin berkurang dapat terlihat pada perilaku cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap orang lain dan hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mungkin saja, jikalau ada pencuri maupun orang yang hendak mencelakainya ia tak akan merasakannya sama sekali.

  1. Meningkatkan perilaku yang agresif

Para penikmat game online banyak disuguhkan dengan adegan-adegan kekerasan seperti membunuh dengan menggunakan senjata tajam, memukul, menyerang, menghancurkan musuh (lawan main) dengan menggunakan karakter tertentu dan lain sebagainya dapat memotivasi para penikmat game online tersebut untuk lebih bersifat agresif dalam bertindak. Tanpa sadar, kebiasaan yang ia lakukan dalam dunia game online akan ia terapkan juga di dunia nyata. Mungkin saja, awalnya iseng-iseng saja. Akan tetapi lama-kelamaan ia akan terbiasa dan merasa senang dan bangga karena dapat meniru adegan yang ia lakukan pada saat bermain game online. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya salah satu vidio populer tentang seorang lelaki yang datang ke Masjid Al Noor dan Lindwood Islamic Centre di Chirstchurch, Selandia Baru) dengan membawa senjata lalu membunuh semua jama’ah yang ada di dalam masjid tersebut. Tanpa rasa bersalah dan malu ia dengan percaya dirinya meninggalkan masjid tersebut dengan korban jiwa yang telah bersimpuh darah dibajunya. Sekitar 20 orang dengan luka berat di luar Masjid.

  1. Penurunan prestasi akademik

Salah satu dampak yang paling serius pada anak-anak usia sekolah penikmat game online yaitu ia akan lebih banyak menghabiskan waktunya bermain bersama gadgetnya ketimbang bermain dengan bukunya. Tingkat kemalasan untuk belajar pun meningkat. Sehingga, prestasi-prestasi akademiknya pun ikut menurun seiring dengan tingginya intensitas anak-anak usia sekolah bermain game online.

  1. Kesehatan fisik terganggu

Menghabiskan waktu untuk bermain game online secara berlebihan juga dapat membawa pengaruh negatif bagi kondisi fisik anak-anak usia sekolah. Tidurnya mulai tidak teratur karena asyik bermain game online. Makan pun ikut tidak teratur karena hanya fokus untuk bermain game online. Sehingga, menimbulkan beberapa penyakit pada anak diantaranya, insomnia, maag, mager (malas untuk bergerak), lelah berkepanjangan, sakit mata hingga buta dan lain sebagainya.

  1. Kebingungan antara realitas dan fantasi

Penikmat game online akan merasa kebingungan dalam membedakan kehidupan yang nyata dan imajinasi. Karena terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia maya maka ia pun akan sulit membedakan anatara realitas dan fantasi ketika kembali beraktifitas normal.

  1. Kehilangan identitas diri

Adapun dampak lain dari penggunaan game online bagi anak-anak usia sekolah yakni berpengaruh pada identitas mereka. Anak-anak usia sekolah penikmat game online akan dengan mudah mengikuti bahasa maupun karakter yang ia mainkan pada saat bermain game online dalam kehidupan nyata. Sehingga, peralahan-lahan ia akan mudah kehilangan jati dirinya karena kepribadian sang anak telah ternodai oleh game online tersebut.

  1. Efek kecanduan

Bermain game online membuat anak-anak usia sekolah mengalami kecanduan. Game online dapat memberikan sensasi “keasikan” dan anak betah karena dapat melakukan banyak hal pada saat bermain game online role play. Kecanduan terhadap game online akan meningkatkan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi pada anak. Misalnya saja, ketika ia kalah terus menerus dalam bermain game online, kehilangan akun game online, penurunan rangking, dan lain sebagainya.

  1. Muncul masalah finansial

Tidak semua game online dapat diakses dengan gratis melalui gadget masing-masing. Akan tetapi, banyak game online yang sifatnya berbayar. Nah, ketika sang anak sudah kecanduan bermain game lantas finansial tak mendukung maka akan muncul tindakan yang anarkis dari anak tersebut. Misalnya saja, mengutang kepada teman sebaya, kakak maupun sanak saudaranya. Bahkan mencuri pun menjadi biasa bagi anak tersebut hanya untuk memuaskan nafsunya untuk bermain game online.

Setelah mengulas beberapa dampak negatif dari penggunaan game online bagi anak-anak usia sekolah maka kami sangat berharap dan menghimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak mereka ketika pembiaran terhadap kebebasan bermain game online terus berlanjut.

Daftar Pustaka

  • (http://m.detik.com/news/Internasional/fakta-terkini-aksi-brutal-penembakan-di-masjid-new-zealand)
  • Tanpa Nama. 2019. halopsikologi.com diakses pada tanggal 4 agustus 2019
  • Hafiz M. 2017. Dampak Negatif Gadget pada Anak Usia Dini (Studi di PAUD dan TK. Handayani Bandar Lampung. Skripsi
  • Winsen, dkk. Adiksi Bermain Game Online pada Anak Usia Sekolah di Warung Internet Penyedia Game Online Jantinagor Sumedang. Diakses pada tanggal 3 Agustus 2019

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *