Perubahan lingkungan dan peningkatan aktivitas manusia telah menyebabkan peningkatan kejadian algal bloom atau ledakan alga di berbagai wilayah perairan dunia. Fenomena ini tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia. Namun, sebuah temuan baru dari para ilmuwan di Universitas Nasional Yokohama, Jepang, memberikan harapan baru dalam mengatasi masalah ini. Mereka berhasil mengidentifikasi jamur laut yang mampu membunuh alga beracun yang sering kali menjadi ancaman bagi kesehatan manusia.
Ledakan Alga: Ancaman Lingkungan dan Kesehatan
Algal bloom adalah fenomena di mana alga tumbuh dengan sangat cepat dan tak terkendali di perairan. Biasanya, hal ini dipicu oleh tingginya ketersediaan nutrisi seperti nitrogen dan fosfor, serta kondisi lingkungan yang mendukung seperti suhu hangat dan sinar matahari yang melimpah. Ledakan alga dapat menyebabkan kualitas air menurun drastis, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan dalam beberapa kasus, menghasilkan racun yang berbahaya bagi hewan dan manusia.
Salah satu jenis alga yang menjadi perhatian utama adalah Ostreopsis cf. ovata. Alga ini kerap ditemukan di wilayah Mediterania dan dikenal karena kemampuannya menghasilkan racun bernama ovatoxin (OVTX). Racun ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada manusia seperti pilek, batuk, sesak napas, konjungtivitis, gatal-gatal, hingga dermatitis. Dengan dampaknya yang merugikan, upaya untuk mengendalikan alga beracun ini menjadi prioritas penting.
Penemuan Jamur Laut Algophthora mediterranea
Pada tahun 2021, tim peneliti dari Institut de Ciències del Mar (ICM) di Spanyol menemukan sebuah organisme unik dalam sampel air laut Spanyol. Organisme ini kemudian dipelajari lebih lanjut oleh Profesor Maiko Kagami dan mahasiswa doktoralnya, Núria Pou-Solà, dari Universitas Nasional Yokohama. Hasil penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Mycologia.
Organisme tersebut diidentifikasi sebagai jamur laut mikroskopis dari jenis chytrid yang sebelumnya tidak dikenal. Jamur ini diberi nama Algophthora mediterranea, yang berasal dari gabungan kata “alga” dan “phthora” (dalam bahasa Yunani berarti “kehancuran”). Nama ini sangat sesuai karena jamur tersebut terbukti mampu menghancurkan alga Ostreopsis cf. ovata hanya dalam hitungan hari.
Selain menyerang Ostreopsis cf. ovata, penelitian menunjukkan bahwa Algophthora mediterranea juga dapat menginfeksi berbagai spesies alga lainnya, bahkan memakan biji serbuk sari. Kemampuan ini menjadikan jamur tersebut sebagai parasit yang sangat serbaguna dan tangguh.
Siklus Hidup dan Cara Kerja Jamur
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mempelajari siklus hidup Algophthora mediterranea secara mendetail. Dengan menggunakan teknik fotografi selang waktu (time-lapse) setiap sepuluh menit selama empat hari, mereka berhasil mendokumentasikan perkembangan jamur ini dari awal hingga akhir siklus hidupnya.
Siklus hidup jamur dimulai dengan pelepasan zoospora, yaitu spora bergerak yang mencari inangnya. Setelah menemukan alga inang seperti Ostreopsis cf. ovata, zoospora menempel pada sel alga dan mulai tumbuh di dalamnya. Jamur akan berkembang biak di dalam sel inang hingga akhirnya membentuk sporangium, yaitu struktur tempat spora baru diproduksi. Dalam proses ini, sel alga inang akan mati, dan spora-spora baru akan dilepaskan untuk mencari inang berikutnya.
Dengan menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM), para peneliti juga mampu menciptakan gambar resolusi tinggi yang menunjukkan detail struktur jamur dan proses infeksinya. Analisis DNA pun dilakukan untuk memastikan bahwa organisme ini bukan hanya spesies baru, tetapi juga merupakan genus baru dalam dunia mikrobiologi.

Potensi Dampak pada Ekosistem Laut
Penemuan Algophthora mediterranea membuka wawasan baru tentang peran jamur parasit dalam ekosistem laut. Sebelumnya, meskipun survei berbasis DNA telah menunjukkan keberadaan berbagai jenis jamur laut, hanya sedikit spesies parasit yang berhasil diisolasi dan dipelajari secara mendalam.
Menurut Núria Pou-Solà, Algophthora mediterranea menonjol karena jangkauan inangnya yang luas dan strategi makannya yang unik. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa jamur chytrid memiliki ketahanan ekologis yang luar biasa. Penemuan ini juga mengindikasikan bahwa jamur parasit mungkin memiliki peran penting dalam siklus biogeokimia laut, sesuatu yang selama ini kurang diperhatikan dalam penelitian ekologi laut.
Langkah Selanjutnya: Memahami Peran Jamur dalam Ekosistem Laut
Profesor Maiko Kagami menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah menyelidiki bagaimana parasit serbaguna seperti Algophthora mediterranea beroperasi dalam komunitas laut yang kompleks. Pemahaman tentang cara kerja jamur ini dapat membantu para ilmuwan mengeksplorasi bagaimana jamur parasit memengaruhi dinamika ekosistem laut secara keseluruhan.
Selain itu, penelitian lebih lanjut juga bertujuan untuk mengembangkan strategi pengelolaan ledakan alga beracun di masa depan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara jamur parasit dan alga beracun, diharapkan metode pengendalian alami dapat diterapkan untuk melindungi ekosistem perairan sekaligus mengurangi risiko kesehatan bagi manusia.
Harapan untuk Masa Depan
Penemuan Algophthora mediterranea memberikan harapan baru dalam upaya mengatasi masalah ledakan alga beracun yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Dengan penelitian lanjutan, jamur ini berpotensi menjadi solusi alami untuk mengontrol populasi alga beracun tanpa merusak ekosistem sekitarnya.
Namun, seperti halnya dengan setiap inovasi ilmiah, langkah-langkah hati-hati harus diambil untuk memastikan bahwa penggunaan jamur ini tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan pada lingkungan laut. Dengan pendekatan yang tepat, penemuan ini dapat menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga kesehatan ekosistem laut dan melindungi manusia dari bahaya alga beracun.
Penemuan Algophthora mediterranea adalah pengingat betapa banyaknya misteri alam yang masih menunggu untuk kita ungkapkan. Dengan terus menggali pengetahuan tentang dunia mikroba laut, kita dapat menemukan solusi inovatif untuk tantangan lingkungan yang semakin kompleks di masa depan.
Referensi
Yokohama National University. (2025). Scientists discover fungus that kills toxic algae threatening human health. Diakses 11 Januari 2026.
The Microbiologist. Scientists discover fungus that kills toxic algae threatening human health. Diakses 11 Januari 2026.
Asia Research News. Scientists discover fungus that kills toxic algae threatening human health. Diakses 11 Januari 2026.
EurekAlert!. Algophthora mediterranea, gen. et sp. nov.: Novel dinoflagellate- and diatom-infecting generalist marine chytrid from the Mediterranean Sea. Diakses 11 Januari 2026.
SciTechDaily. Newly Discovered Marine Fungus Attacks and Kills Toxic Algae. Diakses 11 Januari 2026.
Encyclopaedia Britannica. Algal bloom and marine ecology. Diakses 11 Januari 2026. (opsional untuk konteks umum)
Ostreopsis Wikipedia. Ostreopsis (dinoflagellate). Diakses 11 Januari 2026.

