Sering dari kita mengalami sariawan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, tahukah bahwa ada gejala kanker yang mirip dengan sariawan, yaitu kanker mulut?

Sumber: id.pinterest.com
Mengapa Penting Membedakannya?
Mengabaikan gejala kanker mulut yang biasanya dianggap sebagai sariawan, tentu dapat berakibat fatal. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhannya. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui perbedaan antara sariawan biasa dan gejala kanker mulut.
Gejala Kanker Mulut
Meskipun keduanya memiliki kemiripan, ada beberapa perbedaan yang dapat Anda perhatikan:
- Lama dan tidak kunjung sembuh: Sariawan dan kanker mulut sama-sama menimbulkan luka pada bagian mulut. Namun jika luka tersebut tidak sembuh dalam waktu 2 minggu, bahkan semakin membesar atau meluas, segera periksakan ke tenaga kesehatan. Sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang lebih singkat.
- Tidak terasa sakit: Kanker mulut seringkali tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya. Berbeda dengan sariawan yang biasanya terasa perih atau nyeri.
- Benjolan keras: Perhatikan jika ada benjolan keras di dalam mulut yang tidak nyeri. Benjolan ini bisa muncul di lidah, gusi, atau bagian dalam pipi.
- Pembengkakan kelenjar getah bening: Kanker mulut dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Kesulitan menelan atau berbicara: Jika kondisi benjolan di mulut hingga menyebabkan kesulitan menelan atau berbicara, baiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
- Suara serak yang terus-menerus: Perubahan suara yang tidak biasa dan berlangsung lama juga bisa menjadi tanda adanya masalah serius di mulut.
- Pendarahan yang tidak berhenti: Perlu waspada jika ada perdarahan yang terus-menerus dari luka di mulut.
Faktor Risiko Kanker Mulut
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut, antara lain:
- Usia: Kebanyakan kasus kanker ini terjadi pada kelompok usia di atas usia 40 tahun.
- Merokok: Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk kanker mulut.
- Konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko.
- Infeksi HPV: Human Papillomavirus (HPV) tertentu dapat menyebabkan kanker mulut.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap kanker.
Tips Pencegahan
Berikut adalah beberapa tips yang dapat mengurangi risiko kanker mulut:
- Berhenti merokok: Merokok adalah penyebab utama kanker mulut, jadi berhenti merokok adalah langkah pencegahan yang paling efektif.
- Batasi konsumsi alkohol: Kurangi konsumsi alkohol atau hindari sama sekali untuk menurunkan risiko terjangkit kanker mulut.
- Jaga kebersihan mulut: Rutin sikat gigi dan gunakan benang gigi untuk menjaga kebersihan mulut.
- Periksakan kesehatan mulut secara teratur: Kunjungi dokter gigi secara rutin untuk pemeriksaan dan perawatan kesehatan mulut.
- Vaksin HPV: Vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker mulut.
Referensi
Halodoc. 2024. Mirip Sariawan, Ini Gejala Kanker Mulut yang Perlu Diwaspadai. Diakses pada 24 September 2024 dari https://www.halodoc.com/artikel/mirip-sariawan-ini-gejala-kanker-mulut-yang-perlu-diwaspadai
Mitra Keluarga. 2022. Kanker Mulut: Penyebab, Gejala dan Bedanya dengan Sariawan. Diakses pada 24 September 2024 dari https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kanker-mulut
National Institute of Dental and Craniofacial Research. 2023. Oral Cancer. Diakses pada 24 September 2024 dari https://www.nidcr.nih.gov/health-info/oral-cancer
